Mohon tunggu...
Yanti Sriyulianti
Yanti Sriyulianti Mohon Tunggu... Berbagilah Maka Kamu Abadi

Ibu dari Nurul Fitry Azizah, Muhammad Zakky Anwar dan Allisa Putri Maryam, aktif menggiatkan Hak Atas Pendidikan dan Perlindungan Anak dengan menjadi pembina Sigap Kerlip Indonesia, Ketua Umum Gerakan Indonesia Pintar, Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak, mencatat kegiatan sehari-hari, dan memimpin Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan di Indonesia sejak 1999.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Menyiapkan Kampanye Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019

20 Desember 2018   10:08 Diperbarui: 20 Desember 2018   10:23 0 1 0 Mohon Tunggu...
Menyiapkan Kampanye Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019
dokpri

Alhamdulillah pesawat Lion Air yang membawaku terbang dari Makassar ke Lombok mendarat dengan mulus. Tulisan IloveLIA dengan warna pelangi menarik perhatianku. "Sudah berubah banyk ya, Pak! Terakhir saya mendarat disini masih dalam proses pembangunan,'ujarku kepada sopir taksi. "Lokasi Hotel Aston di Mataram cukup jauh dari LIA, Bu. Sebelumnya Ibu hanya perlu 10 menit dari Selaparang ya, "sahut sopir taksi. Hujan di luar menyambut kedatanganku sore kemarin.

Ada yang berbeda menjelang tahun ke-19 KerLiPers bergerak melaksanakan kampanye dan advokasi pemenuhan hak atas pendidikan dan perlindungan anak. Perjalanan panjang dari Palu sampai Lombok diselingi penjadwalan ulang penerbangan ke Padang dan Makassar menunjukkan kesibukan baru Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan. 

"Anak muda di Lombok keren banget, Bu. Nanti kita kolaborasi dengan mereka untuk memperkuat barisan SPAB menuju Sekolah Ramah Anak, "kata Jamjam Muzaki dalam pesannya di whatsapp group kami. Direktur Litbang KerLiP ini mengawal pemebagaan Sekretariat Nasional Satuan Pendidkan Aman Bencana (Seknas SPAB) di Kemdikbud. Geliat Satgas Penanggulangan Bencana Kemenag di Sulteng menambah barisan panjang madrasah dalam upaya pengurangan risiko bencana di pendidikan. 

Jamjam Muzaki intens mendampingi 3 lembaga mitra DIrektorat PKLK Kemdikbud untuk menyiapkan, melaksanakan, melaporkan workshop regional SPAB pada akhir tahun 2018. Kegiatan inilah yang menjadi fokus gerakan KerLiP setelah mengawal percepatan Sekolah/Madrasah Ramah Anak sebagai salah satu indikator utama Kota/Kabupaten Layak Anak.

SiapUntukSelamat Menuju SRA mulai dengan SPAB

Undangan sebagai narasumber talkshow Peran Ibu dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana masuk pada saat aku transit di Makasar. Alhamdulillah Sekretaris KerLiP yang juga Koordinator KerLiP Jabar akhirnya siap untuk mewakili KerLiP. Persiapan Workshop SPAB regional Indonesia Tengah yang diselenggarakan Lumbung Inovasimempertemukanku dengan Andi dari Barugak Lombok dan Lian dari Linov. 

Merekalah yang disebut-sebut Jamjam sebagai anak-anak muda keren di Lombok. Andi langsung menyambut antusias ajakanku untuk memastikan 100% satuan pendidikan di NTB melaksanakan #SiapUntukSelamat Menuju SRA mulai dengan SPAB pada Hari Kesiapsiagaan Bencana, 26 April 2019. 

Informasi ini langsung saya sebar untuk mengajak multipihak bergegas. secara target KerLiP pada 2019 terdapat 100 keluarga peduli yang mendorong pemenuhan hak hidup bermartabat melalui pemenuhan hak atas pendidikan dan perlindungan anak dengan memastikan 75% satuan pendidikan MAU mendeklarasikan SRA mulai dnegan #SiapUntukSelamat di rumah masing-masing. 

Kampanye dan advokasi ini juga sudah kumulai dalam ToT SRA yang diselenggarakan BKD Bekasi beberapa waktu yang lalu. Aku juga mengajak Sekda Lombok Utara dalam pertemuan singkat saat beliau menengok putri angkatnya, Susan Dewi Rochimah, untuk melaksanakan giat #SiapUntukSelamat Menuju SRA mulai dnegan SPAB. Dukungan pun berdatangan.

Elvi Hendrani, Asdep Pemenuhan Hak Anak Kempppa mengajak para fasnas SRA untuk menyusun "strategi kancil" agar partisipasi anak dan orangtua di rumah makin menguat melalui upaya yang sama. Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BNPB langsung menyatakan dukungan penuhnya atas inisiatif baik ini