HIGHLIGHT

Jangan Pernah Datang Terlambat Jika Telah Berjanji!

20 Juni 2012 09:33:11 Dibaca :
Jangan Pernah Datang Terlambat Jika Telah Berjanji!

Seperti ungkapan yang sering kita dengar, janji itu adalah hutang maka saya pribadi sangat takut bila tidak dapat memenuhi undangan/janji yang telah disepakati. Takut kenapa? Karena saya akan merasa MALU sendiri jika sampai tidak datang. Konon lagi dengan ngaret. Pembaca pernah dengar ngaret, kan? Jam karet itu lho!!! Dimana seeorang yang berjanji, namun terlambat datang.

Sepertinya ngaret itu sudah membudaya ya? Sering mendapati dan bertemu orang-orang seperti ini? Atau anda punya teman yang suka ngaret? Atau malah anda yang selalu ngaret?

Saya memiliki seorang teman, sebutlah namanya Rika. Rika ini sering sekali terlambat jika telah berjanji datang ke suatu tempat. Misalnya kita berjanji mengunjungi suatu tempat pada pukul 2. Nah, si Rika ini baru datang pukul 4 sore, atau paling cepat pukul 3 sore. Siapa yang tak marah bila diperlakukan demikian? Padahal Rika sangat mengetahui kebiasaan tepat waktu yang saya miliki.

Pernah suatu ketika kami buat janji, lalu ia berkata, “da, tunggu aja di luar komplekmu ya, aku jemput jam 2”. Setengah jam sebelum berjanji saya sudah siap lalu jam 2 saya tunggu di depan komplek. Namun, Rikanya belum datang. Ketika saya telepon, ia beralasan lagi macet (ia mengendarai mobil). Saya berfikir, daerah rumah saya dan Rika tidak pernah terjadi kemacetan. Ya sudah,, masih juga saya menunggu Rika sampai jam setengah 4 sore ia baru sampai. Bayangin aja, 2 jam saya menunggu seorang teman di pinggir jalan???

Setelah ia datang, Lalu ia berkata panjang lebar tentang alasan keterlambatannya. Sungguh saya sudah tak perduli lagi, saya marah tapi masih tetap diam, dan tiba-tiba amarah saya yang benar-benar memuncak itu berubah menjadi tangisan yang lumayan kencang. Mungkin pembaca menganggap saya terlalu berlebihan a.k.a lebay, tapi bertahun-tahun menghadapi Rika, saya sungguh tak kuat.

Hingga Suatu ketika, Rika dipanggil untuk menjalani tes wawancara pada suatu kantor yang sempat ia masukkan lamaran pekerjaan. Pada hari dan jam yang ditentukan, Rika belum datang. Ia sampai ke kantor tersebut 1 jam berikutnya.

“maaf bu, saya terlambat, saya tadi mengantar nenek saya ke rumah saudara”, kata Rika.

“o,, ya sudah, kamu datang aja nanti lagi pas tes gelombang kedua”, kata ibu tersebut.

Dengan kecewa Rika pulang ke rumah dan malamnya ia menghubungi saya guna menceritakan kekecewaannya. Lalu sebagai teman, sayapun menasehati Rika untuk tak mengulangi lagi kesalahannya. Dan Pembaca tahu?? Rika tidak pernah lagi dihubungi oleh orang kantor tesebut.

Selepas kekecewaan itu, Rika semakin berusaha untuk tidak terlambat apabila berjanji. Tapi ya sesekali pasti terlambat juga. Apalagi berjanji bertemu teman-temannya. Saya sudah memakluminya, sudah lelah rasanya saya menghadapi tingkahnya.

Bagi orang-orang yang sering menghadapi teman yang suka ngaret, mungkin tips berikut bisa anda pakai :

1. Jika teman anda datang terlambat sekali-sekali wajar, tapi kalau seperti Rika??? Diamkan saja dia, Biarkan saja ia berfikir dengan caranya supaya lebih menghargai anda. Saya pernah mendiamkan rika dan tak perduli padanya, sedikit-sedikit dia mulai berubah.

2. Buatlah waktu berjanji untuk bertemu yang lebih cepat dari acara, minimal satu jam sebelum acara. Tapi jangan katakan pada orang yang dimaksud, maksudnya supaya ia sampai tepat waktu setelah bersantai-santai sejenak.

Misalnya : saya dan Rika hendak menghadiri suatu acara pada pukul 3 sore, saya katakn saja acara pukul 2 siang. Saya sudah dapat membaca rika melalui kebiasaannya dan benar, Rika datang pukul 3 sore saat acara baru berlangsung.

Bagi orang yang suka ngaret, yang harus anda ingat adalah :

1. Jangan pernah menganggap sepele kepada teman/partner anda yang mempunyai janji dengan anda.

2. Jangan pernah punya pikiran, “oh,, dia akan maklum sama keterlambatan saya”. Jadi anda bisa santai. Oh NO !!!!

3. Jika mungkin pun teman anda maklum terhadap keterlambatan anda, bagaimana jika anda dipanggil wawancara kerja?? Mau terlambat juga?

Seperti Rika di atas, ia terlambat ke wawancara dan karyawati kantor tersebut mengatakan akan memanggilnya pada tes gelombang kedua. Padahal tidak pernah. Mau seperti itu?

Jika alasan yang anda pakai adalah anda belum makan, pastinya anda akan disuruh makan juga. Alasan belum makan masih bisa dimaklumi, tapi kalau alasan kelamaan siap-siap a.k.a dandan atau mengantar nenek? Siapa yang bisa maklum? Apakah tak ada orang lain yang dapat mengantar nenek anda? Atau harus satu jam waktu anda berandan (pria/wanita) ?

Jika sudah berjanji dengan seseorang, alangkah baiknya jika janji itu benar-benar ditepati dan tolong jangan samapi terlambat. Jikapun terlambat, jangan sampai satu jam atau lebih. Apalagi untuk dunia kerja. Pimpinan mana yang mau merekrut anda jika anda terlambat hadir pada waktu wawancara?? Pasti tidak sampai berfikir dua kali, langsung anda tidak di panggil lagi jika pun wawancara dilakukan.

Jangan banyak alasan jika sudah terlambat, karena pada dasarnya seseorang tidak ingin mendengar alasan keterlambatan anda. Yang orang mau tahu adalah, anda hadir tepat waktu saat itu.

Selamat Sore

Auda Zaschkya

13401847251177305025

Auda Zaschkya

/audazaschkya25071988

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Realita adalah Inspirasiku Menulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?