Agus Kusdinar
Agus Kusdinar Wiraswasta

Hanya orang biasa yang datang dari Desa

Selanjutnya

Tutup

Kabar Mundur Setelah Kalah dari Mitra Kukar

15 Juli 2017   23:32 Diperbarui: 15 Juli 2017   23:53 118 1 0


Bertandang ke Tenggarong (Stadion Aji Imbut) Persib di jamu Mitra Kukar kembali menuai hasil buruk dengan skor tipis 2-1, padahal sebelumnya sudah unggul 1-0, lewat gol Billy Keraf setelah menerima umpan Rafhael Maitimo, tetapi tidak berlangsung lama di akhir babak pertama Mitra Kukar bisa menyamakan kedudukan lewat titik pinalti (Marclei Santos) setelah Vladimir Vujopic di anggap tangannya menyentuh bola.

Menurunkan tempo dan cenderung bertahan, di mulai setelah Persib unggul 1-0, berlanjut ke babak ke 2, dan gol ke-2 kembali terjadi, setelah Essien keluar di gantikan Hariono dan sekor berubah menjadi 2-1 sampai peluit babak kedua berakhir, yang sebelumnya ada insiden sehingga permainan di berhentikan beberapa menit, karena Matsunaga di anggap di langgar di dalam kotak terlarang, sehingga menimbulkan reaksi protes dari Official Mitra Kukar, tetapi pinalti tetap di lanjutkan, sayangnya Rafhael Maitimo tidak bisa memanpaatkan kesempatannya untuk menyamakan kedudukannya, sehingga Persib pulang dengan tangan kosong.

Menurut sumber (Bobotoh.id) usai selesai pertandingan saat jumpa pers Coach Djanur dengan tekad bulat ia mengatakan akan mengundurkan diri sebagai Pelatih Persib, tetapi hal ini hanya manajemenlah yang akan memutuskan, beliau hanya sebatas pengajuan, setelah sebelumnya Coach Djanur sempat mengundurkan diri tetap di tolak manajemen.

Sebelumnya beliau mengatakan "bahwa kesalahannya tidak bisa mendapatkan Striker sejak awal kompetisi", sehingga Persib sampai saat ini bertengger di posisi papan bawah dan tidak sesuai dengan skuad yang di huni pemain bintang.

Djanur yang melegenda di tim Persib Bandung, karena beliau karirnya di mulai dari Pemain, Assisten Pelatih sampai jadi Pelatih Persib Bandung hampir lima tahun, dan mempersembahkan 5 tropy, sekaligus juara Liga Indonesia tahun 2014, tetapi mungkin massa kejayaannya sudah habis karena di lihat dari segi permainan klub peserta Liga 1 lebih baik dari tahun 2014, terutama dari kursi pelatih, banyak pelatih asing baru  yang merumput di Liga 1 yang lumayan berkualitas, sehingga pelatih lokal terlihat prestasinya terseok-seok contoh lain pelatih Semen Padang Nil Meizar yang tahun sebelumnya memiliki prestasi yang lumayan bahkan pernah menangani Timnas, tetapi di Liga 1 Semen Padang bertengger di papan bawah.

Persaingan di Liga 1 semakin ketat, perbaikan demi perabaikan harus secepatnya sebelum menjadi penghuni zona degradasi, karena mimpi buruk jika sampai terlempar dari kompetisi kasta tertinggi Liga di Negeri ini, karena Persib merupakan tim yang menghangatkan kompetisi yang berada di Indonesia, apa jadinya jika Liga Indonesia tidak ada tim yang melegenda sebesar Persib, yang memiliki sejarah cukup panjang sejak tahun 1933.

Pertandingan menyisakan 2 kali pertandingan dengan menjamu Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan terakhir akan di jamu oleh Perseru Serui. Sisa permainan tandang dan kandang, raihan poin cukup berarti untuk modal mengakhiri setengah musim Liga 1, jika poin itu hilang, Persib semakin sulit untuk menembus papan atas, kemungkinan berada di garis merah.

Evaluasi menyeluruh harus di lakukan oleh Manajemen di mulai pemain sampai pelatih jika ingin berkompetisi di Liga 1, karena jika berleha-leha, target juara hanyalah mimpi, lebih baik fokus keluar dari zona degradasi sebelum terlempar ke Liga 2, karena jika itu terjadi merupakan mimpi buruk bagi tim Persib sendiri bahkan Bobotoh yang merupakan suporter terbesar di Negeri ini, dan mungkin di luar suporter Persib Bandung sendiri berharap demikian.