Mohon tunggu...
Yusup Nurohman
Yusup Nurohman Mohon Tunggu... Penulis - We Love Learn Sociology

pengembara angkringan, masih mencari apa yang lebih dari sekadar materi mari bercengkrama di @yusufseo

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Sosial Harassment dan Pencegahannya yang Wajib Diketahui

23 Januari 2024   17:32 Diperbarui: 23 Januari 2024   17:41 429
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendahuluan

Sosial Harassment -- Di dunia yang semakin terhubung saat ini, istilah "pelecehan sosial" telah mendapat perhatian signifikan, terutama dengan meningkatnya penggunaan platform digital. Pelecehan sosial merujuk pada berbagai perilaku yang terjadi dalam pengaturan sosial, seringkali diperbesar oleh media digital, di mana individu mengalami interaksi yang tidak diinginkan dan berbahaya. Fenomena ini telah menjadi masalah kritis, yang menuntut pemahaman yang lebih dalam dan tindakan efektif untuk memeranginya.

Amplifikasi Digital Pelecehan

Munculnya era digital, khususnya media sosial, tidak hanya telah mengubah komunikasi tetapi juga menimbulkan bentuk baru pelecehan. "Pelecehan seksual di media" dan perundungan siber adalah contoh utama bagaimana platform digital dapat disalahgunakan. "Di awal tahun", kita telah melihat banyak contoh di mana tokoh publik dan individu biasa sama-sama menjadi korban pelecehan tersebut.

Implikasi Hukum

Secara hukum, banyak yurisdiksi mengakui keparahan masalah ini. Misalnya, "dipidana dengan pidana penjara" atau denda menjadi semakin umum bagi pelaku pelecehan online. Undang-undang seperti "transaksi elektronik pasal 27" sedang diterapkan untuk mengatasi kejahatan digital ini. Namun, tantangannya terletak pada sifat internet, di mana anonimitas dapat melindungi pelaku pelecehan.

Studi Kasus: Tokoh Publik dan Individu Biasa

Tokoh publik sering menjadi sasaran "pelecehan sosial", dengan setiap tindakan mereka dipantau dan terkadang disalahartikan. "Feryna dan Fadhil", tokoh terkemuka di bidang mereka, telah mengalami hal ini secara langsung. Bagi individu biasa, pengalaman ini bisa lebih menakutkan, karena mereka sering kali tidak memiliki sumber daya untuk melawan. "Selain itu", dampak psikologis pada korban bisa mendalam dan berkepanjangan.

Peran Media

"Dimana media" memainkan peran ganda dalam pelecehan sosial. Di satu sisi, "sebuah media" dapat menjadi alat untuk menyebarkan kesadaran dan dukungan bagi korban. Di sisi lain, itu dapat "malah menjadi tempat" di mana pelecehan dilakukan dan diperpanjang. Garis tipis antara kebebasan berekspresi dan pelecehan seringkali kabur, membuat regulasi menjadi masalah yang kompleks.

Memerangi Pelecehan Sosial

"Oleh karena itu", penting untuk menangani pelecehan sosial baik secara budaya maupun hukum. "Maka dari itu", kampanye kesadaran, undang-undang yang lebih ketat, dan sistem dukungan yang lebih kuat sangat penting. "Perilaku yang" merupakan pelecehan harus didefinisikan dengan jelas, dan tidak boleh ada ambiguitas dalam sistem hukum tentang apa yang merupakan perilaku yang tidak dapat diterima.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun