Apa Maksudnya?

20 Maret 2017   16:57 Diperbarui: 20 Maret 2017   17:06 57 0 0

Suatu hari Luqman Al-Hakim mengajak anaknya untuk pergi ke suatu tempat dengan menungganggi keledai. Di awal perjanan mereka, anaknya yang menungganggi keledai tersebut sedangkan Luqman berjalan di depannya. Lalu mereka melewati segerombolan warga yang sedang berbincang-bincang, ketika mereka mendekati segerombolan warga tersebut, Luqman dan anaknya menjadi bahan perbincangan warga tersebut.

Setelah sedikit menjauh dari segerombolan warga tersebut, Luqman menurunkan anaknya sedangkandia (luqman) yang menungganggi keledai tersebut. Ketika ditengah-tengah perjalanan, mereka juga melewati segerombolan warga yang sedang asyik berbincang-bincang. Ketika mereka melewati warga-warga tersebut, sikap yang sama ditunjukkan segerombolan warga tersebut.

Untuk yang ke-3 kalinya setelah sedikit menjauh dari gerombolan warga, Luqman turun dari keledai dan mengajak anaknya untuk berjalan sedangkan keledainya berada di belakang mereka. Ketika mereka berjalan, mereka dibicarakan oleh orang-orang yang melewati mereka. 

Dan untuk yang ke-4 kalinya sebelum sampai di tujuan, Luqman dan anaknya menungganggi keledai tersebut. Mereka juga bertemu dengan segerombolan orang dan sikap yang ditunjukan nya pun sama.

Pada saat mereka sampai ditujuan, si anak pun bertanya kepada ayahnya "ayah, kenapa orang-orang itu tadi membicarakan kita mulai awal perjalanan sampai akhir perjalanan?" Dan si ayah pun menjawab "pendapat orang itu berbeda-beda sesuai dengan kapasitas ilmu yang mereka miliki dan keimanannya. Dan kita sebagai hamba Allah sebaiknya berusaha memperbaiki perilaku dan menimbang setiap omongan / pendapat dari orang lain."

Pernahkah anda mendengar cerita Luqman Al-Hakim tersebut?

Dari cerita tersebut dapat kita ketahui bahwa pembicaraan manusia juga merupakan sebuah pelajaran. Akan tetapi, demi tumbuh-kembangnya seorang anak, kita sebagai orang tua juga harus memilih mana lingkungan yang baik dan mana yang tidak. Selain lingkungan masyarakat, kita juga harus memilih lingkungan alamnya juga.

Dari cerita tersebut dapat kita ketahui juga bahwa pendidikan itu tidak harus dari yang formal saja. Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak dengan cara berjalan-jalan atau bertamasya, cara menyampaikan nya pun juga tidak harus dengan yang formal, bisa juga dengan bercerita ataupun mendongeng. Karena setiap manusia mempunyai cara belajar, metode belajar yang berbeda-beda.