Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Chelsea Era Boehly, Sisi Lain Sepak Bola Industri

14 Agustus 2023   15:08 Diperbarui: 17 Agustus 2023   14:41 745
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pemilik klub Liga Inggris Chelsea, Todd Boehly sedang menyaksikan pertandingan Chelsea dan Leicester City. Sumber: AP/DAVID CLIFF via KOMPAS.id

Bicara soal kiprah Chelsea di bursa transfer musim panas 2023, ada satu hal yang terlihat cukup mencolok, yakni belanja besar-besaran yang (masih) terjadi, lengkap dengan pergantian pelatih, dari Frank Lampard ke Mauricio Pochettino.

Setelah sebelumnya sudah menggelontorkan dana sebesar lebih dari 600 juta pounds sepanjang musim 2022-2023, tim kasta tertinggi Liga Inggris ini masih belum berhenti belanja banyak menyambut musim 2023-2024.

Bedanya, tidak seperti musim lalu yang mencatat minus 468 juta pounds dari transfer pemain, klub dari kota London ini masih mencatat surplus 40 juta pounds dari jual-beli pemain.

Seperti diketahui, selain memboyong sejumlah pemain seperti Christopher Nkunku, Axel Disasi dan Robert Sanchez, sejumlah pemain bintang seperti Mateo Kovacic, Edouard Mendy dan Kalidou Koulibaly juga dijual dengan harga lumayan.

Meski begitu, catatan surplus ini berpotensi kembali jadi minus, jika transfer Romeo Lavia dan Moises Caicedo seharga total 170 juta pounds jadi diresmikan. Jika mengacu pada aturan standar UEFA soal batas maksimal kerugian klub (105 juta pounds), Chelsea bisa kena sanksi tambahan.

Sebelumnya, Si Biru sudah didenda UEFA sebesar 8,6 juta pounds karena melanggar aturan Financial Fair Play UEFA selama periode 2012-2019, dan masih menghadapi penyelidikan atas masalah serupa di dalam negeri.

Masalah pelanggaran aturan finansial belakangan memang jadi sorotan, karena berpengaruh pada akuntabilitas dan transparansi klub dalam jangka pendek, plus keberlanjutan dalam jangka panjang.

Di Italia, kita menjumpai kasus Plusvalenza yang menjerat Juventus. Akibat tidak transparan dalam laporan keuangan, Juve dihukum pengurangan poin dan dilarang tampil di kompetisi antarklub Eropa selama musim 2023-2024.

Sejauh ini, The Blues memang masih leluasa belanja jor-joran di era Boehly. Mereka bahkan seperti tak tersentuh karena mampu mengakali celah aturan yang ada, lewat ikatan kontrak jangka panjang (yang legal dalam aturan ketenagakerjaan di Inggris) untuk memperkecil nilai amortisasi transfer pemain, yang dalam kasus ini merupakan "aset" bagi klub.

Sebagai contoh, Moises Caicedo yang diboyong dari Brighton dengan paket transfer senilai 115 juta pounds, diikat kontrak hingga 2031 dengan opsi perpanjangan selama setahun. Dengan demikian, nilai amortisasi tahunan si pemain tak sampai 15 juta pounds per tahun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun