Mohon tunggu...
Yonathan Christanto
Yonathan Christanto Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Movie Enthusiast | Music Lover | Kompasiana Awards 2018 Nominee for Best in Specific Category

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"Rambo: Last Blood" tentang Tragedi yang Memaksa Sang Legenda Kembali ke Medan Pertempuran

18 September 2019   09:15 Diperbarui: 18 September 2019   09:47 0 9 7 Mohon Tunggu...
"Rambo: Last Blood" tentang Tragedi yang Memaksa Sang Legenda Kembali ke Medan Pertempuran
Rambo dikepung musuh-musuhnya (sumber:slashfilm.com)

Hampir 4 dekade lalu dunia diperkenalkan kepada sesosok veteran perang Vietnam, yang harus berjuang sendirian melawan segala kejahatan dan penolakan dari lingkungan tempat tinggalnya. 

Hingga kemudian petualangannya terus berlanjut menembus hutan belantara, penjara keji hingga berbagai medan tempur lainnya, demi mengukuhkan dirinya sebagai sesosok pahlawan yang kita butuhkan.

Ya, dialah John Rambo, sosok karakter rekaan David Morrell dari novel yang memiliki judul sama dengan film pertamanya, First Blood. Karakter yang pada akhirnya juga ikut melambungkan nama besar Sylvester Stallone sebagai icon film action era 80-an, selain film Rocky tentunya. 

Kesuksesan film pertamanya lantas membuat franchise ini berkembang, dengan film keduanya yang berjudul Rambo: First Blood Part 2, juga mendulang pendapatan yang jauh lebih besar.

Sly Stallone dalam First Blood, 1982 (hollywoodreporter.com)
Sly Stallone dalam First Blood, 1982 (hollywoodreporter.com)
Hancur lebur baik secara kritik maupun pendapatan, membuat installment ketiganya yang berjudul Rambo III harus legowo menerima berbagai nominasi Razzie Awards. 

Respon pasar yang kurang baik dan kejenuhan penonton itu sendiri, pada akhirnya membuat franchise Rambo terpaksa hibernasi panjang sejak 1988. Sebelum kemudian dibangunkan kembali 20 tahun kemudian melalui film Rambo IV di tahun 2008.

Dan di tahun ini kita kembali disajikan cerita petualangan sang legenda, John Rambo, yang sudah memasuki masa tuanya dengan trauma masa lalu yang masih menyiksanya. Rambo: Last Blood lantas menjadi penyegaran akan franchise Rambo yang digadang-gadang menjadi aksi terakhir Rambo-nya Stallone.

Sinopsis

Hollywoodreporter.com
Hollywoodreporter.com
Melanjutkan apa yang terjadi pada akhir kisah Rambo IV 11 tahun silam, John Rambo(Sylvester Stallone) saat ini sudah memasuki masa tuanya dengan tenang, sambil merawat ladang dan peternakan bersama dengan Maria(Adrianna Barraza) dan anak angkat mereka, Gabrielle(Yvette Monreal). Meskipun trauma masa lalu masih kerap datang menghantui Rambo.

Semua hal indah tersebut berubah begitu cepat ketika Gabrielle memutuskan untuk pergi sendirian ke Meksiko demi bertemu dengan ayah kandungnya. Rambo yang tak mau kehilangan Gabrielle karena khawatir dengan keselamatannya di Meksiko, lantas mencoba untuk menyusulnya.

Namun apa yang dihadapi Rambo di tanah Meksiko ternyata jauh lebih berbahaya. Bukan lagi pasukan Vietcong atau Soviet yang dihadapi, melainkan kartel obat terlarang yang besar dan kuat yang akan menjadi lawan baru bagi Rambo. 

Rambo pun terpaksa untuk terjun kembali ke medan perang, menggunakan sisa-sisa tenaga dan skill yang dikuasainya di masa mudanya dulu demi menyelamatkan anak tercintanya.

Tragedi membuatnya kembali menjadi Rambo yang selama ini kita kenal. Cerdas, brutal dan tetap berjuang menyelamatkan orang-orang tercintanya walaupun kemudian berbagai kesulitan bergantian datang menghadangnya.

Film Aksi Klasik dengan Banyak Referensi Modern

Comicbook.com
Comicbook.com
Menyaksikan Rambo:Last Blood sejatinya tak ubahnya menyaksikan film-film Rambo sebelumnya. Tetap menghadirkan elemen aksi klasik yang seru dan menghibur. Hanya saja, pada film ini diselipkan beberapa referensi film action thriller modern yang membuatnya tampil cukup fresh untuk franchise Rambo, meskipun tidak cukup fresh untuk ukuran action movies.

Chemistry yang tercipta antara Rambo dan Gabrielle hingga bagaimana usahanya dalam menemukan sang putri, sekilas bahkan mengingatkan kita pada sosok Liam Neeson di trilogi Taken

Namun nuansa Taken seketika berubah kala di suatu adegan Rambo akhirnya harus menerima pukulan telak dari lawan-lawannya hingga membuatnya jatuh tersungkur tak sadarkan diri.

Collider.com
Collider.com
Ya, pada momen ini menjadi turning point yang kemudian membuat kita sadar bahwa Rambo yang sekarang bukanlah sosok Rambo yang dulu dikenal dengan kemampuan close combatnya yang jempolan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x