HIGHLIGHT

[WPC-6] Pantai Sawarna, Keindahan Maha Karya Sang Pencipta dalam Warna dan Garis

27 Mei 2012 23:51:30 Dibaca :
[WPC-6] Pantai Sawarna, Keindahan Maha Karya Sang Pencipta dalam Warna dan Garis
Batu tanjung layar di bawah birunya langit

Pantai selatan pulau Jawa memang memang menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Dan Pantai Sawarna adalah salah satu keajaiban ciptaan Tuhan di sisi selatan Pulau Jawa bagian barat. Kalau tidak percaya silahkan datang sendiri ke sana. Tempat ini tidak terlalu sulit untuk dijangkau dari ibukota. Hanya menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam sudah bisa bisa sampai ke pantai ini. Meskipun begitu, kita akan sering bertemu kemacetan (terutama di hari libur), dan jalan tidak mulus. Apalagi kondisi jalan yang berkelok-kelok, memang agak melelahkan. Namun semuanya akan terbayar seketika sesaat setelah kita tiba di sana. Sawarna, artinya satu warna, begitulah kata-kata yang sering diucapkan oleh penduduk sekitar jika kita menanyakan tentang sawarna. Pantai ini memang belum sepopuler Pelabuhan Ratu atau Parangtritis, pengelolaannya juga masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Saya pun baru mendengar tentang pantai ini dan melihat fotonya dari teman-teman sesama hobi fotografi. Keinginan untuk sampai dan melihat langsung keelokan pantai ini akhirnya terwujud sekitar 2 bulan lalu. Dan nyatanya sawarna memang mempesona. pantaslah tempat ini menjadi incaran para fotografer untuk mengabadikan setiap momennya dalam sebuah foto. Buktinya banyak sekali ditemui pemandangan orang-orang yang sedang menenteng kamera DSLR dan membidik ombak dengan bantuan tripod. Di sana juga banyak turis mancanegara yang berkunjung ke sini.

1338161694956251454
Beberapa fotgrafer sedang membidik deburan ombak di Pantai Lagoon Pari
Ada beberapa pantai yang bisa dikunjungi di Desa Sawarna, yaitu pantai Ciantir, Tanjung Layar, Lagoon Pari, Pantai Langir. Jalan menuju pantai dipisahkan oleh sungai, sehingga kita harus melewati jembatan gantung untuk mencapai tempat tersebut. Sungainya cukup dalam, agak menyeramkan juga melewatinya jembatannya, tetapi sepertinya jembatannya cukup kuat untuk menahan beban orang bahkan motor yang melintas sekalipun, asal bergantian.

1338161526543008384
Jembatan penghubung ke Pantai Sawarna
13381616361109246166
Sawah dan perbukitan di dekat pantai
13381617771064693749
Menuju Pantai Ciantir
1338161843460240052
Pantai Ciantir yang berpasir
Pantai terdekat adalah Ciantir dan Tanjung Layar, bisa dicapai beberapa menit dengan berjalan kaki. Sebelum mencapai pantai tersebut kita melewati landskap berupa persawahan hijau yang menyegarkan pandangan mata. Perpaduan yang indah dan harmoni sekali, terutama saat kita memasuki Pantai Ciantir yang berpasir, dimana bukit dan sawah masih dapat dilihat dari pinggir pantai. Menyusuri pantai arah ke timur, akan membawa kita menuju Pantai Tanjung Layar, dimana tampak dua buah batu besar yang meruncing ke atas. Batu ini biasanya dijadikan ikon pantai sawarna, wow luar biasa…serasa berada di pantai mana gitu..mungkin sambil membayangkan di Belitung atau Raja Ampat. Enggak ding, masih kalah jauh hehe.

1338161959319361232
Menuju Tanjung Layar

13381618951282117118
Senja di Tanjung Layar
Saat di Sawarna, 2 kali saya melewati sore dan sunset di pantai Ciantir dan Tanjung Layar. Di sore yang pertama, cuaca begitu cerah, meskipun berawan, langit terlihat biru sekali. Air laut juga nampaknya sedang pasang, sehingga dua batu di Pantai Tanjung Layar terendam air cukup tinggi. Ombak pantai selatan begitu tinggi menabrak batu karang. Suasana begitu ramai, banyak orang-orang terutama fotografer dengan kamera dan tripodnya bersliweran, sampai bingung mencari spot yang kosong. Mungkin mereka tidak ingin melewatkan momen-momen indah di sini, soalnya batu layarnya bagus banget, apalagi refleksinya. Bagi yang ingin belajar slowspeed, di tempat ini cocok sekali. Tidak terlalu banyak foto bagus yang saya hasilkan di sore yang pertama. Banyak tempat yang saya lewatkan, terutama jalur pantai antara Pantai Ciantir dan Tanjung Layar. Saat maghrib tiba, saya bersama teman-temanpun kembali kembali ke homestay.

1338162018149736818
Triknya mentari sore
Saya kembali pada sore berikutnya. Suasana agak berbeda karena pantai terlihat lebih sepi. Syukurlah saya bisa mendapatkan pemandangan Pantai Ciantir tanpa terlalu banyak penggangu. Panas terik begitu terasa tetapi langit masih biru cerah berawan. Sambil jepret sana-sini, saya berjalan menuju Tanjung Layar. Tetapi ternyata pemandangan di sana agak mengecewakan. Ternyata airnya sedang surut, jadi kedua batu layar tidak terendam air. Langitpun berubah agak mendung dan awannya tebal. Mungkin ini kali ya penyebab pantai jadi sepi. Beberapa saat saya memotret di situ sambil istirahat, tapi lama-lama bosan juga, udah mati gaya hehehe.

13381620771416271260
Surut
1338162123562208092
Batu-batunya terlihat jelas

Saya balik ke arah Pantai Ciantir, di tempat yang banyak bebatuan tersusun simetris. Meskipun sudah agak putus asa karena langit mendung, saya tetap memotret. Saya perhatikan dari kejauhan tampak beberapa orang sedang berselancar ria. Kebetulan saya bawa lensa 18-200 mm. Lumayanlah foto orang sedang bermain-main dengan papan selancar di antara ombak yang menggulung tinggi bisa didapat meskipun kecil. Foto agak sedikit blur karena saya tidak pakai tripod.

13381621731439411551
Berselancar
13381622281598475742
Pantai dari kejauhan

Tidak terasa waktu maghrib pun tiba, tiba-tiba langit berubah menjadi cantik dengan warna-warninya yang memukau. Meskipun mendung, tenggelamnya matahari menimbulkan perpaduan warna antara kuning, jingga, merah dan keunguan menjelang langit berubah gelap. Ditambah lagi dengan susunan batu-batu di pantai yang membentuk garis-garis simetris serta garis horizon yang memisahkan langit dan bumi. Belum lagi siluet ranting dan pepohonan yang menghias pinggir pantai, bagaikan lukisan alam semesta yang indah tiada tara. Sayang sekali kalau dilewatkan, agak lama juga berada di tempat ini karena perlu beberapa jepretan untuk mencoba beberapa mode white balance dan mendapatkan hasil yang lumayan. Jadi saya tetap bertahan di tempat itu bersama beberapa orang teman sampai langit benar-benar gelap.

13381623041536949471
Warna-warni langit senja (1)
13381623631366177300
Warna-warni langit senja (2)
13381624141538816771
Warna-warni langit senja (3)
13381624651219989552
Warna-warni langit senja (4)

Pantai Sawarna memang luar biasa, potret dari keagungan Tuhan untuk Indonesia yang patut kita syukuri dan lestarikan. Ini adalah pertama kalinya saya ke sana, tapi mungkin bukan yang terakhir kali. Suatu saat saya mungkin akan kembali ke sana dan menyaksikan lagi keindahan salah satu pantai terindah di Pulau Jawa ini.

13381625221331448946
Mari berkunjung ke sawarna

Sekian dan salam kampret Bogor, 28 Mei 2012 Jangan lupa mampir ke tulisan kampretos lainnya

Aryani_Yani

/aryani_leksonowati

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Lahir di kota hujan yg sejuk, dari ortu yg asli Jawa, tp belum pernah bisa berkomunikasi dlm bahasa Jawa, pernah 10 tahun terdampar di Banjarbaru yg panas, tp balik lg ke kota kelahiran tercinta...I am just the way I am, a little dreamer, agak pemalu tp gak malu-maluin koq :-), melankonlis kuat tp sedikit koleris, pecinta tanaman & lingkungan, mudah terharu, senang fotografi, design & art, handycraft, travelling & ecotourism, pokoknya yg serba alami dech alias naturalist, a lot of friendship...hmm apa lagi yaaa....kalo nulis kyknya belum jd hobi dech, makanya gabung di kompasiana :-D. Jd job creator adalah 'impian' tp belum kesampaian tuh. Email : ryani_like@yahoo.com. Salam kenal buat semuanya...:)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?