Mohon tunggu...
Yusuf Senopati Riyanto
Yusuf Senopati Riyanto Mohon Tunggu... Mahasiswa Doktoral Hukum UNPAD

saat ini sebagai buruh di perusahaan milik pemerintah.

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Antara Mataram, Pewayangan dan Lagu Om Iwan Fals

21 Oktober 2020   10:20 Diperbarui: 21 Oktober 2020   10:22 27 2 0 Mohon Tunggu...

Tabir gelap yang dulu hinggap lambat laun mulai terungkap,labil tawamu tak pasti tangismu jelas membuat aku sangat ingin mencari.

Apa yang tersembunyi di balik manis senyummu,apa yang tersembunyi di balik bening dua matamu, dapat kutemui, mengapa engkau tak pasti lalu aku coba untuk mengerti..

Tersebut diatas adalah lirik lagu: Antara Aku Kau Dan Bekas Pacarmu. Oleh Iwan Fals, salah satu Begawan musik Indonesia (INA) miliki saat ini.

Ada apa? ., Apa ada 'Hantu Blau'?

Belakangan Republik Indonesia (INA) 'ramai' dengan Omnibus Law UU Ciptakerja( UU Ciptaker).

Ini bagaikan 'Hantu Blau' di siang hari bolong (padahal siang tidak bolong, dan Hantu kapan saja, dimana saja, persis minuman bersoda. Ada dimana saja. Itu 'Hantu Blau'?). Aneh tetapi nyata.

Mungkinkah Pemerintah dan DPRRI Melupakan Suri Tauladan?.

Ada pengayom bijak atas dasar apa yang pernah INA alami dimasa lalu dan semua 'berputar' bagai sebuah 'roda', itulah dunia yang berputar.

Ada saat di 'Bawah' dan ada saat di ' Atas'. Bukan 'neko-neko'. Masih ingat pribahasa Jawa : Ing Ngarso Sun Tulodo-Ing Madyo Mangun Karso-Tut Wuri Handayani.

Mari kita lihat: Tut Wuri : Mengikuti dari belakang, Handayani: Memberikan motivasi (semangat) dan Moral.

Secara lengkap : Ing Ngarso Sun Tulodo- Ing Madyo Mangun Karso-Tut Wuri Handayani, memiliki harfiah kurang lebih : "Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan".

Apabila misal : Seorang guru atau pendidik pada saat didepan murid harus memberikan contoh yang baik dan bijak dalam segala hal khususnya perilaku.

Pada saat ditengah-tengah murid, mampu memberikan ide dan prakarsa. Dan pada saat dibelakang murid,  dapat memberikan semangat dan dorongan moral.

Kesimpulan dari pengertian tersebut adalah : Bahwa seorang presiden dan serta anggota DPRRI sudah seharusnya memiliki 3 sifat seperti yang terdapat dalam tiga kalimat tersebut. Apalagi UU Ciptaker mengandung hajat hidup orang banyak.

Mau Melihat Kisah: Panembahan Senopati, Gatot Kaca atau Shakuni dalam wiracarita Mahabhara? Melihat kisah yang mana? , atau tidak satu diantaranya?.

Senopati Ingalaga (yang artinya "panglima di medan perang"), kemudian , Senopati menjadi raja Mataram bergelar Panembahan. Menjadi Panembahan Senopati.

Shakuni atau Saubala. Dalam Kisah Mahabharata adalah seorang tokoh antagonis dalam wiracarita Mahabhara?., Atau Gatotkaca yang telah tewas seketika. Arwah Kalabendana kemudian melemparkan jenazahnya ke arah Karna. Karna berhasil melompat sehingga lolos dari maut. Namun keretanya hancur, tertimpa tubuh Gatotkaca yang meluncur kencang dari angkasa.

Akibatnya, pecahan kereta tersebut melesat ke segala arah dan menewaskan para prajurit Korawa yang berada di sekitarnya. Tidak terhitung banyaknya berapa jumlah mereka yang mati.

Mari Kita kembali membuka Sejarah, literatur lagu Indonesia yang Positif serta cerita Dunia Pewayangan, seiring dengan waktu, Kita terus belajar.

Tanpa adanya Suri Tauladan maka sama dengan 'Hantu Blau'. Semoga dibukakan nurani bagi pemerintah dan DPRRI.

Salam.
Yusuf Senopati Riyanto.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x