Mohon tunggu...
RF K0mp4si4n4
RF K0mp4si4n4 Mohon Tunggu... Insinyur - Electrical Engineering

Yusuf Rafif - Hanya seorang manusia yang mencoba untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan kondisi

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Review Termostat Digital XH-W3002 (Termostat Mesin Tetas)

1 Februari 2022   18:21 Diperbarui: 5 Februari 2022   14:05 5228
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perbedaan sekilas tipe XH-W3001 dan XH-W3002 (sumber : aliexpress) 

Perhatikan juga input catu daya yang tertera. Pada versi input catu daya AC terdapat 2 versi nominal tegangan. Yaitu versi 220 V saja dan versi 110 -- 220 V. Tentunya versi 110 -- 220 V diklaim lebih andal karena mampu bekerja pada listrik yang mengalami tegangan rendah atau tidak stabil dibanding yang versi 220 V.

Fitur Tersembunyi

Alat ini juga memiliki fitur tersembunyi berupa reset pabrik. Reset pabrik bisa diakses dengan menekan ketiga tombol secara bersamaan selama 5 detik. Maka akan secara otomatis seluruh setingan baik mode, suhu terukur dan lain-lain akan kembali pada setingan pabrik.

Bisakah termostat ini dikombinasikan dengan komponen lain? misalnya dimmer untuk mengatur intensitas cahaya/panas pada alat pemanas? Jawabannya tentu bisa walaupun berdasarkan spesifikasi alat ini jenis outputnya adalah direct atau langsung. tapi saya sudah mencobanya dan tidak ada masalah. 

Pemasangan dimmer harus di jalur output beban, bukan di input catu daya termostat. Dengan adanya dimmer ini, daya yang dikonsumsi alat pemanas juga dapat ditekan.

Aplikasi Termostat XH-W3002 Pada Panel Pemanas Ruang Pengeringan 

Cara penyambungan Termostat dengan Dimmer(Sumber : Dokumen Pribadi) 
Cara penyambungan Termostat dengan Dimmer(Sumber : Dokumen Pribadi) 

Panel pemanas yang saya gunakan saat ini  dengan Termostat XH-W3002 sebagai kontroler utamanya untuk mendrive lampu halogen sebagai pemanas. Lampu halogen yang digunakan dengan kapasitas total 1300 Watt. Untuk pengaturan intensitas cahaya atau intensitas pemanasan, dipasanglah sebuah dimmer SCR 2000 Watt. 

Jalur input power termostat berasal dari MCB 1 fase 6A. Apakah tidak trip atau jeglek dikarenakan daya lampu halogen dan batas MCB sangat ketat/mepet? Jawabannya pada beberapa situasi Ya. Tapi nyatanya pemanas ini bisa berjalan dengan baik (gambar panel pemanas masih dirahasiakan untuk konten selanjutnya hehe)

Kelebihan

  • Harga murah (60 - 80 ribuan), fitur sederhana tapi sudah cukup untuk pemanasan, mudah dioperasikan bahkan oleh orang awam 
  • Pengendalian, pengukuran akurat, dan rentang suhunynya sangat lebar
  • Dapat dipasang pada RAIL DIN ataupun langsung pada permukaan benda menggunakan baut/paku ulir
  • Tersedia input catu daya versi tegangan AC dan tegangan DC, yang varian tegangan AC pun ada 2
  • Kapasitas maksimum cukup besar hingga 1500 W pada versi catu daya AC
  • Bentuk sederhana, ringkas dan mudah dipasang

Kelemahan

  • Mode pendinginan dengan fan/kipas tidak bisa bekerja dalam 1 termostat yang sama, harus dibantu dengan sebuah relay tambahan jika ingin berada dalam 1 termostat yang sama. Sementara relay juga harganya tidak murah (kalau yang ORI)
  • Untuk mengatasi kekurangan poin pertama fungsi pendinginan dapat ditangani dengan memasang 2 termostat dengan 1 termostat di mode pemanasan, dan termostat yang lain di mode pendinginan. Tapi otomatis ada cost lebih yang harus dikeluarkan
  • Tampilan suhu setingan dan suhu terukur berada dalam satu layar sekaligus tampilan modenya, sehingga terkadang pada penyetingan awal sedikit membingungkan

NB

Perbedaan print PCB pada dua model termostat XH-W3002 (Sumber : Dokumen Pribadi) 
Perbedaan print PCB pada dua model termostat XH-W3002 (Sumber : Dokumen Pribadi) 

Termostat tampak depan dengan warna merah pada print PCBnya (Sumber : Dokumen Pribadi) 
Termostat tampak depan dengan warna merah pada print PCBnya (Sumber : Dokumen Pribadi) 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun