Mohon tunggu...
Zain Ali Mughni
Zain Ali Mughni Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Berusaha menjadi baik di Era yg kurang baik

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Ukhuwah dan Persaudaraan

28 Oktober 2022   08:42 Diperbarui: 28 Oktober 2022   08:53 205
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Berdasarkan surat Al-Hujurat ayat 10, dijelaskan bahwa terdapat pembahasan tentang ukhuwah dan persaudaraan. Sebagaimana berikut:
إنمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Ukhuwah

Ukhuwah dalam bahasa Arab berasal dari kata “akha”, yang melahirkan kata selanjutnya yakni, “al-akh”, “akhu”. Dimana pada dasarnya berarti “memberikan sebuah”. Kemudian berkembang artinya menjadi “sahabat atau teman”, bagaimanapun kondisinya ia selalu bersama dan saling memahami satu sama lainnya. 

Dari makna dasar “memperhatikan” ini bahwa setiap insan yang bersaudara harus untuk selalu membantu dan memberi perhatian yang baik antar sesama. Kesimpulan definisi Ukhuwah adalah suatu bentuk persaudaraan yang dijalin atas dasar keyakinan dan keimanan bahwa setiap manusia harus saling mengingatkan pada sesama.

Ukhuwah identik dengan perkumpulan atau biasa disebut dengan majlis. Secara realitas sosial, ukhuwah sempat mengalami penurunan dikarenakan dampak pandemi covid-19. Setiap kegiatan yang ingin dilakukan dibatasi dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang melarang untuk mengadakan perkumpulan. 

Dari kebijakan pemerintah tersebut, muncul akibat yakni diantarannya turunnya persaudaraan sesama umat manusia. Maka atas dasar itulah, ukhuwah menjadi hal yang mesti dikedepankan demi menjaga dan menghadirkan silaturrahmi.

Sebagaimana pada zaman Nabi Muhammad, beliau selalu menerapkan ukhuwah pada sesama umat manusia. Contoh kecil berdakwah. Beliau berdakwah  untuk menyebarkan ajaran-ajaran Allah, disisi lain beliau juga melakukan ukhuwah, dengan diadakannya dakwah muncullah perkumpulan dan perkumpulan inilah yang disebut dengan ukhuwah. 

Di masa sekarang, orang-orang secar tidak langsung juga menerapkan ukhuwah, dengan cara berdakwah. Dikarenakan semakin tahun semakin modern, orang-orang berdakwah tidak hanya dengan perkumpulan disuatu tempat atau yang biasa disebut majlis.

Tetapi, orang-orang juga melalukakan ukhuwah dengan berdakwah secara online dengan memanfaatkan media-media dan digital-digital yang dapat digunakan. Tetapi, perlu diketahui orang-orang berdakwah tidak semuanya yang disampaikan itu benar, maksudnya adalah yang disampaikan itu tidak semuanya memiliki dasar dari Al-Qur’an dan Hadits. 

Ada juga yang menyampaikannya itu asal-asalan tanpa mendasari dengan Al-Qur’an dan Hadits. Untuk itu diharapkan kewaspadaan terhadap dakwah-dakwah yang disiarkan dalam media online, jika tidak waspada dapat menyebabkan kesalahpahaman dan itu dapat membahayakan terhadap diri sendiri maupun orang lain, karena kemungkinan dapat menyesatkan.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa ukhuwah pada masa Nabi Muhammad dengan masa sekarang terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaan yaitu sama-sama menyebarkan ilmu atau ajaran Allah dengan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Sedangkan, perbedaannya adalah Nabi selalu menyampaikan sesuatu itu berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, tetapi orang-orang yang berdakwah pada masa sekarang tidak semuannya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Ada juga orang yang menyampaikan sesuatu itu tanpa berdasar pada Al-Qur’an dan Hadits. Inilah yang menjadi Problem Islam Normatif dan Historis dalam Konteks Ukhuwah.

Persaudaraan
Definisi persaudaraan sama dengan pengertian dari ukhuwah yang bisa diartikan teman atau kerabat. Manusia itu adalah makhluk sosial, maksudnya adalah manusia itu membutuhkan bantuan terhadap sesama. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun