Ya Yat
Ya Yat Blogger

Penyuka MotoGP, fans berat Valentino Rossi, sedang belajar menulis tentang banyak hal, Kompasianer of The Year 2016, bisa colek saya di twitter @daffana, IG @da_ffana, steller @daffana, FB Ya Yat, fanpage di @daffanafanpage atau email yatya46@gmail.com, blog saya yang lain di www.daffana.com

Selanjutnya

Tutup

Balap Artikel Utama

Serunya Jalan-jalan di Paddock Sepang, Ditagih 5 Ringgit sama Mekaniknya Rossi

3 November 2018   09:51 Diperbarui: 19 November 2018   01:11 2230 12 6
Serunya Jalan-jalan di Paddock Sepang, Ditagih 5 Ringgit sama Mekaniknya Rossi
sama Lin Jarvis yang sebenernya ramah (dok.adek saras)

Untuk kesekian kali (udah males ngitung saking seringnya) saya ke Malaysia lagi dalam rangka nonton MotoGP Sepang lagi. MotoGP seri Malaysia akan berlangsung tanggal 4 November 2018. Tumben di bulan November biasanya Oktober yekan. Ini karena ada seri baru MotoGP Thailand kemarin.

Saya absen untuk mengikuti sesi Autograph yang diadakan oleh Sepang sebagai acara off air untuk para penggila MotoGP. Autograph berlangsung tanggal 1 November jam 12.40 siang waktu Malaysia namun antrian sudah dimulai sejak jam 7 pagi. Ada yang berbeda pada cara mengikuti autograph tahun ini.

Penonton yang mau mengikuti Autograph atau tanda tangan rider harus antri buat meminta wrist tag atau gelang tangan. Gelang tangan hanya dibagikan untuk 300 orang pertama saja.

Matteo Flamigni, crew mekanik VR46 yang biasa ngurusin data (dok.adek saras))
Matteo Flamigni, crew mekanik VR46 yang biasa ngurusin data (dok.adek saras))
Terbatas banget karena sesi Autograph hanya berlangsung 40 menit dan terbagi 2 sesi. Karena very very terbatas itulah antrian buat mendapatkan wrist tag begitu rusuh.

Sesi Autograph terbagi 2 sesi dengan rider berbeda di tiap sesinya. Tahun ini Marc Marquez dan Valentino Rossi sama-sama ada di sesi 1 bersama Iannone, Johann Zarco, Takaaki Nakagami dan lain-lain.

Sementara di sesi dua ada Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso dan lain-lain. Udah pasti yang jadi daya tarik orang mengikuti Autograph ya sesi 1. Cuman dengan sistem antrian Autograph, hanya orang yang masuk di 20 menit pertama aja yang bisa dapet tanda tangan para rider sesi 1.

Silvano Galbusera Chief Mekaniknya VR46 (dok.adek saras)
Silvano Galbusera Chief Mekaniknya VR46 (dok.adek saras)
Antrian yang menurut saya kondisinya tak manusiawi memang membuat saya nggak berniat mengikuti Autograph tahun ini. Toh saya udah mengikuti Autograph di tahun-tahun sebelumnya. 

Jadi saya jalan-jalan di bazzar area aja melihat semua produk yang dijual di sana. Jelang siang saya dapat kabar dari seorang teman, bahwa saya bisa dapat kesempatan untuk jalan-jalan di Paddock siang itu.

Jalan-jalan di Paddock itu eksklusif. Paddock adalah area di belakang garasi para pembalap. Di area ini ada hospitality alias tempat istirahat para pembalap dan timnya. Lalu ada caf tempat makan juga. Karena ini area belakang garasi maka para pembalap, crew, wartawan staff Dorna dan lan-lain lalu lalang di sini. Area ini nggak boleh dimasuki oleh sembarang orang.

Alex Briggs, yang nagih 5 ringgit nih (dok. Adek Saras)
Alex Briggs, yang nagih 5 ringgit nih (dok. Adek Saras)
Orang harus mengenakan ID Card khusus yang dijual dengan harga muahaallll banget atau hanya bisa diberikan oleh mereka yang diberi akses khusus oleh Dorna as penyelenggara. Harganya terbilang belasan juta, itupun sangat terbatas jumlahnya karena area ini nggak boleh penuh dengan orang-orang dari kalangan umum. So jalan di paddock pass merupakan angan-angan untuk kalangan misqueen seperti saya.

Ndilalah saya ketiban rezeki siang itu. Paddock pass bisa saya dapatkan dari seorang teman namun hanya bisa dipakai 2 jam, karena kudu gantian sama yang lain. Nggak masalah.. 2 jam cukup buat menikmati area paddock.

Syukur-syukur bisa poto-poto sama bebera pembalapnya yekan. Saya pun langsung ngacir ke tempat teman saya menunggu untuk memberikan paddock pass nya.

Luca Marini, rider moto2 adek nya babang VR46 (dok.adek saras)
Luca Marini, rider moto2 adek nya babang VR46 (dok.adek saras)
Finally.. saya sampai ke area paddock. Areanya teduh banget.. hospitality berjajar di sebelah kiri sementara garasi para rider berjajar di sebelah kanan.

Area paddock cukup ramai karena saya tiba pas jam makan siang di mana orang-orang lalu lalang buat istirahat. Ada beberapa fans Valentino Rossi dan Marc Marquez yang lagi jalan-jalan di sini juga.

Karena jam istirahat, maka saya jalan-jalan di paddock ditemani oleh teman saya, Scherazade, seorang jurnalis Motorsport Indonesia yang sedang melakukan liputan di Sepang. Adek Saras, begitu saya memanggilnya, sekaligus menjadi potograper saya siang itu huehehehe. Lucky dua kali.

Sesungguhnya para pembalap dan timnya itu ramah-ramah kalau kita mengajak foto secara baik-baik. Namun kita kudu lihat kondisi mereka juga. Kalau mereka lagi buru-buru ya jangan maksa mengajak berfoto. Mereka datang untuk bekerja, jadi hormati pekerjaan mereka. Saya suka sebel sama fans yang maksa minta foto sama pembalap idolanya tanpa melihat kondisi si idola. Jadi penggemar seharusnya nggak boleh egois.

Shuhei nakamoto, mantan Vice President of Honda Racing Corporation yang sekarang jadi special advisor Dorna Sport (dok.Adek Saras)
Shuhei nakamoto, mantan Vice President of Honda Racing Corporation yang sekarang jadi special advisor Dorna Sport (dok.Adek Saras)
Seperti ketika saya saya berpapasan dengan Santi Hernandez, manager tim Honda Racing. Ia sedang berjalan cepat ke arah saya, ketika saya memberi kode minta foto bareng Santi bilang "sorry.. sorry" sambil tersenyum. Ya sudah.. artinya ia sedang melakukan sesuatu yang penting banget dan jangan maksa minta foto.

Waktu 2 jam berlalu tanpa terasa. Saya harus keluar karena jatah waktu saya sudah habis. Meski saya masih ingin menikmati suasana paddock tapi saya harus komitmen dengan waktu. Toh saya sudah berhasil foto bareng Luca Marini, Lin Jarvis, Silvano Galbusera, Andrea Migno dan beberapa crew mekanik Valentino Rossi.  

Sempet ditagih 5 ringgit Malaysia sama Alex Briggs, crew setia Valentino Rossi ketika saya mengajaknya foto bareng. Bercanda pasti karena Alex ini emang seneng bercanda. Hasil jalan-jalannya bisa dilihat di video saya ini ya.