David Asmara
David Asmara Wartawan

Menulislah itu akan menunjukkan bahwa kita pernah ada...

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Oknum Diknas dan Kebudayaan Sebut APBD Tebo Alami Defisit

10 Juli 2018   17:08 Diperbarui: 10 Juli 2018   18:10 463 0 0
Oknum Diknas dan Kebudayaan Sebut APBD Tebo Alami Defisit
GoogleOknum Diknas dan Kebudayaan Sebut APBD Tebo Alami Defisit

Defisit Ancam APBD Tebo 2018, Sasar Anggaran Rutin OPD ?

Ada pernyataan menarik yang terlontar dari oknum pejabat eselon di OPD Dinas pendidikan Nasional dan kebudayaan kabupaten Tebo,  Jambi. Dia menyatakan ABPD Tebo 2018 alami defisit sebesar 17 Milyar. Dampak dari itu anggaran kegiatan rutin dibidangnya terpaksa dirasionalisai. Namun tak satupun informasi pembenaran yang didapatkan dari institusi terkait mengenai kata defisit yang terjadi. 

" Kami diminta Bapelitbangda mengurangi anggaran sekitar 2 milyar dari pos anggaran rutin dinas. Kini kita tengah melakukan pengurangan kegiatan, tapi sepertinya angka itu hanya bisa terealisasi 1,5 milyar saja, " ucap kabid. PAUD dan Pendidikan dasar, Khoirul Akmal. 

Tetapi berbeda pula pernyataan yang disampaikan kepala dinas pendidikan nasional dan kebudayaan kabupaten Tebo,  Sindi,  SH. Menurutnya,  tidak ada upaya dinas mengurangi anggaran kegiatan rutin setip bidang - bidang di OPD yang dipimpinnya. 

" Tidak ada defisit, siapa yang bilang. Kalau penerimaan anggaran berkurang, disesuaikan mungkinlah. Sampai hari ini belum ada pembahasan," tegas Sindi, kamis $5/7/2018) lalu.

Sementara kepala badan keuangan daerah kabupaten Tebo juga menyanggah informasi terjadinya defisit APBD seperti yang disampaikan oknum pejabat salah satu OPD itu. Menurutnya sampai hari ini anggaran masih berjalan normal apa adanya.  Tidak ada terjadi kekurangan anggaran atau defisit terhadap APBD TA 2018. 

" Semestinya berita itu, lebih tepat informasinya keluar dari sini (BKD). Sampai sekarang masih berjalan normal. Bahkan pembahasan perubahan saja belum. Masalah akan jelas defisit anggaran atau tidak nanti melalui APBD P, " kata Nazar Effendi, dikantornya.

Dilain pihak kepala badan perencanaan pembangunan daerah,  Himawan Susanto juga membantah terjadinya defisit APBD 2018. Hanya saja, diprediksi sektor penerimaan daerah untuk tahun anggaran 2019 yabg akan sedikit berkurang dari tahun 2018. Makanya,  perlu dilakukan evaluasi terhadap usulan anggaran yang masih sama dari tahun ini. 

" Jadi bukan tahun ini, maksudnya anggaran rutin yang perlu dijalankan ditahun yang akan datang lebih skala prioritas," jelas Himawan. 

Pemerintah daerah akan melakukan pemangkasan terhadap honor-honor kegiatan dimasing-masing OPD. 

Dikatakannya,  bahwa untuk APBD 2019 penerimaan daearah bakal mengalami penurunan anggaran sedikit.

" Ada saran KPK yang kita tindaklanjuti,  seperti honor kegiatan yang akan dihilangkan dari pos anggaran. Tetapi akan diganti dengan tunjangan perbaikan penghasilan.  Angka perubahan pendapatan sudah dapat tapi belum dibahas dengan TAPD," pungkanya. ***