Wanita

Aku Bangga Menjadi Perempuan

18 Mei 2017   18:55 Diperbarui: 18 Mei 2017   18:58 230 0 0
Aku Bangga Menjadi Perempuan
Sumber: https://ladyfarhana.wordpress.com

Ini bukan puisi,

Ini juga bukan cerpen..

Ini hanya coretan seseorang bernama perempuan

berjudul

AKU BANGGA MENJADI PEREMPUAN

Aku selalu bertanya,

Mengapa laki-laki selalu berada di garis depan sedangkan perempuan hanya di belakangnya?
 Aku selalu bertanya,

Mengapa laki-laki sering memandang perempuan sebelah mata?

Aku berhenti bertanya ketika menyadari bahwa bukan hanya laki-laki yang memandang sebelah mata kaum prempuan, tetapi kaum perempuan sendiri yang tidak percaya diri dengan kemampuan mereka. Perempuan sendiri yang menyuarakan bahwa kaumnya harus diberi kesempatan yang sama dengan laki-laki. Namun, banyak kesempatan yang terbuang sia-sia. Masih banyak perempuan yang menolak suatu tugas yang diamanatkan kepada dia dengan dalih,

“aku kan perempuan, yang laki-laki saja...”

Aku yakin perempuan itu bukan tidak mmapu melakukan amanah yang telah dibebankan kepadanya. Namun, dia hanya tidak percaya diri dengan kemampuan yang dia miliki. Jadi, persoalannya bukan pada apakah perempuan itu mampu atau tidak, tetapi apakah perempuan itu yakin atau tidak terhadap dirinya sendiri untuk melakukan sesuatu.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Ketidakpercayaan diri muncul karena dia merasa ilmu atau wacana dan kemampuan yang dimilikinya sangat sedikit. Jika dia sering mengasah wacana, maka dengan sendirinya percaya diri itu akan muncul. Yang terpenting bagi kita, perempuan, jangan menutup diri dengan siapapun. Semakin banyak teman kita, semakin banyak ilmu yang akan kita dapat bukan?

Aku ingat ada seorang ilmuwan berkata “Aku tidak bisa melakukan segalanya, Aku hanya bisa melakukan sesuatu. Jadi, aku tidak akan menolak jika aku diminta untuk melakukan sesuatu yang aku bisa”.

Mungkin kalimat ini bisa kita jadikan motivasi bersama.


Tulisan ini kutujukan kepada semua sahabat-sahabatku perempuan yang masih merasa kecil di hadapan laki-laki.

Tahu tidak? banyak orang berkata bahwa kesuksesan laki-laki dipengaruhi besar oleh peran seorang perempuan.

Pernah ada suatu ungkapan begini, “ Jika ada seorang laki-laki sukses, maka tanyakanlah kepadanya, siapa ibunya dan siapa istrinya.”

Nah, bukankah kita menjadi bagian yang paling penting bagi laki-laki?

Jadi, kita tidak perlu merasa kecil di hadapan mereka.


Sahabatku perempuan,

Ingat tidak? Ada hadits nabi yang menyebut nama ibu sebanyak tiga kali ketika sahabat nabi bertanya bahwa siapakah sosok yang wajib ia hormati.  Nabipun bersabda, “ Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian baru ayahmu.”

Ibu adalah perempuan.

Ini alasanku berani berkata, “aku bangga menjadi perempuan”.


Lalu, Ingat tidak ada kutipan ayat Al-Qur’an yang berbunyi “ Baldatun Thoyyibatun Wa Robbul Ghofur”?  Negeri yang “gemah ripah loh jinawe” atau negeri yang kaya raya adalah negeri yang dipimpin oleh seorang ratu perempuan bernama Ratu Bilgis.

Tidakkah kau merasa bangga menjadi perempuan?

Alquran merupakan kitab pedoman yang berisi tuntunan hidup. Artinya, Alquran menyerukan kepada perempuan untuk mengembangkan dirinya. Mengembangkan segala potensi yang dimilikinya agar bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Perempuan bisa saja menjadi pemimpin kalau dia mampu. Jadi, sangat salah kalau berkata bahwa islam itu tidak memperbolehkan perempuan menjadi pemimpin.


Sahabatku perempuan,

Jika Allah saja memuliakan kaum perempuan, mengapa kamu malu dengan dirimu sendiri?

Marilah kita terus memperbaiki diri dan memperluas wawasan kita. Tak perlu malu jika ingin maju. Bukankah hanya ini bentuk terima kasih kepada Allah yang telah memuliakan kita?

Dan marilah kita bersama-sama berkata,

Aku bangga menjadi perempuan


yuliana Ja'far