Mohon tunggu...
Yuli Anita
Yuli Anita Mohon Tunggu... Guru - Guru

Jangan pernah berhenti untuk belajar

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Artikel Utama

Belajar dari Teori Peluang: Selagi Bisa, Lakukan Kebaikan Sebanyak-banyaknya

30 Juli 2021   19:11 Diperbarui: 1 Agustus 2021   19:13 1065
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi ilmu matematika.(esythink.com via edukasi.kompas.com)

"Pasti penuh bu," jawab Mamat.

"100 persen bu, " tambah Rudi.

"Dari mana Rudi tahu?" Tanya saya lagi.

"Ya, mesti penuh bu. Jika Arema main, saya sering nonton sambil memanjat pohon karena kehabisan karcis," jawab Rudi polos. 

Sekelas sontak tertawa.

"Kehabisan karcis atau tidak punya uang buat beli karcis?" Goda teman yang lain. Rudi pun cuma senyum-senyum.

Ya, saat itu sekolah tempat saya mengajar berlokasi dekat stadion Gajayana. Betapa gempitanya suasana saat ada pertandingan Arema tergambar dengan ramainya orang lalu-lalang di depan sekolah. Bisa dibayangkan stadion pasti penuh dan banyak penonton meluber di jalanan.

Pertanyaan saya lanjutkan lagi.

"Berarti mana yang benar? Jawaban Mamat atau Rudi?" Tanya saya.

"Dua duanya benar bu, peluang 100 persen artinya pasti terjadi," jawab Lusi menyimpulkan. 

"Pintar Lusi," jawab saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun