Mohon tunggu...
yulianto liestiono
yulianto liestiono Mohon Tunggu... Freelancer - perupa

Lahir di Magelang. Pendidikan terakhir ISI (Institut Seni Indonesia )Jogjakarta. Tinggal di Depok

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

PERuPA di Tengah Covid-19

30 April 2020   17:21 Diperbarui: 30 April 2020   17:39 86
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Ditengah situasi sulit karena pandemi Covid-19, kehidupan seni rupa khususnya di Jakarta masih terus berdetak, mungkin saja lemah, mungkin saja tidak terlalu dapat dirasakan. Namun nyatanya detak jantung dunia seni rupa khususnya di Jakarta tidak pernah mati. Lihat saja walau kegiatan pameran konvensional banyak yang ditunda atau barangkali malah dibatalkan. 

Namun perupa terus berkarya di rumah masing masing, beberapa teman perupa berkirim khabar tentang kegiatan mereka dan ternyata ditengah masa sulit seperti ini, tetap melukis adalah menjadi  strategi jitu untuk menjaga kesehatan. Tidak hanya kesehatan fisik namun juga kesehatan jiwa.

Ternyata melukis dapat menjadi solusi untuk mengatasi kejenuhan, kebuntuan dan kehilangan asa. Ini tidak hanya berlaku pada seniman sebagai praktisi namun juga bagi mereka yang melukis sebagai hobi.  

Dalam situasi seperti ini sebagian perupa malah benyak yang menemukan sesuatu yang baru yang dapat memperkaya karyanya. Ada yang menemukan teknik baru ada yang menemukan materi baru ada pula yang meperbaharui pikiran atau konsepnya dalam berkarya. 

Tekanan Covid-19 akan menjadi daya kreatif yang luar biasa jika disikapi dengan benar. Tekanan covid-19 akan menghilangkan asa jika disikapi dengan takut, panik, tidak bersyukur dan semacamnya.

Dunia kesenian adalah sebuah cermin yang dapat digunakan untuk melihat seberapa kreatifnya sebuah masyarakat, seberapa kuat dan uletnya masyarakat dapat dilihat dari prilaku para senimannya, karena seniman pada dasarnya hanyalah menyerap apa yang mereka rasakan, mereka lihat dan pikirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya. Apa yang seniman ekspresikan tentu melalui sudut yang sangat subyektif namun prespektifnya tetap dari keadaan sekitarnya.

Edo Abdullah adalah salah satu tokoh penting dari kelompok PERuPA yang karyanya telah eksis di Jakarta. Karyanya banyak diminati pecinta seni. Dalam situasi seperti ini kegiatan Edo Abdullah dapat kita lihat dalam video diatas. 

Edo Abdullah sepertinya malah menemukan momen tepat untuk melukis. Sapuan sapuan kwas yang lebar menggambarkan semangat dan energi positif yang ingin ia tularkan ke pemirsanya.  

Detail garis garis yang sangat artistik ia sebarkan diberbagai sudut kanvas menjadi tanda banyak harapan dan kebaikan yang ada dalam pikiran dan perasaanya. Semoga semangat dan keindahan yang Edo sampaikan dapat menular ke kita semua.

"Ini sebuah contoh Prilaku cerdas dimasa sulit seperti ini"

Covid-19 adalah persoalan besar yang melanda dunia termasuk Indonesia namun persoalan yang lebih besar sesungguhnya adalah bagaimana menjaga dan merawat segala kebaikan yang ada di jati diri bangsa ini. Jati diri bangsa yang ulet, tidak mudah menyerah, gotong royong, peduli terhadap sesama dan lainnya. Inilah yang dapat digunakan untuk menghalau persoalan Covid 19.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun