Kesehatan

Sistem Informasi Teknologi RFID di Rumah Sakit

14 November 2017   18:41 Diperbarui: 14 November 2017   18:46 243 0 0
Sistem Informasi Teknologi RFID di Rumah Sakit
0f54a393625ce8379d73b79fe85ad6c7-5a0ad7855e137322dd12a532.jpeg

Tugas Riset SITK

Sistem Informasi Teknologi RFID Di Rumah Sakit



Disusun Oleh Kelompo 7 :

1. Euis Widiyanti

2. Ira Fitrani Rahayu

3. Yeni Kurnia

Tingkat : 2 B

 

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH

KABUPATEN SERANG

2017

 

KATA PENGANTAR

 

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat ALLAH S.W.T yang telah memberikan rahmat karunia dan petunjuk-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Sistem Informasi Teknologi Keperawatan ini yang berjudul "Sistem informasi teknologi RFID di Rumah Sakit ". Shalawat dan salam kami sampaikan kepada Nabi Muhammad S.A.W yang telah membawa umatnya dengan ajaran yang disempurnakan dan mulia sebagai pedoman hidup.

Makalah ini kami susun dengan tujuan untuk memenuhi kegiatan belajar-mengajar. Ucapan terimah kasih kami kepada dosen pembimbing mata kuliah "Sistem Informasi Teknologi Keperawatan" yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.Isi makalah ini kami dapat dari beberapa sumber media internet dan jurnal yang telah kami pertimbangkan sebelumnya.

Penulis menyadari bahwa hasil penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mohon maaf jika terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam makalah ini. Dan penulis sangat mengharapkan saran-saran dari berbagai pihak untuk kemajuan dan perbaikan dimasa yang akan datang.

 

Serang, 19 Oktober 2017

Penulis

Kelompok 7

 

 


DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR         .......................................................................................         i

DAFTAR ISI             ...................................................................................................         ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang      ...................................................................................................        1

1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................................        2

1.3 Tinjauan                ...................................................................................................        2

1.4 Manfaat                 ...................................................................................................        2

BAB II TINJAUAN PUATAKA

2.1 Pengertian Teknologi RFID di Rumah Sakit   ........................................................         3

2.2 Cara Kerja RFID  ....................................................................................................        3

2.3 Cara Pengoprasian Alat RFID .........................................................................    ....       4

2.4 Manfaat Aplikasi dari Pengadopsian Teknologi RFID .......................................            ....       4

2.5 Kelebihan Dari RFID ......................................................................................    ....       6

2.6  Hambatan dari Pengadopsian Teknologi RFID ................................................. ....       7

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan           ....................................................................................................        8

3.1 Saran         ................................................................................................................        8

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................           ...        9


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Pada era globalisasi keamanan informasi merupakan hal yang sangat penting. Sebuah sistem keamanan informasi harus memperhatikan tiga hal yaitu keamanan, autentifikasi, dan integritas. Untuk mencapai tiga hal tersebut maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat melakukan identifikasi terhadap pengguna yang akan mengakses suatu informasi. Pada makalah ini penulis akan mengemukakan sebuah solusi yang berguna sebagai identifikasi pasien yang berbasis frekuensi radio dengan menggunakan alat yang disebut dengan Radio Frequency Identification (RFID) guna memberikan pelayanan dan asuhan yang berkelanjutan yang tepat bagi klien (Iwan Vanny, 2009).

RFID ( Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio merupakan teknologi untuk mengidentifikasi manusia atau benda secara otomatis atau untuk menyimpan dan mengambil data dengan jangkauan jarak jauh. Dengan adanya RIFD sebagai penunjang medis memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan pengidentifikasian pasien dan penelusuran keberadaan peralatan medis yang diperlukan meskipun jarak jauh. Dengan system ini seluruh pasien, pengunjung maupun karyawan rumah sakit yang memasuki rumah sakit diberi sebuah kartu yang disebut chip RFID. Kartu tersebut dapat dibaca oleh sensor yang dipasang dilangit-langit yang dapat mencatat dengan tepat waktu dan keluarnya seseorang (Huda dkk. 2016).

Penggunaan sistem barcode bukan merupakan barang yang tidak terlalu baru namun didalam sistem barcode masih bisa terjadi beberapa kesalahan yang fatal yaitu seperti kesalahan print out pada gelang, jika salah satu garis itu hilang maka sudah merubah arti dari pembacaan di sistem barcode dan pada akhirnya akan membahayakan keselamatan pasien. Dengan penggabungan teknologi RFID serta sistem informasi maka sistem manajemen pada pendaftaran serta pendatan pasien bisa lebih efisien dan lebih terkontrol oleh pihak rumah sakit(Huda dkk. 2016).

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana cara menggunakan sistem informasi berbasis komputer di Rumah Sakit dengan menggunakan RFID (Radio Frequency Identification). ?

           

1.3 Tujuan

            1.3.1 Tujuan umum

Mengetahui cara menggunakan sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan RFID (Radio Frequency Identification).

            1.3.2 Tujuan Khusus

  • Menjelaskan Teknologi RFID Di Rumah Sakit.
  • Menjelaskan Cara Kerja RIFD.
  • Bagaimana Cara Pengoprasian Alat RFID.
  • Apa Manfaat Aplikasi Dari Pengadopsian Teknologi RFID.
  • Apa Kelebihan Dari RFID.
  • Apa Hambatan Dari Pengadopsian Teknologi RFID.

1.4 Manfaat

Memberikan informasi kepada pembaca tentang penggunaan sistem informasi berbasis komputer di Rumah Sakit dengan RFID (Radio Frequency Identification).

           

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1 Pengertian

            RFID ( Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio merupakan teknologi untuk mengidentifikasi manusia atau benda secara otomatis atau untuk menyimpan dan mengambil data dengan jangkauan jarak jauh. Lebel atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukan kedalam sebuah produk, manusia atau bahkan hewan dengan tujuan untuk mengidentifikasi menggunakan gelombang radio.

            Dengan adanya RIFD sebagai penunjang medis memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan pengidentifikasian pasien dan penelusuran keberadaan peralatan medis yang diperlukan meskipun jarak jauh. Dengan system ini seluruh pasien, pengunjung maupun karyawan rumah sakit yang memasuki rumah sakit diberi sebuah kartu yang disebut chip RFID. Kartu tersebut dapat dibaca oleh sensor yang dipasang dilangit-langit yang dapat mencatat dengan tepat waktu dan keluarnya seseorang.

            Teknologi RFID bukanlah teknologi informasi (TI) yang baru. Teknologi ini ternyata telah ditemukan pada tahun 1950-an ketika Harris mematenkan penemuannya berupa sistem radio transmisi dan sebagai awal dimulainya riset teknologi RFID pada skala laboratorium ((Iwan Vanny, 2009).). Akan tetapi, komersialisasi oleh perusahaan untuk teknologi ini baru dimulai di awal tahun 1984 ketika General Motors (GM) melekatkan RFID tags di dalam produk mobilnya.

2.2 Cara Kerja RIFD

            Prinsip kerja RIFD sangat singkat adalah komponen utama dari RFID tag yang terdapat chips dan tag antenna (inlay), chip ini berisi informasi dan terhubung dengan tag-antenna. Informasi yang berbeda atau tersimpan di chip akan terkirim atau terbaca melalui gelombang elektromagnetik setelah tag antenna mendapatkan atau menerima pancaran gelombang elektromagnetik dari reader antenna (integrator). RFID reader ini yang sekaligus akan meneruskan informasi pada applicarion server.



2.3 Cara Pengoprasian Alat RFID

            Setiap pasien dalam rumah sakit diberikan gelang RFID dan di lingkungan rumah saakit terdapat beberapaa anteena RFID yang dapat membaca chip RFID dalam radius 100 meter. Jadi pasien yang sedang jalan-jalan atau yang sedang berjemur, ketika waktunya diberikan obat perawat tidak perlu mencari-cari pasiennya, karena diruang perawat, perawat sudah mengetahui kemana harus menemui pasien tersebut.

2.4 Manfaat Aplikasi dari Pengadopsian Teknologi RFID

Peningkatan keselamatan pasien (patient safety) adalah manfaat utama yang hendak dicapai bagi para eksekutif dan manajer di rumah sakit Indonesia bila mereka mengadopsi teknologi RFID. Hampir semua responden menganggap bahwa peningkatan keselamatan pasien diyakini bisa direalisasikan dengan teknologi ini di samping terjadinya peningkatan proses bisnis. Salah satu upaya meningkatkan keselamatan pasien adalah dengan mereduksi medical error. Teknologi RFID dapat menyimpan data dengan kapasitas yang besar, sehingga dokter dan staf medis mengetahui jejak record dari kondisi pasien berupa riwayat kesehatan sebelumnya, tekanan darah,  obat yang telah diminum dan tindakan sebelumnya sehingga tindakan lanjutan dapat dilakukan dengan tepat. Para dokter jaga dengan cepat menelusuri letak pasiennya dan para perawat tidak kesulitan menelusuri letak peralatan medis yang diperlukan secara mendadak untuk pasien.

Adanya aplikasi teknologi RFID akan menyebabkan peningkatan proses bisnis berupa terjadinya proses otomatisasi yang berimplikasi tereduksinya proses yang bersifat manual. Dalam konteks rumah sakit, proses pemberian identitas pasien dan pemenuhan pelaporan SOP (standard operation procedures) tidak perlu dilakukan secara manual lagi. Pemberian identitas pasien dapat dilakukan secara otomatis tanpa perlu menginputkan data kembali karena data pasien sudah tersimpan pada sistem ketika pasien registrasi pertama kali. Pemenuhan pelaporan SOP sebagai kewajiban perawat jaga, tidak perlu dilakukan secara manual karena pelaksanaannya bisa  dilakukan secara otomatis dengan bukti yang cukup kuat berupa waktu kapan aktivitas pemberian obat dan suntikan dilakukan oleh perawat. Perawat perlu menginputkan data aktivitasnya pada RFID tags yang telah dipakai oleh pasien. Pelaporan tindakan medis yang telah dilakukan perawat sesuai dengan perintah dari dokter, tidak perlu


dilaporkan secara langsung karena dokter dengan bantuan telepon genggam berjenis PDA (personal digital assitant) yang memiliki fasilitas infrared dan bluetooth mampu membaca dokumen di RFID tags.

Adanya aplikasi teknologi RFID dengan membubuhkan RFID tags pada obat-obatan, apoteker dan dokter dapat mengecek apakah obat-obatan yang diberikan ke pasien adalah asli atau palsu sehingga pemalsuan obat-obatan dapat dieliminir. Walaupun manfaat pencegahan pemalsuan dan pencurian obat-obatan memiliki manfaat bagi rumah sakit, akan tetapi bagi para responden manfaat anti pencurian dan pemalsuan adalah bernilai terendah bagi rumah sakit. Di sisi lain, mereka beropini bahwa pemalsuan obat-obatan bukanlah tanggung jawab dari rumah sakit tetapi tanggung jawab dari industri farmasi. Oleh karena itu, upaya mereduksi pemalsuan obat-obatan sangat tergantung dengan pihak industri farmasi sebagai pemasoknya atau peranan pemerintah yang mempersyaratkan para industri farmasi menggunakan RFID tags pada obat-obatan yang dipasarkan di Indonesia. Walaupun mereka juga menginginkan agar rumah sakitnya bisa melakukan pengurangan biaya dan waktu aktivitas. Akan tetapi mereka lebih condong menginginkan agar medical errors dapat ditekan sehingga keselamatan pasien bisa meningkat.   Manfaat lainnya yang dapat diperoleh dari teknologi RFID di Rumah Sakit, yaitu :

  • Anti pencurian dan pemalsuan.
  • Peningkatan keselamatan pasien.
  • Peningkatan proses bisnis.
  • Peningkatan kepuasan pasien.
  • Peningkatan moral staf medis.
  • Pengurangan biaya dan waktu.
  • Peningkatan produktivitas.

Area aplikasi yang dianggap penting bagi responden adalah pada penelusuran pasien dan

peralatan medis. Hampir sebagian besar responden memilih penelurusan pasien sebagai prioritas

utama dibanding dengan penelusuran peralatan medis dan lainnya. Upaya ini dilakukan agar

keselamatan pasien dan kepuasan pasien dapat dicapai.


2.5 Kelebihan Dari RFID.

Penerapan penggunaan RFID di rumah sakit adalah untuk merapikan managenment administrasi dan mendukung kinerja petugas medis. Para dokter dan perawat dapat mengakses informasi kesehatan pasien sekaligus memasukkan data terbaru setelah pemeriksaan tanpa beranjak dari sisi tempat tidur pasien, menggunakan komputer jinjing yang terkoneksi ke jaringan Internet nirkabel. Para petugas medis juga semakin mudah untuk dihubungi di dalam area rumah sakit yang dilengkapi dengan radio-frequency identification (RFID) yang dipasang di gelang pasien serta peralatan bantuan medis seperti kursi roda, maka memonitor pergerakan pasien serta mencari lokasi peralatan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Dengan memanfaatkan teknologi maka rumah sakit dapat meningkatkan produktifitas sekaligus menekan biaya operasional. Tentunya RFID membantu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien, meningkatkan kinerja pelayanan dan kepuasan dokter, perawat dan karyawan serta tim kesehatan lainnya, sekaligus mematuhi regulasi atas keamanan dan privasi yang ada, Sehingga memungkinkan rumah sakit memanfaatkan penuh transformasi yang dibawakan oleh teknologi informasi dalam menghadirkan layanan perawatan yang lebih aman, efektif, dan berorientasi pasien.

Ada beberapa kelebihan lainnya dari RFID dibandingkan alat-alat yang lain, diantaranya yaitu :

Data yang dapat ditampung lebih banyak daripada alat bantu lainnya (kurang lebih 2000 byte).

Ukuran sangat kecil (untuk jenis pasif RFID) sehingga mudah ditanamkan dimana-mana.

Bentuk dan design yang flexibel sehingga sangat mudah untuk dipakai diberbagai tempat dan kegunaan karena chip RFID dapat dibuat dari tinta khusus.

Pembacaan informasi sangat mudah, karena bentuk dan bidang tidak mempengaruhi pembacaan, seperti sering terjadi pada barcode, magnetik dll.

Jarak pembacaan yang flexibel bergantung pada antena dan jenis chip RFID yang digunakan.

Kecepatan dalam pembacaan data.


2.6  Hambatan dari Pengadopsian Teknologi RFID

  • Hambatan dari pengadopsian  teknologi RFID di rumah sakit Indonesia dirasa relatif beragam dan tinggi hambatannya di banding negara lain. Rumah sakit pemerintah lebih pesimis untuk mengimplementasikan teknologi RFID dalam waktu dekat dibanding dengan rumah sakit swasta. Rumah sakit pemerintah beropini bahwa adanya jalur birokrasi yang lebih panjang dan rendahnya dana pengembangan teknologi informasi menjadi penyebabnya. Hambatan dari pengadopsian teknologi RFID dibagi menjadi dua diantaranya yaitu :
  • Faktor internal.
  • Merupakan hambatan bisnis dan teknologi dalam konteks hambatan pada bisnis, sebagian besar menganggap bahwa faktor utama dari terhambatnya pengadopsian teknologi RFID karena ketiadaan informasi yang lengkap dan valid yang membahas bagaimana aplikasi teknologi RFID di rumah sakit melalui jurnal akademis (terutama nasional), majalah, surat kabar dan media lainnya. Kalaupun mereka mendapatkan informasi berkaitan dengan aplikasi teknologi RFID dirumah sakit, mereka mendapatkan informasi yang tidak lengkap dan valid sehingga sering beranggapan bahwa tidak mudah mengaplikasikannya dan biaya dari teknologi ini sangatlah mahal. Di sisi internal rumah sakit, tidak tersedianya anggaran yang cukup untuk mengimplementasikan teknologi RFID dan tiadanya sumber daya internal yang mendukung.
  • Faktor eksternal.
  • Kompleksitas dari teknologi dan sistem dari teknologi RFID adalah tinggi, oleh karena itu, para masyarakat memerlukan bantuan konsultan teknologi RFID untuk mengimplementasikan teknologi RFID. Keikutsertaan dan pelaksanaan training sendiri untuk para karyawan TI tentang aplikasi teknologi RFID di rumah sakit juga perlu untuk dilakukan. Relatif sedikitnya informasi  yang ada menyebabkan mereka menganggap bahwa teknologi ini belum matang/sempurna dan juga belum memiliki standar yang baik sehingga akan cenderung berubah di masa mendatang. Pada kenyataanya, dewasa ini teknologi RFID relatif telah matang dan beberapa standar telah dibuat seperti EPCglobal yang telah dirujuk oleh lembaga ISO (International Standard Organization) (Tajima, 2007). Lembaga ISO sendiri merupakan memiliki standar yang menjadi rujukan banyak organisasi di seluruh dunia.

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

RFID ( Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio merupakan teknologi untuk mengidentifikasi manusia atau benda secara otomatis atau untuk menyimpan dan mengambil data dengan jangkauan jarak jauh. Dengan adanya RIFD sebagai penunjang medis memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan pengidentifikasian pasien dan penelusuran keberadaan peralatan medis yang diperlukan meskipun jarak jauh. Dengan system ini seluruh pasien, pengunjung maupun karyawan rumah sakit yang memasuki rumah sakit diberi sebuah kartu yang disebut chip RFID. chip ini berisi informasi dan terhubung dengan tag-antenna. Informasi yang berbeda atau tersimpan di chip akan terkirim atau terbaca melalui gelombang elektromagnetik setelah tag antenna mendapatkan atau menerima pancaran gelombang elektromagnetik dari reader antenna (integrator). RFID reader ini yang sekaligus akan meneruskan informasi pada applicarion server.

3.2  Saran

Keamanan pelayanan berbasis informasi teknologi di Rumah Sakit  merupakan hal yang sangat penting sebagai penunjang medis sehingga perlu disosialisasikan secara menyeluruh. Disamping itu pelayanan berbasis informasi teknologi di Rumah sakit harus selalu dikembangkan mengikuti kemajuan ilmu teknologi sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pelayanan yang diberikan.  


DAFTAR PUSTAKA

Vanny, Iwan. 2009 pengadopsian teknologi rfid di rumah sakit Indonesia, manfaat dan hambatannya. https://cpanel.petra.ac.id/ejurnal/index.php/ind/article/view/17213 Diunduh pada tanggal 19 Oktober 2017 pukul 20.00 WIB

Aryadi, Huda dkk. 2016 penerapan Radio-Frequevcy Identification (RFID) pasif untuk identifikasi respon time perawatan pada manajemen sistem pelayanan Rumah Sakit. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/transient/article/view/10004 Diunduh pada tanggal 19 Oktober 2017 pukul 21.00 WIB