Mohon tunggu...
Didik Fitrianto
Didik Fitrianto Mohon Tunggu... Administrasi - Mencintai Laut, Lumpur dan Hujan

Terinspirasi dari kata-kata ini "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Ingin Menang Pilpres 2019? Bersekutulah dengan Via Vallen

4 Januari 2018   09:14 Diperbarui: 5 Januari 2018   17:12 9661
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Via Vallen (musikpantura.com)

Hadiah terindah yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia adalah mahluk manis nan menggemaskan ini, Via Vallen. Kalau Anda belum tahu siapa Via Vallen, berarti kelak Anda tidak layak hidup di Asgardia, atau jangan-jangan teman ngopi Anda Felix Siauw? Sungguh hidup Anda tidak mengasyikkan.

Jadi begini, Via Vallen itu penyanyi dangdut terfavorit di Indonesia saat ini. Walaupun lebih banyak tampil di acara sunatan, syukuran sedekah laut, dan pesta pernikahan daripada tampil di televisi, tapi doi justru lebih disukai masyarakat dari berbagai kalangan. Fakta ini membuat banyak penyanyi dangdut senior sesak nafas, tidak sedikit yang jantungan.

Rahasia di balik kepopulerannya saat ini ternyata ada di tangan fans garis keras yang disebut Vyanisty. Jumlah mereka tidak main-main, puluhan juta orang. Bagi Vyanisty, Via Vallen bukan lagi sekadar penyanyi dangdut, tetapi seolah sudah dijadikan sila keenam: Anda belum menjadi Indonesia sebelum mendengarkan lagu-lagunya Via Vallen. Seng ada lawan!

Sebagai simbol sila keenam, maka jangan bandingkan Via Vallen dengan Ayu Ting Ting, Cita Citata, atau Saskia Gotik. Mereka bukan levelnya karena kemampuan mereka hanya sebatas membuat lawakan tidak lucu di televisi, yang menjadikan penontonnya semakin percaya bahwa bumi itu datar dan sepatu hak tinggi menyebabkan perempuan tidak bisa hamil.

Via Vallen menjadi contoh nyata apa yang pernah ditulis oleh Reynald Kasali tentang "Shifting", adanya pergeseran selera dan gaya hidup di masyarakat. Ini terbukti incumbent macam Ayu Ting Ting, Cita Citata, dan Saskia Gotik seberapa pun kuat brand dan reputasinya, terjungkal akibat tidak melakukan inovasi, baik pada goyangan, pakaian, maupun lagunya. Mereka sangat membosankan.

Sayangnya, fenomena "Shifting" kemudian hanya disikapi dengan tangisan dan nyiyiran, misalnya fansnya Ayu Ting Ting yang sering disebut ikan mujaher, eh bala jaer, mengatakan suara Via Vallen seperti orang lagi kena demam tinggi dan kampungan. Oleh Reynald Kasali, penyanyi dan fans seperti ini disebut sebagai salah urus, kurang respons, dan menyangkal perubahan. Akibatnya, masa depan mereka suram.

Seiring keberhasilan Ustadz Syam yang mendakwahkan bahwa di surga ada pesta seks, maka selera masyarakat pun bergeser. Kini, penyanyi dengan goyangan hot mulai dari gaya ngecor, goyang itik, sampai ngangkang, plus paha mulus dan belahan dada yang aduhai, tidak disukai lagi. Alasannya, karena di surga juga akan ketemu yang begituan.

Saat ini, masyarakat lebih menyukai penyanyi dangdut dengan pakaian sopan model K Pop, riasan wajah sederhana, dan lirik lagu yang merakyat ala Via Vallen. Di kalangan penikmat dangdut juga sama. Saat ini, ibu-ibu berhijab lebar pun demen berjoged yang ena-ena, apalagi junjungan mereka si raja jogged Caesar telah berhijrah kembali ke dunia televisi. Acara joged pun makin saru, eh seru.

Pemilu 2019, Via Vallen adalah kunci 

Via Vallen dengan jutaan pengikutnya akan menjadi magnet raksasa pada hajatan politik tahun 2019 mendatang. Saya sarankan, siapa pun calon presiden yang ingin terpilih, wajib bersekutu dengan Via Vallen. Dijamin kursi kekuasaan mudah didapat, semudah ngomong minta balikan lagi ke mantan, eh.

Keuntungan capres bersekutu dengan Via Vallen antara lain, tidak perlu repot membuat aksi bela ini-itu, mengumpulkan koin receh satu drum perkelurahan, bikin tagar seperti #TGB2019, atau mendirikan institute-institute segala untuk menjadi presiden. Cukup Via Vallen menyanyikan lagu "Tewas Tertimbun Masa Lalu", maka jutaan mantan yang belum move on akan turun ke jalan menduduki istana dan gedung DPR. Urusan memilih presiden pun lebih mudah, praktis, dan murah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun