Mohon tunggu...
Yudhi Hertanto
Yudhi Hertanto Mohon Tunggu... Simple, Cool and Calm just an Ordinary Man

Peminat Komunikasi, Politik dan Manajemen

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Memahami Preteks pada Viralitas Video UAS

19 Agustus 2019   12:05 Diperbarui: 19 Agustus 2019   12:16 0 3 1 Mohon Tunggu...

Pada bagian politik elite, konsolidasi nampak telah usai dengan membangun kesetimbangan baru. Kita menunggu hasil kompromi dan negosiasi melalui struktur kabinet. Problemnya, di tingkat akar rumput residu kontestasi masih terus berlanjut, seolah tidak pernah usai.

Polarisasi yang terpelihara bisa jadi dimainkan oleh parapihak untuk mengambil keuntungan tidak terpuji. Inilah hasil dari bibit friksi politik yang masuk ke berbagai ranah kehidupan, bahkan paska peristiwa politik itu telah selesai berlangsung.

Terakhir viral di sosial media, potongan klip video ceramah UAS yang dianggap melecehkan pemeluk agama lain. Tidak hanya itu, perbandingan sejenis dibuat dengan melakukan komparasi kejadian sejenis pada periode kontestasi politik terdahulu.

Jelas situasinya berbeda, dan tidak dapat dapat dianalogikan secara linier. Terutama terkait pada kajian aspek komunikasi. Tulisan ini, dapat ditafsir secara bebas untuk melakukan uraian masalah dari sudut pandang penulis, khususnya pada relasi teks, konteks dan interteks yang terjadi pada video viral tersebut.

Jejak digital adalah bagian yang tidak terpisahkan di era modern saat ini. Kejadian di masa lalu yang termuat dalam kanal internet dengan mudah di recall, disimpan dan ditayangkan kembali.

Lalu apa yang salah dengan hal itu? Masalahnya muncul ketika sebuah teks dilepaskan dari konteksnya, serta tidak melihat aspek interteks yang terjadi pada periode awal saat kejadian berlangsung, serta bagaimana tafsir itu dilakukan saat ini.

Klarifikasi UAS

Pada video pendek selanjutnya, UAS menjelaskan duduk perkara yang kini membawanya sampai pada laporan aduan yang menurut kabarnya akan disampaikan kepada pihak kepolisian di NTT. Ada beberapa hal yang diterangkan disitu 1):

Pertama: posisi UAS menjawab sekaligus menjelaskan terkait pertanyaan jamaah yang hadir pada saat kajian tersebut berlangsung, terkait dengan tema keimanan dan keIslaman, yang kebetulan pertanyaan tersebut terkait dengan simbol agama lain.

Kedua: kejadian tersebut berlangsung dalam sebuah forum yang terbatas, dan tentu saja tidak dilakukan terbuka, dalam kapasitasnya sebagai penceramah dan tokoh agama. Situasi dan kondisi kejadian itu telah diletakan pada posisinya yang sesuai.

Ketiga: konstruksi kejadian itu, sesungguhnya telah berlangsung pada tiga tahun silam. Dalam makna sebuah peristiwa di masa lalu, yang baru muncul dan mendapatkan viralitas di waktu sekarang. Hal itu perlu dilihat lebih jauh sebagai sebuah keganjilan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3