Nurul Wachdiyyah
Nurul Wachdiyyah

Perempuan. Masih muda belia. Mirip bulan purnama. Penyuka kawasan pecinan dan bangunan tempo dulu.

Selanjutnya

Tutup

Hijau Pilihan

Mengolah Sampah dari Dapur: Kampanye Lingkungan Sehat Balitbang PUPR di "Car Free Day" Dago

6 Desember 2017   09:41 Diperbarui: 6 Desember 2017   10:33 962 2 1
Mengolah Sampah dari Dapur: Kampanye Lingkungan Sehat Balitbang PUPR di "Car Free Day" Dago
Peserta Jalan Santai Kampanye Lingkungan Sehat Balitbang PUPR

Sudah 72 tahun Indonesia merdeka, pembangunan infrastruktur jalan selama kurun waktu tersebut total panjangnya bahkan gak nyampe 1000 km. Kenapa ya? Menurut saya sih pembangunan (jalan raya) dengan data seperti itu terbilang amat sangat lambat.

Dari satu tongkat pemimpin ke pemimpin lainnya, Jokowi-JS Kalla meneruskan dan menambah target proyek pembangunan Infrastruktur.

Sekarang pembangunan infrastruktur digenjot tanpa ampun. Tidak lagi berpusat di Jawa saja, kini Sumatera, Kalimantan, termasuk Papua, pembangunan di sana mulai diperhatikan, terutama infrastruktur yang jadi jantung kegiatan warga: jalan raya.

Di tahun 2017 saja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) menargetkan 392 km jalan (tol) yang akan beroperasi.Bagian menarik lainnya, seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur tersebut, Balitbang yang bernaung di bawah Kementrian PUPR melancarkan inovasi. Menariknya inovasi tersebut tidak melulu berhubungan dengan infrastruktur.

Inovasi dari Balitbang PUPR saya ketahui pada hari minggu 19 November 2017 di Car Free Day Dago, Bandung. Pada acara itu lah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Balitbang PUPR) menyelenggarakan acara bertajuk Ciptakan Lingkungan Sehat dengan Inovasi Balitbang. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti PU ke-72.

Limbah Plastik Jadi Aspal, Inovasi Balitbang PUPR

Bila ada fakta menarik berhubungan dengan kampanye lingkungan sehat dari Balitbang PUPR di Car Free Day Dago kemarin itu, maka hal tersebut adalah limbah plastik yang dijadikan aspal!

Dengan pembangunan insfratruktur yang masif kayak sekarang, utamanya pembangunan jalan raya, penggunaan plastik sebagai salah bahan campuran aspal dilakukan dalam rangka mendukung aksi nasional pengendalian sampah plastik laut.

Di Indonesia saja diperkirakan ada 3,32 juta metrik ton limbah plastik yang belum terkelola. Tercatat 1,29 juta metrik ton limbah plastiknya dibuang ke laut (Jambeck, 2015).  Angka yang...memalukan bukan? Sekarang nih ada solusinya, kumpulin limbah plastiknya dan jadikan campuran aspal.

Lantas timbul pertanyaan. Memangnya aspal dengan campuran bahan limbah plastik ini berkualitas baik?

Dalam kadar tertentu, penggunaan plastik sebagai salah satu campuran aspal meningkatkan stabilitas dan kekuatan yang menambah kualitas umur layan jalan. Campuran beraspal umumnya dimodifikasi dengan polimer, plasti itu salah satu jenis polimer. Jadi gak ada masalah dengan penggunaan plastik sebagai campuran aspal.

Sayangnya pengolahan plastik sebagai aspal ini tidak ditampillkan secara detail. Jenis plastik apa yang cocok untuk campuran aspal? Apakah pengolahan plastinya dengan cara dibakar? Ada efek sampingnya tidak dari campuran plastik dalam aspal ini? Di mana saja inovasi ini sudah diterapkan?

Meski limbah plastik jadi aspal ini bisa jadi solusi tentang pengelolaan sampah, ya bukan berarti kita bisa leluasa menggunakan plastik sih. Tetap lah kurangi pemakaian plastik, bila harus terpaksa ya gak usah pake plastik sekalian. Bahkan saya amat sangat setuju bila kita menggunakan plastik, kita harus bayar :D

Mengembalikan bumi jadi 'hijau' tugasnya bukan ada pada hanya ada di pemanfaatkan limbah saja, tapi juga pola pikir kita sebagai penghuni planet bumi ini.

Untuk itulah Balitbang PUPR juga mengkampanyekan kesadaran lingkungan dari pengolahan sampah Rumah Tangga dan Jalan 'Hijau'.

Kampanye Lingkungan Sehat dari Balitbang PUPR di Car Free DayDago Bandung

Sejak pukul 6 pagi acara sudah dimulai. Konten acara dari Balitbang PUPR pagi itu sangatlah bergizi. Mulai dari jalan santai dan pungut sampah yang titik berangkatnya dari PUSair di Simpang Dago dan berakhir di titik pos Balitbang di CFD Dago, games, senam zumba, akustik, dan photobooth.

Oh iya bagi pengunjung yang tidak berinteraksi secara langsung dengan acara, Balitbang PUPR meletakkan beberapa poster di titik strategis dan dapat dibaca oleh siapa saja yang melewatinya. Poster tersebut berisi kampanye lingkungan sehat dan inovasi yang dilakukan Balitbang PUPR terkait empat tema: limbah plastik yang dijadikan aspal, sampah, banjir, dan jalan 'hijau'.

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Interaksi dari acara yang berlangsung selama empat jam selama Car Free Day Dago tersebut makin meriah dan berbobot.

Balitbang PURP menyediakan booth warna hijau mencolok. Booth yang menarik mata pengunjung itu merupakan wadah besar berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah plastik. Pengunjung membuang sampah plastiknya pada wadah tersebut. Sampah plastik itu nantinya diangkut dan digunakan sebagai campuran 'adonan' aspal jalan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3