Anang Syaifulloh
Anang Syaifulloh Mahasiswa

Pengagum Bapak Soekarno, namun untuk masalah wanita belum seahli beliau

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Puisi | Api yang Melawan Samudera

8 Agustus 2017   15:25 Diperbarui: 8 Agustus 2017   15:30 63 2 1
Puisi | Api yang Melawan Samudera
Pexels.com

Pertama kali langsung merasakan

Ada kesamaan dengan terdahulu

Aku seperti melihat tubuh itu. Pandangan sayu menusuk kalbu

Takdir sepertinya mengiring pada rangkaian kata

Tak perlu susah mengeja. Rangkaian huruf itu begitu menggetarkan dada


Rangkaian huruf pertama telah berlalu

Perlahan berlari membawa tubuhnya. Mencari api yang lain

Sementara bara yang ada di sini harus berjuang sendiri

Menunggu seseorang menghampiri


Yang kedua hari ini ia datang. Menengok bara

Kemudian tersenyum. Seperti yang dulu

Pandangan sayu itu

Membangunkan bara yang hampir padam

Jilatan api ini tak mungkin hanya diam


Di daerah asalnya, tanah ia berpijak

Tak yakin sampai kesanakah hati ini berdetak

Aku harus mengarungi samudera. Musuh bara yang menjilat-jilat

Baraku akan padam, atau malah membesar oleh tiupan dewi kelana


Tapi aku masih perlu perahu. Membelah air yang membentang

Karena pukulan Musa tidak lagi datang

Perahu pembawa selamat. Tuhan pemberi nikmat