Mohon tunggu...
Yosef MLHello
Yosef MLHello Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Sekretaris Umum Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, Dosen Tidak Tetap pada STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Menulis adalah upaya untuk meninggalkan jejak. Tanpa menulis kita kehilangan jejak

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Lestari Pilihan

Membuat Pagar Indah dari Bambu untuk 17 Agustusan, Tanpa Harus Menebang Pohon

8 Agustus 2022   09:16 Diperbarui: 8 Agustus 2022   09:20 327 13 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Membuat pagar indah dari bambu (foto:dokpri).

Ada banyak cara untuk mengungkapkan kecintaan kita pada bangsa dan negara. Menjelang hari ulang tahun kemerdekaan, 17 Agustus, di mana-mana masyarakat melakukan berbagai kegiatan untuk menyongsong hari kemerdekaan tersebut. 

Ada yang melakukan pertandingan bola sepak antar wilayah. Ada yang mengadakan lomba karaoke antar kelompok masyarakat. Dan ada juga berbagai kegiatan lain, sekedar mengisi hari-hari persiapan menjelang haul kemerdekaan itu.

Salah satu persiapan menyongsong perayaan 17 Agustusan adalah membuat pagar indah atau di Timor sering disebut 'Pagar Lari".

Pada hari Minggu, tanggal 10 Juli 2022 yang lalu, masyarakat Dusun Batu Merah B, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang terletak di Tugu Selamat Datang di Kota Atambua, Kota Perbatasan mengadakan rapat bersama antara Kepala Dusun dan seluruh anggota masyarakat Dusun Batu Merah B.

Dalam rapat tersebut, selain membahas hal-hal yang berkaitan dengan usaha-usaha memberdayakan masyarakat  untuk mencapai  kesejahteraan, satu hal yang juga menjadi agenda rapat ini adalah persiapan 17 Agustus 2022. 

Kepala Dusun Batu Merah B, Marianus Dini dalam rapat tersebut meminta kepada seluruh masyarakat Dusun Batu Merah B untuk membuat pagar indah atau pagar lari untuk memperindah lingkungan dalam rangka merayakan 17 agustusan.

Pagar Indah atau Pagar Lari, apakah mesti tebang pohon?

Seorang tokoh masyarakat di Dusun Batu Merah B angkat bicara. 

"Untuk membuat pagar indah atau pagar lari untuk memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke-77 tahun 2022 ini, saya harap kita tidak boleh menebang pohon. Mengapa? Karena kita tanam pohon butuh waktu untuk dia tumbuh hingga besar. Sementara kalau kita tebang pohon, kita tidak butuh waktu banyak. Tapi konsekuensinya sangat besar untuk kerusakan lingkungan", kata Bapak Timo.

Harapan bapak Timo diamini oleh semua peserta rapat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Lestari Selengkapnya
Lihat Indonesia Lestari Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan