Mohon tunggu...
Bhinneka
Bhinneka Mohon Tunggu... PT. Bhinneka Mentaridimensi

Bhinneka adalah pionir e-commerce di Indonesia, yang hadir sejak 1993 di bawah perusahaan PT Bhinneka Mentaridimensi. Bhinneka melayani perorangan melalui Bhinneka.com (B2C), pengadaan perusahaan berbagai skala melalui platform b2b.id (B2B), pengadaan bagi lembaga pemerintahan melalui LKPP (B2G), maupun pengadaan mesin cetak digital berformat besar melalui Bhinneka Digital Printing Solutions (DPS).

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Penjualan Hard Disk Menurun, Segera Disapu Habis oleh SSD?

24 April 2019   09:59 Diperbarui: 24 April 2019   14:35 631 4 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penjualan Hard Disk Menurun, Segera Disapu Habis oleh SSD?
Foto: Anandtech

Anda mungkin tidak menyadari bahwa Solid State Drive atau yang lebih dikenal dengan singkatan SSD saat ini makin merajai pasar storage karena mempunyai daya tahan yang tinggi, dan harganya kian terjangkau sepanjang beberapa tahun belakang. Hal ini mengakibatkan penjualan hard disk semakin menurun.

Pada kuartal pertama di tahun 2019 menunjukkan bahwa permintaan hard disk pada ukuran 3,5 inci dan 2,5 inci semakin menurun turun secara signifikan, Hard disk dengan ukuran tersebut biasanya ditemukan pada perangkat laptop, seperti yang disampaikan oleh Trendfocus. Penjualan hard disk di ukuran lainnya masih menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda.

Saat ini pun pro dan kontra harga berbanding dengan kapasitas masih banyak diperdebatkan antara hard disk dan SSD. Namun, soal kecepatan, sebuah SSD akan lebih cepat 99 persen dibandingkan hard disk menurut Intel.

Penurunan angka penjualan hard disk yang terjadi pada beberapa merek dunia. Grafis: Trendfocus
Penurunan angka penjualan hard disk yang terjadi pada beberapa merek dunia. Grafis: Trendfocus
Dari data diatas, dapat dilihat bahwa pada kuartal pertama 2019, 24,5 juta hard disk yang dikirim keluar yang kira-kira kurang empat juta dibanding kuartal terakhir 2018. Jumlah perangkat 2,5 inci (sering digunakan dalam laptop) telah menurun sebesar enam juta unit menjadi 37 juta. Hal ini disebabkan banyaknya produsen laptop mulai menggunakan SSD, baik itu ukuran 2,5 inci dan M2 SSD karena mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap guncangan, lebih ringan, tidak menimbulkan panas dan sistem secara keseluruhan meningkat tinggi dibandingkan menggunakan hard disk.

Bagaimana dari sisi konsumen? Perlukah tahu sampai seteknis ini? Secara ekonomis, tentu saja!

Sudah menjadi anggapan umum dan komersial bahwa laptop atau perangkat dengan media penyimpanan SSD jauh lebih unggul dibanding yang masih menggunakan hard disk. Keberadaan SSD menjadi salah satu daya tarik penting dalam menentukan produk yang ingin dibeli. Otomatis, harganya pun menyesuaikan. Sederhananya, produk ber-SSD memiliki banderol lebih tinggi.

Sebagai kompensasi, hard disk dihadirkan dengan kapasitas yang lebih besar dengan besaran harga setara. Secara kasar misalnya, laptop dengan SSD 256 GB memiliki harga yang hampir sama atau bahkan sedikit lebih mahal dibanding laptop dengan hard disk berkapasitas 512 GB (dua kali lipatnya!). Kalau sudah demikian, pertimbangannya pun bisa diperkuat dengan spesifikasi-spesifikasi lainnya di antara kedua perangkat tersebut. Mulai dari jenis dan tipe prosesor, perangkat kartu grafis, hingga merek pengeras suara aktif yang dibenamkan.

Mengapa SSD bisa dihargai lebih mahal?

Pada dasarnya, SSD adalah perkembangan teknologi dari hard disk. Semua tugas dan fungsi yang dikerjakan hard disk, dapat dilakukan oleh SSd dengan efektivitas dan efisiensi yang lebih tinggi.

Perbedaan SSD dan hard disk. Ilustrasi: CreativeIT
Perbedaan SSD dan hard disk. Ilustrasi: CreativeIT

VIDEO PILIHAN