Mohon tunggu...
Munir Sara
Munir Sara Mohon Tunggu... Yakin Usaha Sampai

Menulis adalah cara kami dari seberang Timur meraba-raba separoh dinamika di negeri ini. Anak pesisir dari Timur-NTT. Menulis untuk memuaskan diri saja, meski baru memulai. Lebih suka mendengar daripada banyak bicara. Menulis sebatas cara mengecap cita rasa keindonesiaan. Karena kompasiana ini miniatur Indonesia. Kontak : 081212450014

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Virus dari Wuhan dan Nyamuk di NTT

10 Maret 2020   20:20 Diperbarui: 10 Maret 2020   20:37 94 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Virus dari Wuhan dan Nyamuk di NTT
Ilustrasi (foto MarketWatch)

Secara nasional, Indonesia mengalami lonjakan positif covid-19. Dari 2 kasus menjadi 19. Masih ditracking---bisa jadi bertambah. Belum ada yang meninggal.

Tapi di NTT sana, berdasarkan rilis CNN tadi sore (10/3), sudah ada di atas 1000 kasus DBD. Data Dinaskes kabupaten Sika, sudah ada 13 orang yang merenggang nyawa.

Secara regional, sudah ada 32 orang di NTT yang meninggal karena DBD. Pemda Sika, sudah menaikann status wabah DBD di Maumere menjadi KLB.

Menkes sudah turun langsung ke Maumere. Dengan tenaga medis dan faskes yang terbatas, RSUD Maumere bekerja keras menangani pasien yang terus bertambah tiap hari.

Mungkin tabiat Menkes yang suka anggap enteng, kasus DBD NTT ini, belum dapat penanganan khusus dan serius. Seperti sikap enteng Menkes kala awal-awal Corona.

Untuk kasus Maumere-NTT, tidak ada jumpa pers tiap jam, pula tidak ada juru bicara dan penanganan apik seperti Covid-19. Kenapa? Apa karena tidak berdampak ke investasi? Pasar?

Memang, kalau penyakit dan nyawa yang berjatuhan, kalau tak sangkut pautnya dengan sentiment pasar dan investasi, kurang direken. Saya ulangi, dibanding Corona Virus, di NTT sana, sudah ada 32 orang yang mati karena nyamuk aedes aegypti. 

***

Di tengah wabah dan masyarakat yang mengharu biru itu, sejumlah politisi merangkap cukong, wara wiri dalam lobi-lobi politik yang _indak jaleh._ entah apa yang ada di pikiran mereka. Ada yang bicara omnibus law, soal parliamentary threshold, sampai reken-reken peta koalisi.

Lobi-lobi dan gagah gagahan politik, disaat masyarakatnya was-was dan di atas puluhan nyawa yang berjatuhan. Sudah semestinya mereka prihatin. Belanda masih jauh. Yang didepan biji mata saat ini, ada ancaman wabah dan kematian yang menganga.

Tok, tok tok, Akhirnya MA menerima JR terkait gugatan terhadap kenaikan iuran BPJS. Bagaimana ini? Di media, bejibun bikin analisa, bila iuran BPJS engga naik, maka hingga 2024 BPJS kesehatan tekor hingga Rp 77 triliun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x