Mohon tunggu...
Yupiter Gulo
Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Dosen - Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar

|Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar|

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Strategi Mengelola Berita Hoax di Media Sosial

3 Agustus 2018   23:21 Diperbarui: 4 Agustus 2018   00:26 1605 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Strategi Mengelola Berita Hoax di Media Sosial
http://www.academicindonesia.com

Hoax atau konten negatif dalam media sosial telah menimbulkan "kegaduhan" dimana-mana, tidak saja di Indonesia tetapi juga dihampir seluruh dunia di muka bumi ini. Di Indonesia sendiri, beberapa tahun terakhir, secara publik dilihat "telah mulai meresahkan" masyarakat  karena berbagai dampak negatif yang dianggap merugikan bangsa dan negera Indonesia yang sedang membangun ini.

Walaupun belum ada hasil penelitian yang comprehensive tentang dampak Berita Hoax ini di Indonesia, namun seakan-akan ada kesepakatan umum bahwa Hoax harus dilawan karena merugikan kehidupan keberagaman dalam wilayah negeri Indonesia ini. Tetapi, tetap menjadi sangat relevan dan mendasar untuk bertanya "seberapa besar dan dahsyatkah dampak berita hoax ini merugikan di Indonesia?". 

Maksudnya adalah, jangan-jangan ini hanya kekhawatiran semata-mata saja  karena pemberitaan yang massif melalui media-media elektronik. Sebab, bila betul dianggap sangat merugikan, maka harus ada strategi khusus unutuk menghadapinya. Tetapi apabila tidak ada dan hanya perkiraan saja, sebaiknya, mulai sekarang harus dihentikan untuk mendramatisir efek dari berita hoax ini.

Efek Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pada tahun 1970-an, ketika Indonesia memasuki era pembangunan yang menerapkan industrialisasi, dengan pendekatan capital intensive ketimbang labou intensive, lalu muncul dampak yang sangat tidak diinginkan oleh masyarakat atau public. 

Efek penerapan industrialisasi di segala bidang waktu itu adalah munculnya fenomena pelacuran dimana-mana, sehingga meresahkan masyarakat. Dan tidak bisa dihindaripun polemic terjadi terus menerus ditengah-tengah publik. Lalu pertanyaannya apakah pelacuran bisa dihapuskan? Ternyata tidak juga. Sebab, itu menjadi bagian dari efek negative dari sebuah kemajuan.

Situasi yang dihadapi oleh Indonesia sekarang sama dengan yang terjadi saat tahun 1970an. Sekarang Indonesia sedang menghadapi revolusi dibidang Komunikasi, Teknologi dan Informasi. 

Sebuah situasi dimana media daring menjadi begitu terbuka, mudah, dan murah diakses oleh semua lapisan masyarakat, dengan berbagai latar belakang social ekonomi yang berbeda. Disana ada kebebasan yang sungguh luar biasa untuk memanfaatkan dan mencoba dengan segala macam gaya untuk ber social-media. Nyaris tanpa hambatan, sekat dan larangan.

Kebebasan mermedia-sosial menjadi sesuatu yang melekat dalam seluruh jiwa dan kepribadian masyarakat Indonesia. Dengan heterogenitas yang sangat tinggi ditengah tengah masyarakat maka kecenderungan untuk terjadi fenomena berita hoax, konten negative dan menyesatkan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Dan karena tidak bisa dihindari sesungguhnya berita hoax sesuatu yang tidak bisa dihapuskan dari eksistensi kehidupan manusia, sama dengan fenomena pelacuran sebagai efek penerapan industrialisasi pada tahun 1970an.

Mengapa tidak bisa dihindari karena komunikasi, bersosial media telah merupakan kebutuhan dasar manusia saat ini. Didukung pula oleh kemajuan bisnis dibidang teknologi informasi, internet dan berbagai kebutuhan digital yang sangat menentukan gerakan dan dinamika kehidupan manusia dalam membangun dan berkemajuan.

Strategi Mengelola Berita Hoax

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Media Selengkapnya
Lihat Media Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan