Mohon tunggu...
zamsul bakhri
zamsul bakhri Mohon Tunggu... Auditor - Planter

Seorang planter, menghabiskan waktu bersama matahari

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Mengunjungi Desa Wisata Religi di Gorontalo

21 Mei 2019   14:51 Diperbarui: 21 Mei 2019   15:11 575
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pemandangan dari puncak Bongo (sumber : yotama-gorontalo.blogspot.com)

Kehidupan masyarakat Indonesia erat kaitannya dengan kehidupan beragama. Di beberapa daerah terdapat banyak lokasi yang dijadikan tempat wisata rohani seperti Kampung Mahmud di Bandung, Sendangsono di Kulonprogo dan Buntu Burake di Kabupaten Tana Toraja. Tempat-tempat tersebut mengedepankan pengalaman rohani bagi para pengunjung yang berziarah.

Di Gorontalo sendiri juga terdapat destinasi wisata religi. Jadi, jika berkesempatan berkunjung ke Gorontalo, cobalah mengunjungi Desa Wisata Bongo. 'Bongo' sendiri dalam bahasa Gorontalo berarti buah kelapa. Namun jangan beranggapan dengan berkunjung ke Desa Wisata Bongo sama dengan berwisata ke kebun kelapa. Desa ini memang terletak di tepian pantai dengan tumbuhan khasnya, kelapa, namun persentase tanaman kelapa didaerah ini tidak terlalu banyak, mata pencaharian mayoritas masyarakatnyapun adalah nelayan.

Desa Bongo dahulunya bernama Bubohu yang oleh pemerintah Provinsi Gorontalo namanya dirubah menjadi Desa Wisata Bongo dan ditetapkan sebagai desa wisata religi.

Desa adat ini juga dikembangkan menjadi sebuah pesantren alam yang didirikan oleh Yosep Tahir Ma'ruf yang lebih dikenal dengan sebutan Yotama. Pesantren ini didirikan untuk menunjukan pada manusia bahwa alam dapat memberikan pelajaran bagi manusia baik dari sisi ilmiah maupun agama. Yang unik dari pesantren ini yaitu para santrinya. Santri yang ada bukanlah para santri layaknya pesantren pada umumnya melainkan hewan, tumbuhan dan benda-benda mati di sekitar alam pesantren tersebut.

Jadi, selain dapat belajar mengenai psikologi Islam dan sejarah kerajaan Gorontalo, landscape yang ada juga memanjakan mata dengan pemandangan laut yang indah. Di tempat ini pula, kita bisa berinteraksi dengan burung-burung dara yang selalu menyambut ramah pengunjung.

Hal pertama yang ditemui pada saat memasuki area ini yaitu adanya fosil-fosil kayu yang diletakkan secara rapi di atas permukaan tanah. Fosil-fosil kayu ini menggambarkan guratan perjalanan alam Gorontalo. Disebelahnya terdapat papan informasi mengenai keberadaan fosil tersebut, sehingga informasi yang diperolehpun cukup lengkap.

Fosil Kayu (sumber : daisyjuliaaa.blogspot.com)
Fosil Kayu (sumber : daisyjuliaaa.blogspot.com)

Masuk lebih kedalam, kita akan menemukan sebuah tempat bernama Maa Taduwolo, yaitu sebuah tempat yang menyimpan berbagai macam literatur mengenai sejarah Kerajaan Gorontalo.

Dilingkungan pesantren ini kita juga akan menemukan gubuk khas Gorontalo yang berjajar rapi yang disebut Wambohe yang didepannya terdapat kolam renang dengan air yang jernih dan ruang terbuka yang dapat digunakan untuk beristirahat. Selain itu terdapat bangunan kayu berbentuk wadah atau biasa disebut Toyopo, yang oleh masyarakat sekitar dipergunakan pada saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW untuk menyimpan aneka jenis jajanan.

Tak jauh dari dari lingkungan pesantren, terdapat sebuah masjid yang terletak di puncak bukit Desa Bongo. Masjid ini diberi nama Masjid Walima Emas karena empat kubah pada setiap sudut di masjid tersebut dibuat berlapiskan emas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun