Mohon tunggu...
Edison Hulu
Edison Hulu Mohon Tunggu... Ekonomi dan Keuangan

Dosen, Peneliti, dan Pelaku Ekonomi.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Bekerja Tidak Biasa, Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif Tahun 2021

26 Agustus 2020   09:03 Diperbarui: 26 Agustus 2020   08:52 117 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bekerja Tidak Biasa, Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif Tahun 2021
Sumber: IMF

Apa arti "bekerja tidak biasa"?   Ada tiga pihak pelaku utama ekonomi dalam sebuah negara, (1) pemerintah, (2) perusahaan, dan (2) rumahtangga.  Tiga pelaku utama ini harus melakukan terobosan agar tercipta peluang ekonomi tumbuh dan tercipta lapangan pekerjaan dengan memilih terobosan baru yang dipastikan dapat dilakukan dalam era pendemik covid-19.

Ada titik cerah untuk ekonomi Indonesia akan recovery pada tahun 2021.  Kalau Indonesia, andaikan dikelompokkan "Emerging Market", prediksi IMF (International Monetary Fund) untuk kelompok ini tumbuh 5.9 persen pada tahun 2021.  Intinya, kalau bekerja tidak biasa, akan dimungkinkan Indonesia tumbuh lima persen pada tahun 2021.

Perekonomian Dunia secara keseluruhan (global economy) , IMF memprediksi akan tumbuh 5.4 persen pada tahun 2021.  Peekonomian negara-negara maju, juga diprediksi tumbuh positif sebesar 4.8 persen pada tahun 2021.  Intinya, kalau bekerja tidak biasa, perekonomian dunia, perekonomian negara maju, perekonomian negara berkembang akan tumbuh positif pada tahun 2021.  

Apakah ada peluang bagi sebuah negara, termasuk Indonesia akan tumbuh negatif pada tahun 2021?  Ada peluang, bila pola perka tiga pelaku ekonomi, khususnya pemerintah,  bekerja biasa-biasa saja, tidak melakukan terobosan untuk mencipatakan peluang ekonomi untuk tumbuh baik dilihat dari sisi penawaran produk maupun dari sisi permintaan, sehingga tercipta nilai tambah, dan juga tercipta kesempatan kerja.

Apa yang dilakukan pemerintah agar tidak dinilai hanya bekerja biasa-biasa saja?  

Pertama, manfaatkan secara optimal kebijakan fiskal untuk menciptakan peluang investasi pada lapangan kerja yang belum diberdayakan penuh agar tercipta produksi dan kesempatan kerja.  Yang paling gampang ialah memanfaatkan tanah negara yang belum dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pertanian dan produksi bahan makanan, baik untuk memnuhi permintaan dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor.  

Hal pemafaatkan lahan yang menganggur tersebut pernah dilakukan ketika Bapak Gus Dur sebagai presiden untuk pemulihan ekonomi yang dilanda krisis pada tahun 1997/1998, diberi kesempatan kepada rakyat untuk memanfaatkan tanah-tanah perkebunan yang masih menganggur, dan hasilnya positif.  

Tentu, hal yang sama juga dilakukan untuk meningkatkan produksu industri agar makin kompetitif pada tingkat dunia.  Dengan upaya fiskal yang tidak biasa tersebut, melalui upaya terpadu pemerintah pusat dan daerah.

Kedua,  manfaatkan secara optimal kebijakan moneter untuk pembiayaan yang secara ekonomi layak investasi.  Biasanya, dalam era krisis di beberapa negara dijalankan kebijakan yang tidak biasa dalam moneter, yaitu, "easy money policy",  dengan dana ini likuiditas makin meningkat, tetapi harus terkendali agar tidak memicu inflasi. Kebijakan yang biasa-biasa, seperti menurunkan suku bunga, pada umumnya tidak secara mutlak membuka peluang investasi dan kesempatan kerja.

Intinya, kebijakan fiskal dan moneter dilakukan secara terpadu untuk menciptakan peluang meningkatkan produksi untuk menciptakan nilai tabmah dan kesempatan kerja. Tanpa upaya terpadu seperti itu,  perekonomian Indonesia pada tahun 2021 masih belum kembali tumbuh pada tingkat lima persen per tahun.

VIDEO PILIHAN