Mohon tunggu...
Badriah Yankie
Badriah Yankie Mohon Tunggu... Menulis untuk keabadian

Badriah adalah pengajar bahasa Inggris SMA yang menyukai belajar membaca dan menulis.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Haru Biru Hari Guru

23 November 2019   10:36 Diperbarui: 26 November 2019   07:39 114 6 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Haru Biru Hari Guru
Dok. pribadi

Hari guru jatuh pada Senin, 25November 2019. SMAN 2 Cianjur, seperti halnya sekolah lainnya,  menyiapkan penyambutan dan perayaan hari guru dengan penuh antusias. Sejak seminggu sebelum hari guru, para guru berdatangan ke SMAN 2 Cianjur. Tujuan mereka adalah merayakan hari guru dengan meriah. Salah satunya adalah dengan menjadi pelaksana upacara.

Para guru berlatih baris berbaris di bawah terik mentari. Topi dan tutup wajah tidak mengurangi kekuatan sang surya untuk menembus kulit wajah para lbu yang sudah pula dilindungi bedak. Wajah para ibu merah membara. Terik mentari tidak menyurutkan niat mereka untuk terus berlatih menjadi pelaksana upacara hari Senin 25 November 2019. 

Kebahagiaan menyambut hari guru dilengkapi dengan cairnya uang sertifikasi. Semua bergembira bisa merayakan hari guru dengan bertukar kado, wajib dibungkus koran, dengan harga wajib tidak lebih dari 25 ribu rupiah. Ungkapan kegembiraan yang sederhana namun penuh keakraban. Sudah terbayang bagaimana para guru bertukar hadiah dan membukanya dengan diiringi tawa geli. Ketika kado dibuka, ada yang benar-benar membeli barang dengan harga 25 ribu, misalnya sikat gigi berpasang-pasang. Ada juga yang membeli barang dengan harga lebih dari 25 ribu, misalnya tempat pensil. Kegembiraan tanpa dibuat-buat sebagai haturan terima kasih atas profesi yang disandang.

Kegembiraan ini sedikit terkurangi dengan kabar yang membuat hati berdebar kencang dan menimbulkan kekhawatiran. Ada kabar guru bahasa Inggris akan dipindahkan  menjadi guru SD. Hal ini terjadi karena ada usulan dari Ikatan Guru Indonesia yang memandang bahwa bahasa Inggris cukup diberikan di SD saja. 

Kabar di atas membuat para guru bahasa Inggris menjadi blingsatan. Secara jumlah, SD tidak akan mampu menampung guru  Bahasa Inggris SMP dan SMA. Muncul pikiran mengerikan, jangan-jangan guru bahasa Inggris dipindahkan ke struktural atau lebih tragis lagi, dipensiun-dinikan.

Dalam beberapa kesempatan guru bahasa Inggris merasa dianak tirikan. Pada saat Kurikulum 2013 lahir, jumlah jam pertemuan per minggu Bahasa Inggris, untuk SMA, semula 4 jam menjadi 2 jam. Pengurangan jam ini menimbulkan kegalauan, beberapa guru merasa dirugikan, kebutuhan jumlah jam mengajar menjadi masalah. Menggunakan solusi dengan memasukkan mengajar bahasa Inggris peminatan tidak diakui dalam aplikasi Dapodik. Akibatnya, sambil mengajar, sambil memikirkan pemenuhan jam mengajar, minimal 24 JP. 

Kini, pergantian Menteri Pendidikan, menyodorkan hal yang lebih pelik bagi guru bahasa Inggris. Bukan lagi urusan pengurangan jam pertemuan per minggu, tapi malah BAHASA INGGRIS DITIADAKAN DI SMP DAN SMA. 

Usulan yang disampaikan oleh IGI diterima para guru bahasa Inggris menjadi ancaman yang mematikan. Secara personal para guru, yang merasa dirugikan, tidak bisa mengadukan nasibnya. Pasalnya yang mengajukan penghilangan bahasa Inggris di SMP dan SMA mengatasnamakan perwakilan guru. Dengan kata lain, itu adalah keinginan para guru.

Yang membuat lebih khawatir para guru bahasa Inggris adalah Mas Menteri menerima usulan IGI itu secara lisan dan bahkan ada konfirmasi yang diajukan beliau kepada pengusul. Rekaman video usulan ini beredar di seantero jagat nusantara dan para guru berulang-ulang menyimak usulan IGI. Semakin disimak, semakin khawatir. Tindak lanjut apa yang akan dilakukan Mas Menteri kepada guru bahasa Inggris, itulah yang mengganggu pikiran.

Usulan, dalam Kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai mengemukakan (mengajukan dsb) sesuatu (pendapat, saran, dsb) supaya dipertimbangkan. Usulan IGI mengenai pengajaran bahasa Inggris diberikan di SD untuk dipertimbangkan Mas Menteri. Para guru bahasa Inggris sebaiknya tidak membuat imajinasi aneh apalagi mengerikan mengenai nasib mereka. Usulan IGI masih dalam bentuk usulan. Belum menjadi sebuah keputusan. Selama masih usulan, tidak memiliki efek hukum apapun. Tidak ada ancaman apapun bagi guru bahasa Inggris dari usulan tersebut.

Selamat hari guru.  

VIDEO PILIHAN