Finansial

Konsep Dasar Sistem Ekonomi Islam

11 Juni 2018   13:26 Diperbarui: 11 Juni 2018   13:45 708 0 0

Definisi ekonomi syariah

Menurut bahasa, kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos berarti kelurga atau rumah tangga sedangkan Nomos berarti peraturan atau aturan. Sedangkan menurut istilah yaitu menanjemen rumah tangga atau peraturan rumah tangga.

Menurut Abdul Mannan, ekonomi islam (syariah) merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai islam. Beberapa ahli definisi ekonomi syariah sebagai suatu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan dengan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas di dalam kerang syariah islam. Definisi lain merumuskan bahwa ekonomi syariah adalah ilmu yang mempelajari perilaku seorang Muslim dalan suatu masyarakat Islam yang dibingkai dengan syariah Islam.

Dengan fitrahnya, ekonomi syariah merupakan satu sistem yang dapat mewujudkan keadilan ekonomi bagi bagi seluruh umat. Sedangkan dengan ciri khasnya, ekonomi Islam dapat menunjukkan jati dirinya dengan segala kelebihan pada setiap sistem yang dimilikinya.

Dasar hukum dan tujuan ekonomi syariah

Dasar hukum ekonomi syariah

Landasan syariah

Ajaran islam memberikan jalan tengah yang adil untuk berbagai pasangan, antara lain dunia dan akhirat, antara rasio dan hati, antara idealism dan fakta, antara individu dan masyarakat. Ajaran islam mengacu pada berbagai sumber yang telah ditetapkan. Pertama, Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah sumber utama pengetahuan sekaligus sumber hukum yang member inspirasi pengaturan segala aspek kehidupan, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah [2]:2 "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa".

Selanjutnya dalam sSurah Ali Imran [3]: 138 Allah Swt. Berfirman: "(Al-Qura'an) ini adalah penerang bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa". Dengan menggunakan Al-Qur'an berarti manusia menjalani hidup dengan mengacu pada buku pedoman dari yang menciptakan manusia yang maha tahu tentang manusia.

Kedua, Hadist atau Sunah Rasulullah Saw, yang berarti cara, kebiasaan yang merujuk pada perbuatan (fi'il), ucapan (qaul), dan ketetapan (taqrir) dari Rasulullah. Al-Sunnah ini pada prinsipnya merupakan sumber hukum yang berisi tentang penjelas terhadap apa yang disampaikan dalam Al-Qur'an, dan beberapa aturan yang lain yang memang belum diatur oleh Al-Qur'an.

Landasan konstitusional

Secara historis-yuridis, kegiatan ekonomi syariah Indonesia khususnya, diakui secara yuridis sejak lahirnya UU No. 7 Tahun1992 yang kemudian diubah menjadi UU No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan. Selanjutnya pada atahun 2008 ditetapkan 2 (dua) UU, yakni UU No.19 tahun 2008 tentang SBSN ( Surat Berharga Syariah Negara) dan UU No.21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dalam penjelasan UU Perbankan Syariah, dijelaskan bahwa tujuan pembangunan nasional, sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republic Indonesia Tahun 1945, adalah terciptanya masyarakat adil dan makmur, berdasarkan demokrasi ekonomi, dengan mengembangkan sistem ekonomi yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan.

Tujuan Ekonomi Syariah

Falah sebagai tujuan hidup

Falah berasal dari bahasa arab, dari kata kerja aflaha-yuflihu yang berarti kesuksesan, kemuliaan atau kemenangan. Untuk kehidupan dunia, falah mencakup 3 pengertian, yaitu kelangsungan hidup, kebebasan berkeinginan, serta kekuatan dan kehormatan. Sedangkan untuk kehidupan akhirat , falah mencakup pengertian kelangsungan hidup yang abadi, kesejahtraan abadi, kemuliaan abadi dan pengetahuan abadi ( tafsir Al-Misbah).

Maslahah sebagai tujuan untuk mencapai Falah

Menurut Al-Syatibi, maslahah dasar bagi manusia terdiri dari 5 hal yaitu,Agama (al-din), jiwa (al-nafs), intelektual (al-aql), keluarga, keturunan dan kehormatan (al-nasl/al-irdh, material/kekayaan ( al-mal). Kelima hal tersebut merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi agar manusia dapat hidup bahagia dunia dan akhirat

Ruang lingkup ekonomi syariah

Ekonomi syariah bukan hanya merupakan praktik kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh individu atau komunitas Muslim yang ada, namun juga merupakan perwujudan perilaku yang didasarkan pada ajaran islam. Ia mencakup cara memandang permasalahn ekonomi, menganalisis dan mengajukan alternatif solusi atas pemasalahan ekonomi. Ekonomi syariah merupakan konsekuensi logis dari implementasi islam secara kaffah dalam aspek ekonomi.