Fransiskus Imzen S.
Fransiskus Imzen S. profesional

Nimbrung di sela aktivitas sebagai Lawyer (Peradi)

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Artikel Utama

Ahok dan Teori Abraham Lincoln

30 Agustus 2013   14:53 Diperbarui: 24 Juni 2015   08:36 6115 4 2

Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) Wakil Gubernur DKI ("Wagub") yang lagi menjabat berasal dari Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung Timur. Memasuki kancah politik di tahun 2003 karena pernah mengalami perlakuan sewenang-wenang dari pejabat dan keinginan untuk membantu rakyat kecil di kampungnya. Ahok meyakini bila ingin MELAKUKAN PERUBAHAN terhadap kondisi tersebut harus masuk ke dalam kekuasaan. Namun, menurut Ahok rakyat sudah tidak percaya kepada mereka yang berada di dalam kekuasaan. Dan rakyat pun tidak percaya juga dengan orang-orang yang berada di luar kekuasaan yang mau masuk. Karena toh begitu masuk dalam lingkaran kekuasaan akan sama saja dengan mereka yang berada dalam lingkaran kekuasaan yang sudah tidak dipercaya rakyat. Akan melupakan kepentingan rakyat.



Bagi Ahok kenapa orang-orang yang telah menjabat setelah habis masa kerja tidak terpilih lagi, karena mereka terjebak dengan cara berpolitik orang-orang yang sedang berkuasa yang sudah tidak dipercaya lagi oleh rakyat yaitu menggunakan politik uang. Meminjam uang lalu membagi-bagi sembako, bagi-bagi uang, bagi-bagi kaos seperti yang biasa dilakukan mereka yang mau jadi pejabat.

Teori Abraham Lincoln

Nah untuk memecah kebuntuan ini Ahok berpedoman pada Teori Abraham Lincoln yang mengatakan bahwa kalau mau menguji karakter sejati seseorang berikan dia kekuasaan (lihat: kutipan terbaik Teori Abraham Lincoln angka 12 di bawah). Hal ini terungkap dari rekaman wawancara Ahok di  https://ahok.org/tentang-ahok/siapa-ahok. Ahok meyakini rakyat perlu pemimpin yang teruji.Karena itu Ahok ingin berkiprah di dunia politik dan membuktikan bahwa ia adalah salah seorang yang teruji. Salah seorang yang patut dipertimbangkan untuk berkiprah di lingkungan kekuasaan. Ahok berkeinginan masuk ke lingkungan kekuasaan semata untuk melakukan perubahan terhadap birokrasi yang korup.Tentu saja berkiprah di dunia politik dalam lingkup kekuasaaan, Ahok tidak akan  meniru cara-cara pemimpin yang lagi berkuasa. Cara memimpin Ahok terinpirasi dari Teori Kepemimpinan Araham Lincoln. Di bawah ini adalah kutipan terbaik Teori Abraham Lincoln mengenai kepemimpinan :

1.      Selalu diingat bahwa tekad Anda untuk sukses adalah lebih penting dari yang lainnya.

2.      Seperti kasus kita adalah baru, kita harus berpikir dan bertindak baru.

3.      Pastikan Anda meletakkan kaki Anda di tempat yang tepat, lalu berdiri teguh.

4.      Jangan khawatir bila Anda tidak diakui, tetapi berusaha untuk layak mendapat pengakuan.

5.      Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, tidak binasa dari bumi.

6.      Dia memiliki hak untuk mengkritik, yang memiliki hati untuk membantu.

7.      Saya tidak berpikir banyak orang yang tidak bijak hari ini daripada kemarin.

8.      Saya melakukan yang terbaik yang saya tahu bagaimana - yang terbaik yang saya bisa; dan maksud saya untuk terus melakukannya sampai akhir.

9.      Aku berjalan perlahan, tapi saya tidak pernah berjalan mundur.

10.  Saya akan mempersiapkan dan suatu hari kesempatan saya akan datang.

11.  Jika ada sesuatu, bahwa manusia dapat melakukannya dengan baik, saya katakan biarkan dia melakukannya. Beri dia kesempatan.

12. Hampir semua orang bisa menghadapi kesengsaraan, tetapi jika Anda ingin menguji karakter seseorang, beri dia kekuasaan.

13.  Orang-orang ini meminta hanya hal yang sama, keadilan, dan keadilan saja. Ini, sejauh yang berkuasa, mereka, dan semua orang lain, harus memiliki.

14.  Apapun Anda, jadilah yang terbaik.

15.  Anda bisa membodohi semua orang untuk beberapa waktu, dan beberapa orang sepanjang waktu, tetapi Anda tidak bisa menipu semua orang sepanjang waktu.

16.  Anda tidak dapat membangun karakter dan keberanian dengan mengambil inisiatif seorang pria dan kemerdekaan.

17.  Anda tidak bisa lepas dari tanggung jawab hari esok dengan menghindari hari ini.



Menjadi Tokoh Anti Korupsi

Terjun ke dunia politik pada tahun 2003 tidak menggunakan politik uang, hanya 97 (sembilan puluh tujuh) orang yang memilih. Baru pada pemilu 2004 terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009, itupun tetap dengan prinsip tidak menggunakan politik uang. Selama menjabat sebagai anggota DPRD berhasil menunjukan sebagai pejabat yang "bersih", anti korupsi dan KKN. Mendengarkan dan mengatasi keluhan masyarakat dengan langsung memberikan no. HP pribadi.

Dengan metode politik yang tidak biasa yaitu menanggapi keluhan atau permasalahan rakyat dengan memberikan nomor HP pribadi, salah satu kunci sukses Ahok ikut Pilkada sebagai calon Bupati Belitung Timur pada tahun 2005. Tanpa politik uang, ia secara mengejutkan berhasil mengantongi suara 37,13 persen dan menjadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010.

Masyarakat memilih Ahok karena terbukti berbeda, teruji. Anehnya lagi ketika itu Ahok tidak memiliki jadwal kampanye, hanya duduk diam di rumah. Tidak ada acara bagi-bagi kaos seperti yang biasa dilakukan para calon. Selama enam belas bulan menjabat sebagai Bupati antara lain berhasil memberikan jaminan kesehatan dengan bekerjasama dengan PT. ASKES..

Menurut Ahok jika berpolitik dengan keberanian dan kejujuran, maka Indonesia ke depan akan menjadi bangsa yang besar dan disegani dengan rakyatnya yang makmur sejahtera. Salah satu tindakan nyata Ahok dalam pencegahan korupsi pada pelaksanaan penerimaan CPNS tahun 2006 di Belitung Timur. Ketika itu Ahok masih menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Ahok membuat kebijakan hasil tes CPNS diumumkan dengan menyertakan pengumuman perolehan nilai atau skor seluruh peserta, sehingga transparan.

Potilik Bersih, dan Transparan, yang ditunjukkan Ahok ketika duduk sebagai anggota DPR terlihat pula dalam usahanya ketika menggagas aturan pembuktian terbalik atas asal-usul harta kepala daerah hingga aparat setingkat lurah, agar dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang Pemerintahan Desa serta pemilihan Kepala Daerah.

Kalau diteliti Undang-undang No.8  Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), pendapat Ahok ada benarnya. Undang-undang No.8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada Pasal 77 mengatur, terdakwa wajib membuktikan harta kekayaannya bukan merupakan hasil tindak pidana di persidangan. Kemudian, Pasal 78 UU TPPU mengatur agar hakim memerintahkan terdakwa membuktikan harta kekayaan dimaksud yang dengan cara mengajukan alat bukti yang cukup. Jadi, tidak salah Gerakan Tiga Pilar Kemitraan menobatkan Ahok sebagai Tokoh Anti Korupsi pada tahun 2006. Salam.

Artikel lain:

Menelisik Integritas Ahok Soal Tuntutan Kenaikkan  Upah Buruh