Nazaruddin dan Ahmad Fathanah Sama Sukses Beda Gaya

09 Mei 2013 08:17:18 Dibaca :

Nazaruddin dan Ahmad Fathanah Sama Sukses Beda Gaya

Oleh: Astocha Abdurrahman

Nazaruddin dan Achmad Fathanah sama suksesnya. Sukses menggoyang partai dan orang yang dia dekati.

Keduanya berhasil merontokkan Ketua Umum Partai. Nazaruddin sukses merontokkan Anas Urbaningrum dari Ketua Umum Partai Demokrat. Sama, Ahmad Fathanah berhasil menggulingkan Luthfi dari Presiden Partai Keadilan dan Sejahtera.

Nazaruddin sukses merontokkan Angela Sondakh mantan aleg Demokrat menjadi terpidana, Andi Malarangeng mantan anggota Dewan Pembina Demokrat menjadi tersangka. Anas Urbaningrum tersangka dan mengembalikan Mobil mewahnya. Sama juga, Ahmad Fathanah sukses menjebloskan Luthfi Hasan tersangka, mobil tersita. Fathanah juga sukses menjadikan Ayu Azhari harus mengembalikan Rp 37 juta. Menjadikan tersita mobil dan gelang jam Vitalia Shesya , Mobil Sefty Sanustika (istrinya) tersita, juga mobil dan gelang jam Tri Kurnia artis ndangdut . Disusul sukses tersitanya 5 mobil DPP PKS, satu mobil yang atas nama Luthfi.

Nazaruddin sukses membuat Andi Malarangeng mengembalikan uang ke KPK Rp 5 milyar yang sudah diterima adiknya. Achmad Fatanah, mengembalikan langsung Rp 990 juta ke KPK karena belum sempat diterima Luthfi.

Sedang bedanya?

Nazaruddin dan korbannya menggarong duwit Negara ( ingin tahu berapa duwit Negara sekarang, lihat RAPBN 2013), sedang Ahmad Fathanah cari duwit dari orang-orang swasta.

Bedanya lagi, Nazaruddin, berkoar-koar cukup lama baru direspon KPK, tetapi Ahmad Fathanah banyak diam, tahu-tahu KPK menyita ini itu.

Jadi beda gaya tetapi mereka berdua telah sukses. Sekarang kita tunggu proses hukumnya.

Tetapi mereka berdua adalah muslim, maka semoga Allah mengampuni saya, mereka berdua, dan orang-orang yang tersangkut perkara.

Astocha Abdurrahman

/amilzakat.com

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Ada saat kompetisi, ada saat sinergi
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?