Yusep Hendarsyah
Yusep Hendarsyah profesional

..................... Tetap Semangat...................

Selanjutnya

Tutup

Tekno

Startup dan Peluang Masa Depannya

10 Februari 2018   18:58 Diperbarui: 13 Februari 2018   06:20 512 0 1
Startup dan Peluang Masa Depannya
Sepuluh aplikasi yang sering diupdate, sumber DailySocial.id

Dasar Kudet alias Kurang Update !

Beberapa teman Kantor sedang keranjingan mengirimkan persyaratan peminjaman Dana tunai non bunga dengan cicilan yang sangat lama . Kemudahan ini seperti virus menyebar ke seluruh bagian dari lantai dasar hingga lantai yoga Kantor Kami. Apa yang dilakukan mereka sebenarnya adalah Salah satu contoh fintech aliasa financial technology. May perusahaan yang bergerak dibidang fintech ini sering disebut sebagai basil dari usaha star up sebagai perusahaan rintisan.

Perusahaan rintisan ini diartikan merujuk pada semua perusahaan yang Belum lama beroperasi.Wikipedia. Mungkin hanya sebagian kecil orang saja yang tahu apa itu perusahaan starup dan kenapa ini ada dan berkembang . Boomingnya starup dimulai ketika era dot.com mulai di mana saat bersamaan Banyak perusahaan berdiri. 

Sebagai orang biasa dan bukan pula sebagai orang kaya yang ingin berinvestasi di starup tentu saja tak terlalu mementingkan seberapa kuat perusahaan ini bisa bertahan. Padahal menurut Danny, Salah satu investor  laporan starup ini sangat membantunya until melihat gambaran Gatos besar perkembangan teknologi Dan ekosistem internet di Indonesia, sehingga dapat menjadi pedoman dalam mempertimbangkan keputusan Dalam berinvestasi.

Danny Wirianto sendiri juga sebagai CMO dari GDP Venture yang juga dikenal sebagai Angel Investor. Setiap  hari sebagai konsekuensi logisnya mereka wajib membaca laporan yang ada dan melihat tren investasi dari dalam maupun luar negeri, tapi laporan tahunan akan sangat ditunggu karena merupakan executive summary tentang pergerakan industri starup beserta ekosistemnya ditahun yang lalu beserta prediksi perkembangannya ditahun berikutnya.

Para Blogger Belajar Tentang Startup

Tahun 2018 baru saja bergulir dua bulan, ada space sebelum menentukan mana starup yang bisa diprediksi bertahan dan mana perusahaan yang akan diakuisisi. Lihatlah whatsap, gopay,kudo, dan lainnya selain mendapat suntikan dana yang sangat besar karena dibeli oleh perusahaan lainnya. Oleh karena itu saya tertarik dengan statement Danny yang mengatakan perusahaan startup itu paling lama 3 tahun berdiri. "banyak starup gulung tikar karena terlalu banyak mendengarkan advice advice yang tidak perlu"Ujarnya ketika ditanyakan kenapa starup tidak bertahan lama di Indonesia?

Suasana Acara Rilis Laporan Starup 2017 yang dihadiri media dan para blogger , lokasi Three Buns Senopati
Suasana Acara Rilis Laporan Starup 2017 yang dihadiri media dan para blogger , lokasi Three Buns Senopati

Saat ini, di Tahun 2018 menurut data dari DailySocial.id  sudah ada lebih dari 230 starup di negeri ini, bahkan 4 diantaranya berhasil menjadi star up unicorns, dengan nilai investasi  sebesar 1.6 s.d 2.8 Juta Dollar Amerika. Perkembangan ini tidak terlepas dari semakin banyak kebutuhan akan Gaya hidup digital di Indonesia. Dari bangun tidur sampai mau tidur kembali gadget plus internet selalu digenggaman tangan.


Kondisi perpolitikan di Indonesia baik menjelang pilkada serentak maupun pilpres 2019 setidaknya membawa perusahaan perilaku masyarakat kita. Penegasan aturan hukum dengan  penggunaan transaksi elektronik  (UU No 11 Tahun 2008) menjadi kita dewasa mana yang boleh dan mana yang tidak dibolehkan dalam beraktivitas di dunia Maya. Pertumbuhan startup di Tahun 2018 khususnya media akan tetap tumbuh, setidaknya itulah gambaran yang saya baca dari data olahan yang dikeluarkan oleh lembaga  DailySocial.id yang CEO nya adalah Rama Mamuaya.


Setiap tahun, lembaga yang dipimpinnya mencoba mengumpulkan semua informasi mengenai ekosistemnya industri teknologi di Indonesia dan mengemasnya dalam bentuk laporan singkat yang diharapkan bisa membantu para stakeholder untuk bisa melihat gambar besar pergerakan industri di Indonesia

Sebagai bangsa yang berpenduduk besar kombinasi penggunaan aplikasi internet yang sering digunakan adalah :

1. WhatsApp Messenger ;

2. Facebook; 

3.Instagram;

4.Line ;

5. Blackberry Messenger;

6.Facebook Messenger;

7.Shareit;

8.UC Browser;

9.Go-Jek;

10.Grab.

Kesepuluh aplikasi inilah yang selama ini menemani aktivitas kita sehari hari apalagi kepunyaan Facebook apps (WhatsApp,Facebook dan Instagram) Yang mendominasi 3 peranan.

Rilis Data mengungkapkan bahwa 4 starup unicorn adalah brand lokal
Rilis Data mengungkapkan bahwa 4 starup unicorn adalah brand lokal

Sementara itu Tokopedia dan Bukalapak sekarang menjadi Startup unicorn yang paling sering dicari orang apabila ingin belanja online selain dua lagi unicorn lainnya Go-jek Dan Traveloka. 

Bagi para investor baik lokal maupun luar ada baiknya mencermati laporan Starup 2017 untuk melihat pergerakan industri teknologi di Indonesia . Ada informasi berharga yang juga dibagikan kepada media dan para blogger yang diundang saat acara Rilis Laporan Starup 2017 Kamis lalu, di Three Buns Senopati Jakarta Selatan. Karena keterbatasan para investor bisa melihat data rilis laporan starup 2017 nya.

Sementara untuk Fintech masih akan tetap berkembang hanya saja akan ada kendala soal regulasi dari pemerintah Indonesia. Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangam (OJK) akan terus memantaunya sesuai aturan. Untuk 2018 Starup selain Fintech ada Media dan Kesehatan. Media trutama berbasis online akan terus eksis sementara di sektor Kesehatan atau medical kemudahan kemudahan akan didapatkan oleh masyarakat. Semisal sistem antrian pasien yang selama ini dikeluarkan masyarakat akan terbantu dengan adanya antrian online misalnya. Bahkan di Masa depan bisa saja ada aplikasi pendeteksi penyakit dari melihat tampilan wajah di layar gadget nya.

Kiri - kanan : CMO GDP Ventura dan Angel Investor Danny Eirianto dan CEO DailySocial.id Rama Mamuaya merilis Laporan Starup 2016 untuk memelihara pergerakan industri teknologi di Indonesia membagikan insight mereka mengenai starup di Tahun 2017 dalam acara Power Lunch :Staruo Review Now & Future
Kiri - kanan : CMO GDP Ventura dan Angel Investor Danny Eirianto dan CEO DailySocial.id Rama Mamuaya merilis Laporan Starup 2016 untuk memelihara pergerakan industri teknologi di Indonesia membagikan insight mereka mengenai starup di Tahun 2017 dalam acara Power Lunch :Staruo Review Now & Future

Kesimpulan yang saya sapat dari Startup Report 2017  :

1. Dalam satu bulan , 1 s.d 56.6 persen orang Indonesia menghabiskan uang 50 s.d 100 ribu rupiah untuk membeli paket internet. Uniknya waktu untuk mengakses  paket ini kebanyakan  menggunakan gawai di waktu siang hari  sementara malam hari menggunakan pc atau laptop.

2. Untuk mengirimkan surat atau paket, saya terkadang lupa jalan untuk ke kantor pos. Bisa jadi untuk sebagian orang demikian. Kemudahan  Go Send dan Grab  Express. Untuk memesan makanan saat ini Go Food sebagai alat utamanya,lalu Grab Food dan seterusnya. 

3. Setiap gawai orang  Indonesia  di dalamnya pasti tersemat  startup lokal semisal gojek,tokopedia,buka lapak, traveloka dan lainnya. Bukti orang kita lebih suka barang online produk lokal.  

4. Dari sisi Investor laporan DailySocial.id Startup 2017 ini menasbihkan rata rata adalah orang  lokal , meski beberapa karya anak bangsa ini sudah beralih kepemilikan.

Membaca laooran ini, saya yang diundang menjadi bangga akan anak bangsa, apalagi para foundernya  dari startup lokal  rata rata lulusan universitas negeri. Untuk referensi teman teman kompasianer yang ingin bergerak dalam bidang startup silahkan  download materinya di sini

Banggalah dengan karya anak bangsa, karena Electronic Commerce  (e commerce) akan selalu hadir dalam keseharian kita. Proses pembelian dan  penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik yang memanfaatkan jaringan komputer dan dilakukan secara  bijak akan menumbuhkan semangat para Investor untuk berinvestasi di perusahaan starup yang ada di negeri ini.