Untuk Apa Kita Hidup, Kenapa Tuhan Memilih Kita Hidup?

05 Desember 2012 21:40:11 Diperbarui: 24 Juni 2015 13:07:01 Dibaca : 11457 Komentar : 3 Nilai : 0 Durasi Baca :

Assalamu’alaikum

Tulisan Ketiga
Hanya berbagi apa yang di dengar dan direnungi……...

Terkadang sering timbul berbagai pertanyaan tentang kehidupan ini. Ada suatu pertanyaan yang sering berulang namun mungkin sulit untuk menjawabnya. “Apa tujuan hidup ini….?” Kemudian akan timbul pertanyaan berikutnya…. “Kenapa Tuhan memilih saya untuk hidup….?” Padahal hidup ini hanya sebentar, bahkan terkadang penuh ranjau yang mampu meluluh-lantakkan jiwa, penuh kubangan darah dan genangan air mata…….. Malaikatpun bertanya ketika Nabi Adam sebagai manusia pertama dijadikan oleh Allah SWT. Kenapa manusia diciptakan, padahal hanya akan mendatangkan kekacauan di muka bumi. Allah Maha Besar, Allah Maha Tahu atas segalanya.

Kenyataannya memanglah benar, saksikanlah betapa banyaknya kekacauan yang terjadi akibat manusia di muka bumi ini. Angkara murka… kebencian… amarah.. lalu akhirnya saling bunuh, tak henti-hentinya mewarnai bergulirnya waktu. Belum lagi iri, dengki, fitnah… ketamakan… kerakusan.. korupsi. Ah… sudahlah tak perlu berpanjang-panjang menjabarkannya, karena mungkin saja ada di diri saya sendiri. Semoga Allah melindungi dan menjauhkannya… amin.

Sebagai umat Muslim (mohon maaf buat non muslim), sudah sepantasnya lah kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan keteladanan melalui Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW serta mewariskan Al’Quran sebagai petunjuk bagi kita menjalani hidup ini. Dua kalimat syahadat yang sering dilafazkan oleh kita umat muslim sesungguhnya merupakan rohnya kehidupan. Bahkan di dunia kerja, di dunia usaha, perusahaan besar, perusahaan dalam negeri maupun luar negeri (kemungkinan tidak menyadarinya) telah mencontoh dua kalimat syahadat ini.

Kalimat syahadat pertama mengakui tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah SWT. Ikrar ini adalah merupakan “Commitment to Goal”. Hal ini secara tegas dan jelas menyatakan “komitmen terhadap tujuan”, bahwa satu-satunya tujuan hidup adalah Allah SWT. Lalu kita lihat dalam dunia usaha, suatu perusahaan yang mempunyai manajemen yang baik pastilah mempunyai “Goal” yang mereka tuangkan dalam apa yang disebut dengan “VISI”.

Kalimat syahadat kedua Kita bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Ikrar ini adalah merupakan “Commitment to Strategy”. Hal ini secara tegas dan jelas menyatakan “komitmen terhadap cara”. Satu-satunya cara untuk mencapai tujuan adalah dengan menjalankan cara-cara yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Lalu dalam Ilmu Manajemen, kita kenal dengan istilah “MISI”.

Kembali ke paragraph pertama di atas, dalam Al’Quran sering disebutkan : “afala ta’qilun“, “afala yatadabbarun“, “afala tatafakkarun“, apakah kalian tak memakai akal, apakah kalian tak menelaah, apakah kalian tak berpikir. Lalu pertanyaannya, sampai dimana kita telah memakai akal untuk menelaah dan berpikir menjawab pertanyaan “untuk apa kita hidup ini..?”

Alam ciptaan Tuhan dengan segala isinya ini sebenarnya telah mengajari kita. Lihatlah Matahari, dia bersinar menerangi bumi, memberikan energy, menjadi sumber kehidupan bagi benda-benda lain di mayapada ini. Contohlah air, dia memberi manfaat untuk kehidupan mahkluk-makhluk di bumi. Rasakanlah dan perhatikanlah udara, oksigen, tanah, hewan, tumbuhan dan benda-benda lainnya yang diciptakan oleh Allah, adakah dia tak memberi manfaat buat benda lain…? lalu makhluk terkecil seperti bakteri, adakah ada manfaatnya buat yang lain…? Lalu perhatikan pohon yang rindang berbuah lebat, tidakkah dia akan menjadi jauh lebih bermanfaat dan bermatabat jika kerindangannya dapat meneduhkan dan buahnya dapat dinikmati oleh orang banyak. Jika berbuah banyak lalu membusuk dan jatuh, adakah memberikan manfaat bila demikian..?

Okelah.. contoh kecil benda yang manusia buatpun tujuannya adalah bermanfaat bagi orang lain. Benda sederhana seperti pulpen yang di produksi pabrik, apa tujuannya…? Tidak lain adalah agar bisa digunakan, bisa bermanfaat buat yang lainnya (manusia). Jadi sesungguhnya apapun yang diciptakan oleh Tuhan bertujuan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya buat yang lain. Lalu apakah kita akan mengklaim hanya sebagai makhluk penikmat, hanya sebagai makhluk yang menerima manfaat. Bukankah bakteri kecil telah mengajarkan kita apa tujuan kita hidup..? Bukankah Nabi Muhammad telah mengatakan secara jelas bahwa “Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain”

Maka sesungguhnya Tuhan memberikan kita hidup, agar dapat bermanfaat bagi sesama ciptaannya.
Mari kita bersama-sama belajar menjadi sebatang pohon, lalu pupuklah diri kita supaya bertambah subur dan berbuah lebat, agar lebih banyak orang berteduh di sana dan memetik buahnya………….
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bintang Hati

/bintang_hati

Hati yang penuh berpenyakitan, sumber kedengkian, sumber kesombongan, sumber kebencian, ujub, ri'ya dan kebusukan-kebusukan lainnya, bermuara di situ. Maka aku terus berusaha agar ada bintang di hati.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana