HIGHLIGHT

"Marzuki Alie Pun Manusia, Bisa Galau dan Kacau"

07 Mei 2012 11:08:11 Dibaca :
"Marzuki Alie Pun Manusia, Bisa Galau dan Kacau"

Pernyataan Marzuki Alie di DetikNews membuat para alumni perguruan tinggi terkenal Indonesia merah telinga dan panas hatinya. Mari kita simak berita yang ditulis oleh Elvan Dany Sutrisno dari detikNews hari ini Senin 07/05/2012, 14:43 WIB: “Marzuki Alie menegaskan kembali pernyataannya mengenai pelaku korupsi yang umumnya berasal dari perguruan tinggi. Marzuki menegaskan dia tidak secara spesifik menyebut suatu kampus. Tapi mereka yang berpendidikan tinggi. "Kita lihat realitasnya yang korupsi saat ini umumnya mereka yang berpendidikan tinggi, tidak terkecuali dari UI, UGM, ITB dan sebagainya, artinya ada sesuatu yang harus dibenahi dalam proses pendidikan kita," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/5/2012). Menurut Marzuki, faktanya, rata-rata pejabat negara lulusan pendidikan tinggi dari berbagai perguruan tinggi. Tapi kemudian mereka terjerumus korupsi, tentu ada yang salah dalam pendidikan. "Saya katakan ada yang salah dengan pendidikan tinggi. PT harusnya menghasilkan akhlak mulia, sehingga lulus perguruan tinggi kalau jadi pimpinan bisa menjadi contoh. Para pimpinan universitas, lembaga negara dan sebagainya harus bisa jadi contoh yang baik sehingga bisa memberikan keteladan," tegasnya. Padahal, dari lulusan perguruan tinggi, apalagi yang ternama diharapkan muncul figur yang memberi teladan dan akhlak mulia. Sehingga Indonesia bisa menjadi maju. "Oleh karenanya pimpinan perguruan tinggi harus memberi teladan, pimpinan institusi apa saja harus memberi keteladanan," tuturnya. Secara umum memang tidak ada yang salah dengan pendapatnya. Harus kita akui pendapat itu ada benarnya, banyak pejabat, anggota DPR, bahkan sampai menteri yang terlibat korupsi merupakan alumni perguruan tinggi. Berarti sistem, syarat dan ketentuan recruitment di seluruh lembaga yang mengharuskan dari perguruan tinggi harus dirubah. Selama ini memang harus diakui bahwa negeri ini lebih memandang status bukan perilaku. Tapi bisakah itu terjadi? Atau Marzuki Alie sedang galau, karena Partai Demokrat dan DPR yang dipimpinnya sedang disorot karena terlibat mega korupsi sehingga ia melemparkan masalah ke ranah lain? Sepertinya Marzuki Alie ingin Partai Demokrat tetap bersih, Marzuki Alie pun ingin kepemimpinannya di DPR tidak diusik. Alangkah eloknya bila Marzuki Alie menyalahkan partainya dulu yaitu Partai Demokrat yang telah menghasilkan kader yang korup, bukankah Partai Demokrat pun tidak sembarangan merekrut kader-kadernya. Partai Demokrat juga punya anggaran dasar dan peraturan yang melarang kader-kadernya korupsi, kenyataannya yang terjadi begitu banyak kader Partai Demokrat terlibat korupsi dan tindakan pidana lainnya. Mengapa itu tidak diakui oleh Marzuki Alie sebagai sesuatu yang salah? Bukankah Partai Demokrat pun harus menghasilkan kader yang berakhlak mulia seperti alumni-alumni perguruan tinggi yang disalahkannya? Dikaitkan dengan posisinya sebagai Ketua DPR, Marzuki Alie pun tentunya tidak perlu melontarkan pendapat itu, karena DPR representasi wakil rakyat yang mengawasi kinerja Pemerintah justru banyak yang terlibat kasus-kasus korupsi. Di sini integritas Marzuki Alie dipertanyakan, kepemimpinannya pun dipersoalkan. Mengapa Marzuki Alie tidak mempertanyakan kinerjanya yang gagal membawa DPR sebagai lembaga yang bersih dari korupsi? Bukankah anggota DPR harus berakhlak mulia juga? Ingat kasus kursi sidang yang berharga 24 juta rupiah, apa kelanjutan kasus itu? Semua dipetieskan. Padahal disitu jelas sekali peran Marzuki Ali dipertanyakan. Marzuki Alie... pemimpin DPR yang sedang galau... Sumber berita: detikNews Sumber gambar: getty images & personal touch

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?