Mohon tunggu...
APOLLO_ apollo
APOLLO_ apollo Mohon Tunggu... Dosen - Lyceum, Tan keno kinoyo ngopo

Aku Manusia Soliter, Latihan Moksa

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Apa Itu Ontologi?

17 Maret 2020   22:11 Diperbarui: 17 Maret 2020   22:11 282
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ontologi adalah ratu seluruh filsafat, dengan demikian juga adalah ratu segala ilmu pengetahuan sejauh mereka ada dalam tatanan natural manusia;

Ontologi dibuat studi mengenai dunia, manusia dan pengalamannya bersifat kongkrit multiform atau Burung Hantu kata Hegel simbol kebijaksanaan.

Pada sisi lain ontologi merangkum, menyinari, menjelaskan segala pengetahuan manusia. Ontologi adalah mahkota dan pnyelesaian segala pengetahuan manusia (natural);

Ontologi melihat memahami menjelaskan seluruh kenyataan dalam satu perspektif. Objek formal ontologi adalah memberikan dasar-dasar paling umum mengenai dan dalam manusia, dunia, dan Tuhan. Misalnya kajian ontologi tentang kebersamaan dan kebebasan  tubuh atau jasmani, jiwa, perkembangan, moral,  sampai agama;

Titik pangkal dan akar dan dasar ontologi dengan mutlak adalah repleksi pada kenyataan yang paling dekat, yakni manusia sendiri dan dunianya pribadi;

Repleksi dilakukan dalam kajian antropologi, kosmoligi,  episteme, etika, estetika, dan akhirnya  dalam filsafat ketuhanan atau agama-agama;

Pada akhirnya ontologi bertugas menempatkan segala pemahaman yabg diperoleh itu dalam suatu perspektif yang definitif; dan memiliki logikanya sendiri.

Maka jalan ontologi merupakan satu jalan Hermeneutika, yakni memberikan suatu tafsir atau interprestasi mengenai pengalaman sehari-hari. Disatu sisi pengalaman vital membentuk pemahaman umum; dan dipihak lain pemahaman universal itu menjernihkan pengalam kongkrit;

Ontologi mencari sintesis diantara ekstrem-ekstream yang sarat dalam sejarah filsafat, antara monoisme dan pluralisme, antara materialisme dan spiritualisme, antara esensialisme dan evolusionisme, antara determinisme dan solipisme, antara intelektualisme dengan voluntarisme, antara kausalisme dan finalisme, antara univokalitas dan ekuivokalitas; 

Pada ontologi sintesis paling pokok diletakkan dalam dialektika antara Otonomi dan Kebersamaan.  Seluruh kenyataan memang suatu kesatuan dan keserupaan. Akan tetapi kenyataan bukanlah suatu kesatuan mutlak dengan segala-galanya hanya berupa fase atau momen bagi satu prinsip Absolut entah materi sampai dengan Tuhan;

Kenyataan merupakan suatu kolegialitas bersama sama, yang terdiri dari pusat pusat otonomi yang tak terhingga banyaknya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun