Mohon tunggu...
Yuza  Diana
Yuza Diana Mohon Tunggu... Manjadda wajadda

Manjadda wajadda

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Nikah Dulu atau Bahagiakan Orangtua?

11 Desember 2019   09:55 Diperbarui: 11 Desember 2019   10:12 7 0 0 Mohon Tunggu...

Nikah dulu atau bahagiakan orangtua.

Siapa yg tidak ingin menikah?

Rasanya tidak ada,menikah adalah suatu proses dalam kehidupan kita yg akan dilewati namu sering muncul pertanyaan yg mengusik, "kapan kita akan menikah"?

Bahagia kan orang dulu atau menikah dulu?

Pasti banyak diantara kamu yang dibuat dilema. Dengan krisis pemikiran seperti itu,memasuki usia 20an sudah bangak untuk memutuskan menikah baik itu perempuan maupn laki laki, untuk wanita umur 20 adalah hal yang matang untuk sebuah pernikahan. Bagi laki laki umur 20 ada sebahagian yg berpikir untuk meniti karir terlebih dahulu(mapan) dan ada juga sebahagian laki laki umur 20 yg bepikir adalah umur yg pas untuk menikah,banyak semple yg kita ambil dilpangan dan pengalaman anak anak atau teman teman saya yg baru lulus SMA memeutuskan untuk menikah, namun mungkin kamu dalam hati bertanya karena keputusan teman atau sahabat kamu itu kok berani sih nikah muda?

Jodo memang tidak ada yg tau dan duga siapa dan kapan datangnya, kebanyakan wanita selalu memasang standar tinggi untuk seorang pria salah satunya harus mapan atau pns.alih alih untuk mendapatkan kehidupan enak yang bahagia para wanita selalu berpatokan kemapanan itu adalah sebuah materi dari calon pasangan nya.

Urusan orantua untuk pernikahan

Ambil orang tua untuk masa depan anaknya, sungguh banyak dan baik tetapi mereka tidak terlalu mememtingkan igo dalam memebntuk karakter dan masa depan anak anak mereka seperti menikah,stady dan karir,

Menikah, menikah dalam hukum islam adalah sunnah mua'akad jadi, jika seorang anak sudah mengatakan ingin menikah kepada orangtua nya. Maka hukumnya wajib bagi orang tua untuk menikah kan anaknya.

Berdasarkan syariat islam dalam tuntunan cara pernikahan yg benar maka hukum menikah digolong kan dalam lima kategori yaitu wajib, sunnah, haram, dan mubah, hukum pernikahan tersebut dikategorikan berdasarkan keadaan dan kemampuan seseorang untuk menikah.

Sebagaiman dijabarkan dalam penejelasan berikut ini, 1.wajib pernikahan dapat menjadi wajib hukumnya jika seseorang memiliki kemampuan membangun sebuah rumah tangga atau menikah serta ia tidak dapat menahan dirinya dari hal hal yg dapat menejrumuskan nya keperbuatan zina.orang tersebut wajib hukumnya melaksanakan pernikahan karena dikhawatirkan jika ia tidak menikah melakukan perbuatan yang dilarang islam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN