Mohon tunggu...
Zulfa Nurfajar
Zulfa Nurfajar Mohon Tunggu... Freelancer - longlive1984

semua hal tidak perlu menjadi baik-baik saja

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

KKN UPI: Pelaksanaan KMP di SDN Mekarsari 02

18 Oktober 2021   17:38 Diperbarui: 18 Oktober 2021   17:42 49 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Awal tahun 2020 lalu, Virus COVID-19 menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia. Hal ini menyebabkan terjadinya kerisauan terhadap masyarakat. Oleh karena itu Presiden memutuskan untuk membatasai kegiatan sosial di luar rumah. Pembelajaran sekolah baik SD, SMP, SMA, maupun pekerjaan yang mengharuskan di luar rumah diberhentikan selama 2 minggu guna mencegah terjadinya penularan yang lebih cepat.

Namun, libur selama 2 minggu itu menjadi awal mula keadaan yang disebut sebagai learn from home atau work from home. Kegiatan belajar mengajar yang seharusnya berlangsung di sekolah menjadi kegiatan yang berlangsung di rumah. Kegiatan pun dilaksanakan secara daring dengan menggunakan jaringan internet dan alat komunikasi lainnya seperti laptop, handphone, dan sebagainya.

Pembelajaran jarak jauh ini memiliki banyak kendala dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Ada banyak kekurangan dalam pelaksanaannya, mulai dari teknologi yang tidak memadai bagi orang tua yang sulit memahami teknologi saat ini, tidak adanya pemasukan ekonomi sehingga tidak mampu untuk membeli gawai, dan hal ini menjadi kurang efektifnya kegiatan belajar mengajar secara daring.

Pada tahun 2020 lalu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim membuat sub-program baru, yaitu Kampus Mengajar Perintis. Kampus Mengajar Perintis adalah salah satu program Kampus Merdeka. Kegiatan ini melibatkan mahamurid dari berbagai kampus dengan latar belakang baik pendidikan maupun non-pendidikan untuk membantu kegiatan belajar di sekolah, khususnya sekolah dengan akreditasi yang rendah.

Tujuan diadakannya program Kampus Mengajar Perintis adalah untuk membantu pembelajaran di masa pandemi terutama dalam penguatan pembelajaran literasi dan numerasi. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih dua setengah bulan.

Salah satu sekolah dasar yang terdampak akibat adanya pandemi ini adalah SDN Mekarsari 02, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Sekolah ini mengalami kesulitan dalam menghadapi pembelajaran jarak jauh yang disebabkan beberapa faktor, terutama dalam hal motivasi murid dalam belajar.

Untuk hal itu kegiatan KMP ini pun dilaksakan di SDN Mekarsari 02 dalam membantu sekolah dasar yang kesulitan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring maupun luring. Dengan pembagian jadwalnya, yaitu tiga hari dilaksanakan secara luring dan dua hari dilaksanakan secara daring.

Pembelajaran yang dilakukan secara luring memiliki program, yaitu meningkatkan literasi dan numerasi. Hal ini disebabkan masih adanya murid yang belum mahir membaca secara lancar padahal murid tersebut sudah tingkat kelas 3. 

Program literasi membaca biasanya dilakukan selama 30 menit setiap pertemuannya. Terkadang membaca buku yang sama untuk semua murid, dan terkadang membaca buku yang berbeda sesuai dengan yang menarik bagi murid tersebut. 

Untuk murid yang belum mahir membaca ada jam tambahan setelah pulang sekolah selama 15 menit. Waktu tambahan ini dilakukan agar mahamurid dapat fokus pada murid yang belum mahir.

Adapun program lainnya yang dilaksanakan pada pembelajaran, yaitu peningkatan numerasi. Seperti pada murid umumnya yang tidak menyukai mata pelajaran matematika, disini pun ada beberapa yang tidak menyukai pelajaran tersebut. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan