Asron Da Finsie
Asron Da Finsie Local Civil Government

Mengisi waktu luang dengan menulis sepulang kerja aplikasi penglihatan mata, hati dan telinga terhadap lingkungan sekitar untuk perubahan kehidupan yang lebih baik.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Artikel Dilihat Mr. President?

22 Juni 2017   05:52 Diperbarui: 22 Juni 2017   06:24 511 3 2

'Happy Birthday' Pak Presiden Jokowi, Semoga Sehat Selalu dan Panjang Umur.. Walaupun terlambat ucapan ini disampaikan yang penting saya masih sempat mengucapkannya via tulisan ini.

Suatu yang membuat fikiran saya melambung, ketika beliau Mr. President Jokowi pada setahun belakangan lalu sedang gencar-gencarnya mendapat sorotan dalam dunia maya. Dimulai dari ketidaklaziman beliau sebagai Tokoh Sentral di Republik ini yang selalu aktif di media sosial sampai sekarang. Perkara Medsos itu ada yang mengelola khusus akun beliau, sewaktu-waktu senggang pastilah beliau menyempatkan diri untuk melihat akun Medsosnya, pun (mungkin) sampai sekarang masih menyempatkan diri untuk sekedar membaca media Kompasiana ini, terkhusus jika ada artikel yang membahas tentang diri beliau.

Tak terasa sudah 2 tahun, Pak Jokowi memimpin Republik ini dengan hingar bingar Demokrasinya yang semakin menuju pola Demokrasi tersendiri yang unik ditengah kancah Dunia Internasional. Dengan 'tangan dinginnya', Sang Presiden memenej Negeri ini yang bagaikan menarik rambut dari dalam tepung, rambut tertarik tapi tepungnya tidak cerai berai, porak poranda. Sikap kehati-hatian semakin hari tampak semakin beliau tunjukan dalam menyikapi setiap fenomena sosial kemasyarakatan, politik pemerintahan dan stabilitas keamanan dan persatuan Negeri Kepulauan yang besar ini.

Secara perlahan tapi pasti, calon-calon personil ataupun sekelompok massa yang akan merongrong kedaulatan Negeri Kesatuan ini beliau "amankan" dengan cara yang elegant. Update khabar terbaru, dari 'case' Habib RS dengan FH nya, tersiar khabar akan ada rekonsiliasi digagas Prof. Yusril Ihza Mahendra. Yang pro mengatakan ini suatu gagasan yang cemerlang agar Negeri ini tidak tercabik-cabik, yang kontra mengatakan ini seperti diibaratkan Sang Habib RS mensejajarkan dirinya dengan Sang President, Pemimpin Negara dan Bangsa ini. Seolah-olah Sang Habib juga dinyatakan sebagai Pemimpin Negara lain, artinya ada Negara dalam Negara. Hemat saya, tidak ada seorang manusiapun yang tidak mungkin terpeleset dengan pola prilaku kesehariannya dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini, kecuali Malaikat. "Malaikat baik... ku titipkan dia kepadamu.. tolong jaga dia.. dibangun dan tidurnya.. (Sepenggal syair Geisha Band). Biarkan Hukum yang akan memproses 'case' dimaksud. Jika memang terbukti bersalah, harus legowo menerimanya, karena tokh.. beliau juga bukan sekaliber Nabi Muhammad SAW yang telah dijamin masuk Syurga Nya.

Secara subjektif, saya juga merasa ada artikel saya yang sempat dibaca oleh beliau setelah melihat sikap kehati-hatian beliau seperti dimaksudkan diatas. Artikel itu diantaranya (mungkin) dengan judul ini: "Nawacita, 9 Agenda Sebelum Kebangkrutan Menjelang" yang saya posting di Kompasiana 31 Maret 2016 lalu. 

Tapi ini bukanlah bermaksud untuk membanggakan diri, hanya sekedar bentuk perhatian kepada Mr. President pada Hari Ulang Tahun nya yang ke 56 ini. Saya sendiripun tidak berpengaruh apakah memang artikel itu dibaca oleh beliau ataukah tidak (soalnya gak ada khabar..wkwk). Saya pun sampe hari ini masih seperti inilah, tidak lantas tiba-tiba saya menjadi populer plus ketambahan financial yang berlipat-lipat (maunya..). Ketika perobahan kehati-hatian Mr. President dalam memimpin Negeri ini sudah tampak, saya ikut senang dan bangga. Semoga ini akan membawa kesejahteraan bagi rakyat Negeri ini nantinya. Amin.