Mohon tunggu...
Stevan Manihuruk
Stevan Manihuruk Mohon Tunggu... Penulis - ASN

Buruh negara yang suka ngomongin politik (dan) uang

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Saatnya Mencari Ketua Umum PSSI yang Haus Prestasi

20 Januari 2019   23:12 Diperbarui: 21 Januari 2019   12:22 473
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (Antara Foto/Nyoman Budhiana)

Pada perhelatan Piala Asia 2019 yang sedang berlangsung, Vietnam mengukir prestasi dengan lolos ke babak perempat final usai mengalahkan Yordania melalui adu penalti. Vietnam dan Thailand menjadi perwakilan negara ASEAN yang berhasil mencapai babak perdelapan final turnamen tahun ini.

Nasib tim Thailand kurang beruntung karena harus bertemu tim kuat Cina di babak perdelapan final. Sempat unggul 1-0 di babak pertama, Thailand akhirnya pun harus tumbang dengan skor 1-2. 

Sementara pada saat yang bersamaan, sepak bola kita masih disibukkan dengan urusan kongres tahunan PSSI. Memang di sana pun terjadi kejutan. Sang ketua umum, Edy Rahmayadi tiba-tiba menyampaikan pengunduran dirinya. 

Hal yang cukup mengejutkan karena desakan agar Edy mengundurkan diri alias "out" dari PSSI sebenarnya sudah bergulir cukup lama dan ia selalu bergeming. Minimnya prestasi ditambah lagi ragam permasalahan yang timbul lalu tenggelam tanpa solusi, kian menghilangkan kepercayaan publik terhadap kepengurusan PSSI periode ini.

Ilustrasi (Antara Foto/Nyoman Budhiana)
Ilustrasi (Antara Foto/Nyoman Budhiana)
Masalah kekerasan antar suporter yang berulang kali terjadi dan selalu menelan korban jiwa membuat publik seolah kehilangan kesabaran. Puncak kegeraman publik meledak pasca terungkapnya kasus praktik pengaturan skor yang ternyata melibatkan petinggi PSSI.

Anehnya, para petinggi PSSI termasuk sang ketua umum seolah tak merasa harus bertanggung jawab terhadap berbagai masalah yang timbul. Mereka justru sibuk membuat pembenaran sekaligus alibi. Sang ketua umum bahkan gemar mempertontonkan arogansi saat tampil di depan publik.

Kepercayaan publik terhadap pengurus PSSI benar-benar berada di titik nadir. Di jagat maya misalnya, beberapa saat setelah Edy mengumumkan pengunduran diri sekaligus menyerahkan tampuk kepemimpinan PSSI pada sang ketua umum Joko Driyono sebagai pelaksana tugas (Plt), langsung muncul tagar #jokdriout dan menjadi sempat menjadi trending topic.

Ya, jokdri tentu merujuk pada Joko Driyono. Artinya, nama sang wakil ketua umum pun ternyata tak dipercayai apalagi dikehendaki publik. Desakan agar kepengurusan PSSI segera diisi oleh orang-orang baru terdengar cukup kencang. Bahkan untuk jabatan pelaksana tugas (sementara) pun, publik sepertinya tak rela diduduki oleh "orang-orang lama".

Kejengkelan publik semestinya bisa dimaklumi. Sepak bola sebagai cabang olahraga paling digemari publik, sampai saat ini hanya sekadar menghasilkan timbunan masalah, alih-alih mengukir prestasi.

Logika publik tak bisa menerima fakta bahwa Indonesia yang berpenduduk 200 an juta jiwa masih juga tak mampu membentuk kesebelasan tim sepakbola yang tangguh. Sepak bola kita kian tak berdaya di hadapan negara-negara lain.

Jangankan beprestasi di tingkat dunia, di tingkat Asia bahkan Asia Tenggara pun tim kita sudah kewalahan untuk sekadar menghasilkan kemenangan. Bukannya membaik, prestasi tim sepak bola kita kian hari justru kian memburuk. Nyaris tak ada yang bisa dibanggakan. 

PSSI sebagai induk organisasi yang mengurusi sepak bola nasional langsung dituding sebagai biang keroknya. Tudingan paling keras bahwa orang-orang yang duduk sebagai pengurus dan petinggi organisasi ternyata tidak cakap apalagi berkompeten di bidangnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun