Yunika Umar
Yunika Umar karyawan swasta

mengamati segala yang bisa diamati dan diambil hikmahnya,:)

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Keseruan Pasar Atas Pasar Bawah di Bukittinggi

20 Desember 2014   06:11 Diperbarui: 17 Juni 2015   14:54 493 2 3
Keseruan Pasar Atas Pasar Bawah di Bukittinggi
14190053472034947106

Seiring dengan bertambahnya umur, ahem.., saat berkunjung ke suatu daerah, kunjungan ke pasar rakyat merupakan suatu keWAJIBan. Segala cara dilakukan supaya bisa berkunjung ke pasar di daerah tersebut. Biasanya untuk daerah yang baru pertama kali, saya akan menggunakan fasilitas google untuk mencari pasar terbesar di daerah tersebut.

Kenapa saya suka berkunjung ke pasar rakyat?


  1. Melihat beraneka ragam sayuran dan buah dengan warna yang bikin mata segar, benar - benar sesuatu yang bikin kangen
  2. Melihat penjual yang dengan keuntungan tidak seberapa, masih mau berbaik hati menambah melebihi timbangan. Dalam hal ini saya melihat, betapa mereka di pasar ini menjalani hidup dengan segala kebaikan dan tidak takut rugi, menjadi pelajaran tersendiri.
  3. Wisata kuliner. Pastinya di pasar rakyat banyak penjual makanan lokal yang kadang sudah jarang dapat ditemui.


Dari sekian banyak pasar rakyat dengan kesannya masing - masing, satu favorit saya adalah pasar ate pasar bawah (pasar di atas - pasar di bawah) yang terletak sangat dekat dari jam gadang di Bukittinggi.

Pasar ini begitu besar dan selalu ramai. Pada hari Rabu dan Sabtu yang terkenal dengan hari pasar, di pasar bawah dapat dijumpai para penjual makanan ringan dadakan. Makanan ringan yang sebenarnya tidak ringan ini menjual segala macam keripik dan cemilan khas Bukittinggi dengan harga miring. Walau harga yang diberikan sudah murah, tetap saja tawar menawar menjadi keseruan tersendiri bagi para pembeli dan penjual. Biasanya juga, makanan yang dijual disini dalam bentuk kemasan grosiran (lebih dari 1 bungkus).

Di bagian pasar atas, terdapat para penjual nasi kapau yang menjadi incaran para pecinta kuliner. Banyak terdapat penjual nasi kapau di pasar atas yang sejajar dengan jam gadang ini. Mereka sudah mulai menjajakan dagangannya dari jam 7 pagi hingga sore hari. Secara pribadi, saya sudah mencoba beberapa warung dan semuanya enak tanpa cela. Dan Uni para penjual nasi kapau yang biasanya sudah berumur ini, selalu berbaik hati menambah ini itu untuk icip - icip tanpa dikenakan biaya.

Di salah satu warung kapau di pasar atas inilah saya pertama kali berkenalan dengan gulai tambusu. Saat itu, standar saya kalau makan nasi kapau ya dendeng. Tapi entah kenapa, setelah melihat beberapa kali di beberapa restoran nasi kapau, usus yang besar, begitu menggoda memanggil nama saya. Saya yang saat itu bersama Mama dan beliau jago bahasa minang, minta sedikit untuk saya coba.

Potongan yang kecil membawa saya sepenuhnya menjadi seorang penggila tambusu. Usus yang diisi dengan telur dan dimasak dalam bentuk gulai benar - benar memberi cita rasa tersendiri. Saat dipotong, dapat dirasakan bumbu yang begitu meresap ke dalam telor. Saya pernah coba membeli di Jakarta yang berakibat pada kekecewaan karena kebanyakan penjual di sini mencampur tahu dan telor.

Alhasil, setiap kali saya berkunjung ke Bukittinggi, saya hanya mau makan tambusu. Kolesterol? hmm, sekali - sekali gak apa - apa lah ya,:)

Di pasar atas ini juga banyak terdapat penjual keripik, pakaian, bahan, mukenah khas Bukittinggi yang terkenal dengan sulamannya, selendang dengan sulaman, dan segala macam pernak pernik. Pasar atas sekarang ini kebanyakan berupa tenda - tenda non - permanen. Untuk urusan harga? Dijamin bikin panik deh karena murah.

Turun melalui janjang (tangga), sampailah kita di bagian pasar bawah. Tangga cukup curam, gak masalah saat turun tapi saat naik lumayan bikin jantung berdebar cepat. Di bagian bawah ini lah terdapat pasar rakyat tempat menjual bahan kebutuhan pokok.

Sensasi tersendiri saat masuk ke dalam pasar ini. Di bagian depan banyak terdapat penjual kembang dan segala kebutuhan untuk orang meninggal. Sementara di seberangnya banyak terdapat penjual buah. Di bagian dalam pasar ini, kita bisa menemukan penjual bumbu yang meracik bumbu di depan kita.

[caption id="attachment_384165" align="aligncenter" width="300" caption="Penjual Bumbu"][/caption]

Bumbu halus dan basah yang terlihat segar ini dibuat khusus oleh para penjual disini dan  mempunyai rasa yang dijamin enak. Kita tinggal sebut ingin masak apa, maka Uni akan dengan senang hati meraciknya. Kita bisa membeli untuk sekali masak atau untuk takaran berapa gram sesuai keinginan.

Penjual ikan asin, buah, kerupuk yang belum digoreng, keripik dan lain - lain semua dapat dijumpai di pasar bawah ini. Sebagai pendatang , terkadang saya pribadi merasa harga yang ditawarkan terlalu murah sehingga saya segan untuk menawar.

Walaupun jarak Bukittinggi - Padang memakan waktu sekitar 1 - 2 jam, tapi saya selalu menyempatkan diri untuk menginap di kota ini demi bisa berkunjung ke pasar ate pasar bawah. Syukur kalau bisa dapat hari pasar sehingga bisa menemukan keripik dengan lebih banyak ragam. Yang jelas, pasar disini begitu besar sehingga rasanya waktu gak akan pernah cukup untuk mengeksplorasi seluruh area disini.