Mohon tunggu...
Yon Bayu
Yon Bayu Mohon Tunggu... Penulis - memaknai peristiwa dari sudut pandang berbeda | menolak kampanye kebencian atas nama agama

memaknai peristiwa dari sudut pandang berbeda | menolak kampanye kebencian atas nama agama

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Pemahaman Keliru Soal Rahasia Negara

8 Januari 2024   12:09 Diperbarui: 8 Januari 2024   14:25 347
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Anies Baswedan dalam debat capres. Goto: Kompas.com

Rahasia negara. Ketika masih aktif menjadi wartawan, kata-kata itu sering saya dengar dari mulut pejabat. Padahal dokumen atau konfirmasi yang saya minta, soal anggaran proyek yang ada dalam APBD.

Dengan mengatakan bahwa data atau tanggapan yang saya minta merupakan rahasia negara, maka berarti saya tidak boleh mengungkapkan ke publik. Konyol dan lucu, tetapi menjadi senjata ampuh bagi pejabat untuk menolak memberikan data atau keterangan yang berpotensi merugikan dirinya atau instansinya.

Ketika melihat debat capres tadi malam, saya tiba-tiba teringat kembali pada momen-momen paling berkesan dalam hidup selama menjadi wartawan sejak di Cilacap, Lampung, Medan hingga Jakarta.  

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang awalnya digadang-gadang bisa dengan mudah memenangkan debat ketiga, justru sibuk bertahan dengan dalih rahasia negara ketika dua paslon lainnya yakni capres nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyerang dari berbagai sisi.

Debat kali ini memang lebih menarik dibanding debat pertama. Anies tampil agresif dan ofensif sejak pembukaan dengan sasaran Prabowo. Awalnya, Prabowo yang mungkin tidak menduga akan mendapat serangan, mencoba merangkul Ganjar dengan menyetujui semua pendapatnya.

Situasi berbalik ketika di sesi akhir, Ganjar justru ikut menyerang Prabowo dengan sejumlah data seperti penurunan peringkat Indonesia di Global Peace Index, serta tidak tercapainya kekuatan pokok mimimal (minimum essential force) .

Prabowo coba memprovokasi Anies dengan mengatakan data yang dipaparkan salah. Prabowo menyela omongan Anies hingga ditegur moderator. Setelah itu Prabowo bertolak pinggang sambil terus mencoba menyela penjelasan Anies.

Pada sesi berikutnya, Anies mengatakan jika datanya salah, silakan dibantah dengan data yang dimiliki Prabowo. Di sinilah Prabowo mengajak Anies bertemu di luar debat untuk menjelaskan data yang dimiliki.

Sementara kepada Ganjar, Prabowo berdalih dirinya tidak bisa menerangkan persoalan yang rumit dengan waktu terbatas. Dalam jumpa pers setelah debat, Prabowo mengaku kecewa dengan Anies dan Ganjar karena menjadikan isu pertahanan untuk mencari poin politik.

Di sini, lagi-lagi Prabowo mungkin lupa, bahwa tema debat ketiga adalah soal pertahanan, keamanan, dan hubungan internasional. Oleh karenanya wajar jika para capres mengulik soal pertahanan yang digawangi Prabowo selama 4 tahun terakhir.

Pertanyaan-pertanyaan Anies dan Ganjar juga masih wajar. Dan bahkan mestinya lebih tajam lagi dalam membeberkan rencana program kerja masing-masing dalam menghadapi tantangan pertahanan dan keamanan di masa mendatang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun