Mohon tunggu...
Syarif Dhanurendra
Syarif Dhanurendra Mohon Tunggu... Jurnalis - www.caksyarif.my.id

Pura-pura jadi Penulis

Selanjutnya

Tutup

Politik

Biografi Kang Wahid: Mulai Menjadi Ketua Ranting hingga Ketua Cabang

30 April 2018   01:03 Diperbarui: 26 November 2018   01:20 838
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto Kang Wahid dalam Berbagai Momen di IPNU

Pada tanggal 17-18 Desember 2016 yang lalu telah diselenggarakan Konferensi Cabang IPNU Kabupaten Nganjuk yang ke-21. Dari hasil Kofercab tersebut terpilihlah Ahmad Nur Wahid sebagai Ketua IPNU Cabang Nganjuk masa khidmat 2016-2018. Ahmad Nur Wahid ini siapa? Berikut ini adalah biografinya. 

Ahmad Nur Wahid, atau akrab disapa Kang Wahid, adalah seorang pemuda yang terkenal 'giat tandang gae' tanpa mengenal lelah. Betapa tidak, pemuda asli Nganjuk ini telah aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan sejak usia 16 tahun. Di saat anak remaja lain seusianya sibuk bermain dan menghabiskan waktunya dengan kegiatan-kegiatan hedonis, dia malah pergi ke IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) untuk 'ngopeni' pengajian remaja di desanya.

Kang Wahid lahir dari sepasang suami isteri dari desa Dadapan, Kec. Ngronggot, yaitu Supriyono dan Nur Aini. Tanggal 5 September 1994 adalah hari pertama dia menyapa dunia ini dengan tangisan yang murni. Wahid kecil mengawali dunia pendidikannya di RA Khadijah Banjarsari (lulus 2001). Kemudian, dia melanjutkan sekolah di MI MHM Banjarsari hingga tahun 2007. Kedua orang tua Wahid merupakan orang yang berlatar belakang santri, sehingga itu diwariskan kepada Wahid dengan menyekolahkannya di sekolah yang memiliki pelajaran agama lebih dominan.

Kemudian, Wahid menuntut ilmu di MTs Salafiyah Darussalam Krempyang (lulus 2011) dan MA Salafiyah Darussalam Krempyang (lulus 2014). Di samping kesibukan belajar di Madrasah Salafiyah Krempyang, Wahid juga membagi waktunya dalam beberapa hal, antara lain: di IPNU, Madin Al Huda Klampakarum, dan Ketua Ponpes. Al Ischaqiyyah Banjarsari. Dari berbagai kesibukan tersebutlah ia mulai belajar memanajemen waktunya sendiri.

Di IPNU, tahun 2008 ia mengikuti Makesta. Saat itu usianya sudah 14 tahun. Tahun 2010, ia terpilih menjadi Ketua IPNU Ranting Dadapan untuk masa khidmat 2010 hingga 2012. Di akhir masa kepengurusannya sebagai ketua ranting, ia kemudian mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud), yaitu pada bulan Juni 2012.

Setelah selesai menjadi Ketua Ranting (2012), ia terpilih menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kec. Ngronggot untuk periode 2012-2014. Sebenarnya, pada Konferancab 2012 suara terbanyak ada pada Juni Prasetiawan. Akan tetapi, Juni Prasetiawan menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan secara suka rela dengan berbagai alasan yang bisa diterima oleh seluruh peserta konferensi. Akhirnya, Wahid sebagai calon yang memperoleh suara kedua terbanyak disepakati menjadi Ketua Terpilih.

Setelah periode 2012-2014 selesai, ternyata peserta konferensi Anak Cabang 2014 masih memberi kepercayaan kepada Wahid, dia terpilih kembali sebagai ketua PAC untuk yang kedua kalinya. Walaupun hal ini melanggar Peraturan Organisasi yang ada (Ketua tidak dapat dipilih kembali), namun mayoritas peserta konferensi tetap mengusungnya, dan Pimpinan Sidang Pleno dari PC pun tidak bisa melakukan apa-apa kecuali mengabulkan kesepakatan peserta konferensi.

Berlanjut tahun 2014, ia mengikuti Latihan Kader Utama (Lakut), suatu jenjang kaderisasi formal tertinggi di internal IPNU. Dan di akhir tahun 2014, Pimpinan Cabang IPNU Kab. Nganjuk mengadakan konferensi. Di sana, nama Wahid menjadi salah satu calon ketua PC yang diusung oleh beberapa PAC di Kabupaten Nganjuk. Namun, ternyata masih kalah suara dengan Syamsuddin. Lantas dalam Konfercab tahun 2016, barulah ia terpilih sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Nganjuk dengan calon tunggal, untuk masa bakti 2016-2018. Saat ini (2018), selain sebagai Ketua PC, ia juga sedang menempuh S1 di IAIT Kediri.

Wahid adalah kader militan yang sangat bagus yang dimiliki oleh IPNU, khususnya IPNU PC Nganjuk. Loyalitasnya terhadap IPNU tidak perlu dipertanyakan lagi! Totalitas perjuangannya di IPNU telah tampak sejak tahun 2012, saat selesai mengikuti Lakmud. Kini ia telah memimpin Pimpinan Cabang selama 17 bulan. Selama itu pula, PC tetap solid dan tertata sesuai harapan. 

Walau pun ada beberapa hal yang sempat menjadi hambatan, namun bisa teratasi dengan baik. Dalam menjalankan tugas organisasinya, Rekan Wahid memang tidak berjalan sendiri. Ada banyak rekan seperjuangannya yang ikut andil dalam menemaninya, yaitu seluruh Pengurus PC IPNU dan IPPNU Kab. Nganjuk periode 2016-2018.

Rekan Wahid. Dari Ketua Ranting hingga Ketua Cabang, selalu konsisten dalam mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi; selalu siap menggemakan ajaran Islam Aswaja dan menjunjung tinggi budaya luhur bangsa Indonesia; tidak pernah setengah-setengah dalam menjalankan tugas organisasi; dan selalu setia pada NKRI. Bagi Rekan Wahid, Pancasila sudah final.! Dan cita-cita kemerdekaan harus tetap diperjuangkan.! [*]

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun