Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... Wiraswasta - “Besar, ternyata ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar, super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : FM Al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Observe and be Observed

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Garuda Mau Bayar Pajak Moge Selundupan 50 Juta, Kemenkeu Naik Pitam

5 Desember 2019   22:04 Diperbarui: 6 Desember 2019   04:01 12748
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ada saja cara Direktur Utama (Dirut) Garuda menyalurkan bakat atau hobi mereka, ada yang senang mencari keuntungan sebesar-besarnya dari proyek kerjasama pembelian pesawat hingga hobi koleksi barang antik.

Baru saja KPK merampungkan 35 bulan berkas penyidikan kasus pencucian uang mega proyek pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce untuk PT Garuda Indonesia yang melibatkan Dirut Garuda Indonesia sebelumnya, Emirsyah Satar, kita dikejutkan kembali oleh aksi Dirut Garuda lainnya yaitu I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara. 

Ari Ashkara dan teman Direksi dan para istri serta rekan sejawat (total 21 orang) yang tiba dari Perancis pada pertengahan November 2019 lalu (juga dalam pengadaan armada pesawat Garuda Indonesia, Airbus A330 -900 Neo) ternyata tak kalah hebat, bikin heboh negara.

Terbang langsung dari "markas" Airbus di Toulouse Perancis pesawat itu membawa 21 penumpang itu tiba dengan selamat di Cengkareng langsung merapat ke Garuda Maintenance Facility atau GMF pada 17 Nopember 2019. Sebagaimana ditemukan dalam berbagai sumber, ke 21 penumpang di dalam pesawat itu adalah :

  1. Alberto Blanco Lopez
  2. Diah Seruni Rizqiana Wulansari
  3. Etty Rasfigar
  4. Heri Akhyar (Direktur Capital Human)
  5. I Gusti Ayu Rai Dyana Dewi
  6. I Gusti Ngurah Askhara (Direktur Utama Garuda
  7. Iwan Joeniarto (Direktur Teknik dan Layanan Garuda)
  8. Joe Surya
  9. Judis Priastono Utama
  10. Laurent Jean Yves Godin
  11. Lokadita Sedimesa Brahmana
  12. Martha Emyua Taurisia
  13. Mohammad Iqbal (Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha)
  14. Muhammad Fuad Rasyidi
  15. Nova Wijayanti Ponardi
  16. Ratih Agustanti
  17. Retno Bayusari Sukradewi
  18. Satyo Adi Swandhono
  19. Simon Theo Pimpin Nainggolan
  20. Sugiono
  21. Widyasih Tumono

Selain membawa penumpang dan koper penumpang terdapat juga 18 kotak di dalamnya. Setelah diperiksa oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ternyata isinya wow, 2 unit sepeda baru Brompton dan 15 kotak lagi berisi komponen sepeda motor Harley Davidson Type Electra Glide Shovelhead.

Gambar ilustrasi oleh penulis. Dok abanggeutanyo
Gambar ilustrasi oleh penulis. Dok abanggeutanyo
Bukan soal nilai atau harga tiga benda antik tersebut yang jadi masalah. Tetapi yang lebih besar dari itu adalah mereka pulang gratis termasuk membawa istri masing-masing dan beberapa koleganya. Terlebih lagi tindakan itu juga termasuk katagori penyelundupan meski nilainya (maksimal) 1,5 miliar.

Penyelundupan termasuk katagori tindakan pelanggaran berat, apalagi dilakukan oleh pejabat negara dan BUMN bahkan termasuk Direksi dan istri mereka. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat berang melihat peristiwa ini. "Pemilik koper dan kargo tidak menyampaikan dengan jelas (tertulis) apa isi kargo. Juga tidak menyampaikan secara lisan dengan benar apa isi kargo kepada pihak DJBC," ujarnya seraya menambahkan negara dirugikan bisa mencapai 523 juta - 1,5 miliar rupiah atas penyelundupan tersebut.

Pihak Garuda telah menjelaskan barang tersebut bukan milik Ari (melainkan milik awak maskapai) dan bersedia membayar uang pajak dan bea masuknya senilai Rp 50 juta rupiah, sebagaimana dilontarkan oleh Ikhsan Rosan,vice presiden corporate Garuda Indonesia pada 3 Desember 2019 lalu. 

Tindakan pajbat tinggi Garuda Indonesia itu justru makin memalukan karena kesannya melecehkan, seakan-akan cukup dengan bayar pajak sebesar 50 juta rupiah kasus selundupan moge ilegal itu langsung dingin dan beku kembali.

Benar saja, menanggapi hal tersebut ibu bendarahara negara, Sri Mulyani bagai tersulut kembali. "Barangnya kami rampas dulu" ujarnya di Kemenku pada hari ini (5/12/2019).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun