Yose Revela
Yose Revela Penulis Lepas

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Timnas Indonesia, Menuju Asian Games 2018

10 Agustus 2018   15:24 Diperbarui: 10 Agustus 2018   15:36 1095 0 0
Timnas Indonesia, Menuju Asian Games 2018
Instagram.com/ligasuperindonesia

Jelang dimulainya Asian Games 2018, timnas Indonesia mengumumkan daftar skuad, yang terdiri dari 20 orang pemain, termasuk tiga pemain usia senior, yakni Andritany Ardhiyasa (kiper) dan dua pemain naturalisasi, yakni Stefano Lilipaly (gelandang), dan Beto Goncalves (penyerang).

Adapun tiga nama terakhir, yang akhirnya harus dicoret pelatih Luis Milla Aspas adalah Riko Simanjuntak (gelandang), Osvaldo Ardilles Haay (gelandang), dan M. Ridho (kiper).

Jika melihat komposisi pemain di atas, mungkin keputusan Milla ini kurang disukai publik sepak bola nasional. Karena, Riko dan M. Ridho menjadi dua nama, yang sebenarnya sangat diharapkan bisa masuk dalam daftar skuad timnas. Performa bagus keduanya di liga 1 Indonesia musim ini, bisa menjadi acuan.

Nama lainnya, yakni Osvaldo Haay, sebenarnya adalah personel timnas Indonesia U-23 sejak SEA Games tahun lalu di Malaysia, saat Garuda Muda meraih medali perunggu. Kala itu, Osvaldo Haay menjadi pilar timnas di sisi sayap. Tapi, jelang Asian Games 2018, pemain sayap Persebaya Surabaya ini, justru harus tercoret, dan mendapati posisinya diisi sosok Irfan Jaya, rekan seklubnya sendiri.

Mungkin banyak diantara pecinta sepak bola nasional, yang saat ini masih mempertanyakan keputusan Milla, dan komposisi skuad timnas Asian Games 2018. Tapi, dari materi pemain yang ada saat ini, terlihat jelas bagaimana gambaran taktik Luis Milla di ajang Asian Games nanti.

Pertama, timnas Indonesia bisa dipastikan akan bermain tanpa sosok "target man" di lini depan. Indikasi ini setidaknya terlihat, dari jumlah penyerang murni di skuad timnas Asian Games. Hanya ada Beto Goncalves seorang yang berposisi penyerang murni.

Selebihnya, rata-rata adalah pemain sayap atau penyerang lubang. Situasi ini tak lepas dari minimnya stok penyerang murni handal di Indonesia, sebaliknya, pemain sayap atau penyerang lubang begitu melimpah. Situasi ini lalu coba diakali Milla, dengan merancang strategi permainan tanpa striker murni.

Dari sisi taktikal, mungkin strategi ini akan menjadi satu masalah, jika timnas harus bermain dengan striker murni. Tapi, materi timnas Indonesia saat ini menyiratkan, Tim Garuda akan coba bermain mengalir, tanpa berlama-lama memegang bola. Indikasi ini setidaknya terlihat, dari dicoretnya Riko dan Osvaldo, dua pemain yang dikenal cepat dan gesit, tapi suka menggocek bola terlalu lama.

Ini adalah satu konsep taktik yang sebenarnya mudah dimengerti. Karena, meski punya kecepatan dan teknik individu, postur kebanyakan pemain timnas Indonesia tak terlalu tinggi. Maka, Milla merancang strategi permainan, dengan mempertimbangkan faktor ini.

Sederhananya, Milla mencoba mengarahkan timnas Indonesia, untuk lebih mengandalkan aspek teknik dibanding fisik. Faktor ini menjadi penting, karena timnas ditargetkan minimal mencapai babak semifinal Asian Games 2018 oleh PSSI.

Dari sisi penerapan taktik, ini sebenarnya tak terlalu sulit. Karena, pendekatan serupa pernah diterapkan Milla, di SEA Games 2017. Kebetulan, mayoritas pemain timnas Indonesia saat ini adalah eks personel timnas SEA Games 2017. Jadi, seharusnya tak ada kendala berarti dalam adaptasi taktik.

Praktis, tantangan terbesar buat timnas Indonesia U-23 di Asian Games nanti adalah, bagaimana meng-handle ekspektasi tinggi publik sepak bola nasional dan media. Tantangan lainnya adalah soal bagaimana tampil sebaik mungkin di lapangan. Jika dua tantangan ini mampu ditangani dengan baik, maka timnas Indonesia bisa berbicara banyak di Asian Games 2018.

Mampukah timnas mengatasinya?