Mohon tunggu...
Zairiyah kaoy
Zairiyah kaoy Mohon Tunggu... Penulis - Hipnoterapis, penulis buku seberapa kenal kamu dengan dirimu, bahagia dengan pemetaan pikiran.

Manusia sulit berpikir positif mengenai orang lain ketika ia berada pada muatan emosi negatif yang sangat kuat.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Toxic People Menular dan Berbahaya

7 April 2021   11:40 Diperbarui: 7 April 2021   13:46 995
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi toxic people. Sumber: Shutterstock via KOMPAS.COM

Toxic people adalah orang yang menyebarkan berita yang sifatnya meracuni dan berasal dari pemikiran yang negatif dan bersifat mematikan nama baik seseorang. 

Perilaku toxic ini sangat membahayakan dan membunuh karakter seseorang hingga tidak berdaya. Dengan berbagai trik dan sistem agar racunnya dapat memasuki teman bicara dan menghancurkan sasarannya.

Toxic people ini banyak beredar di masyarakat dan selalu berada di kerumunan massa maupun orang perorang. Pada dasarnya toxic people ini adalah orang-orang yang tidak mudah merasakan kebahagiaan, merasa diri lebih baik dari orang lain dan cenderung meremehkan kemampuan orang lain. 

Sulit untuk meminta maaf bila bersalah dan merasa bahagia ketika sudah berhasil membuat orang lain terkucil dari lingkungannya.

Ciri toxic people ini adalah: iri, dengki, penghasut, tidak senang melihat orang lain bahagia, senang memfitnah dan menyebarkan fitnah terhadap orang yang tidak bersalah, narsis, tidak dapat merasakan kebahagiaan, membenci dan pendendam. 

Perilaku beracun ini mampu membuat orang baik menjadi tidak baik karena telah teracuni oleh perkataan yang tidak akurat dan tanpa bukti. Toxic people akan merasa sangat bangga telah berhasil menghancurkan hidup seseorang dari nama baiknya.

Perilaku toxic ini sangat merugikan dan menyebabkan insecure bagi orang lain. Perasaan insecure ini membuat orang lain tidak menemukan lagi kebahagiaan hidupnya dan putus asa hingga membuat orang lain menutup diri dari kehidupan sosialnya. Membuat sasaran menjadi kehilangan motivasi diri hingga mengakhiri hidupnya.

Menurut ilmu neuroscience, perilaku toxic ini dampak dari innerchild, dimana rasa sakit dimasa lalu membuat mereka cenderung membalaskan perasaan mereka kepada orang lain yang tidak berdosa.

Kenangan yang terserap oleh kedua mata dan telinganya tersimpan diotak limbic dan terus tercetus ketika melihat orang lain bahagia, dipuja dan memiliki ketenangan. Memunculkan memori yang tidak enak dan bersifat negatif, mengakibatkan tegangnya bagian otak limbic mereka.

Tegangnya otak tersebut membuat segala informasi negatif bermunculan dari memori dan cenderung mengulas hal tersebut terus menerus. Aktivitas otak toxic people akan terus menerus seperti itu, efeknya mereka tidak mengerti bagaimana seharusnya bersikap yang baik dan apa saja manfaat kebaikan. 

Mereka hanya tahu isi kepalanya yang terus berputar mengatakan hal yang sama kepada siapapun yang ditemuinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun