Mohon tunggu...
Yudi Rahardjo
Yudi Rahardjo Mohon Tunggu... Penulis

Jika hidup hanya sekedar hidup maka monyet di hutan juga hidup, jika hidup hanya sekedar makan maka babi hutan juga selalu makan untuk hidup, hiduplah agar bisa berguna dan memberi inspirasi bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Menulis Membuat Saya Tetap Waras

22 Juni 2019   12:41 Diperbarui: 22 Juni 2019   12:44 0 6 2 Mohon Tunggu...
Menulis Membuat Saya Tetap Waras
Sources : freepik.com

Beberapa hari yang lalu, sosok makhluk astral yang ada di akun kompasiana saya berubah,sosoknya jadi kelihatan lebih keren, meskipun sebenarnya hanya ekspresinya saja yang berubah dan tulisan yang dulunya "debutan" menjadi "Junior".

Perjalanan untuk mengubah "si biru " dan satusnya ini  cukup panjang, lebih dari 2 tahun yang lalu sejak  saya membuat akun kompasiana hingga sekarang, awal saya membuat akun kompasiana  juga hanya sekedar iseng, karena mulai jenuh dengan tulisan saya yang tulis di blog personal.

Saya menulis di blog personal saya sudah dari tahun 2012, saat saya lulus SMA, waktu itu sosok menginspirasi saya menulis adalah Raditya Dika. Saat itu mulai ngetop stand up comedy, Radit ini adalah sosok blogger yang kemudian mempopulerkan stand up comedy di Indonesia, kebanyakan isi materinya saat stand up comedy adalah cerita dirinya yang dia tulis di blog.

Kambing jantan, blog raditya dika adalah blog personal yang sangat menarik di masa itu, bahkan sampai mendapatkan banyak penghargaan. Radit ini kebanyakan menulis kegelisahan dan kisah hidupnya, betapa payah hal hal yang dialami, kegelisahan adalah emosi yang sangat melegakan jika bisa diungkapkan, akan ada sensasi luar biasa saat bisa dilepaskan.

Saya mencoba melakukan hal tersebut,  saya menuliskan apa yang menjadi keresahan saya, sebenarnya hanya masalah remaja SMA pada umumnya, masalah dengan teman, dengan pacar, mengikuti ujian nasional dan banyak lainnya. Hal itu berlanjut sampai saya kuliah.

Lambat laun saya bosan menulis di blog personal, ada perasaan malu dan konyol, karena yang saya tuliskan hanya cerita kehidupan remaja saya, padahal saya sudah terlalu dewasa untuk hal tersebut, harusnya saya mulai berpikiran selayaknya orang dewasa,lalu saya memutuskan untuk fokus menulis di kompasiana  dan meninggalkan blog personal, yang sekarang sudah tidak bisa saya akses lagi karena sudah vakum lebih dari satu tahun.

Saya menulis di kompasiana  tentang berbagai hal yang ada di sekitar saya, bisa tentang film atau acara televisi yang saya tonton, tentang kuliah saya, tentang sosial media yang saya gunakan dan banyak lainnya, yang sebenarnya saya anggap remeh tapi setalah saya coba untuk menulis mengenai hal tersebut menjadi sangat menarik.   

Setelah mulai menemukan keasyikan menulis di kompasiana, saya terpaksa vakum, karena saya harus melaksanakan kewajiban saya sebagai seorang mahasiswa, yaitu menyelesaikan tugas akhir saya, setelah wisuda barulah saya fokus dan memiliki lebih banyak waktu untuk menulis.

 Menulis menjadi bagian dari diri saya, bukan hanya sekedar hobi atau kesenangan, menulis  bagi saya adalah semacam terapi, terapi untuk mengeluarkan bukan hanya kegelisahan tapi juga berbagai pemikiran serta gagasan yang terlintas yang makin lama makin  mengendap dalam  kepala, sensasi yang saya dapatkan seetelah menulis adalah bagian yang paling menyenangkan,  seolah pikiran penat yang bentuknya seperti benang yang ruwet, terbuka satu demi satu dan kembali menjadi benang yang lurus dan saya mendapakan diri saya yang kembali waras dan berpikiran jernih.

Tidak menyesal saya memilih menulis di Kompasiana, kompasiana adalah tempat yang sangat menyenangkan, belum lama memang saya ada disini, tapi banyak hal yang membuat saya kian betah untuk menulis disini,ada berbagai topik yang bisa diikuti, juga ada feed back dari penulis lain, saling berkomentar dan kritik yang membangun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x