Mohon tunggu...
Akhir Fahruddin
Akhir Fahruddin Mohon Tunggu... Perawat

| Bachelor of Nursing at Universitas Muhammadiyah Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Surat Terbuka kepada Kapolda Sumatera Selatan Dari Perawat Indonesia

16 April 2021   14:00 Diperbarui: 17 April 2021   05:15 17119 31 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Surat Terbuka kepada Kapolda Sumatera Selatan Dari Perawat Indonesia
Prof Dr Eko Indra Heri, MM | Foto Reqnews.com

Saya menulis surat terbuka ini semata-mata untuk mengetuk hati Pak Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri, MM. Saya mengenal bapak melalui Wikipedia dari profil pendidikan hingga jenjang karir dan kepangkatan di Kepolisian Republik Indonesia yang luar biasa. Pribadi bapak yang low profil dan berwibawah membuat saya memberanikan diri untuk mengirimkan surat terbuka ini.

Sebagai silaturahim awal, ijinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Achir Fahruddin, seorang sarjana keperawatan yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan migas di Jakarta. Sebagai perawat yang taat, saya memiliki Nomor Induk Registrasi Anggota (NIRA) PPNI dan memiliki Surat Tanda Registrasi (Lisensi) dari MTKI. Saya aktif di kepengurusan organisasi perawat sebagai bagian dari kontribusi saya pada perawat.

Ijinkan saya pada kesempatan ini menyampaikan duka dan nestapa atas kejadian pemukulan terhadap perawat Indonesia yang bekerja di salah satu Rumah Sakit Swasta di Palembang, Sumatera Selatan. Bagi saya, ini kejadian yang memilukan sekaligus melukai rekan sejawat ditengah situasi pandemi Covid 19.

Sebagai jantung rumah sakit, perawat memiliki kerja yang kompleks. Merawat bukanlah pekerjaan yang mudah, kita belajar ilmu dan seni merawat.  Lulus perawat pun kita harus melalui beberapa tahap mulai dari lolos training kegawatdaruratan hingga ujian akhir untuk mendapatkan lisensi perawat. Meski keseluruhan dari pendidikan yang kita lalui tidak mudah dan murah, namun kami bersyukur meski gaji yang kami terima kadang dibawah upah minimal yang ada.

Tapi kami bangga, dapat merawat pasien dari segala usia dengan keluhan yang berbeda-beda. Terapeutik yang diajarkan harus terlaksana dalam kerja yang ada meski sebagian besar pasien yang kami temui berbeda cara menghadapinya. Tidak hanya itu, keluarga pasien juga menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan informasi prihal keadaan pasien yang sedang dirawat.

Semua memang tidak mudah, ada dinamika dan romantika yang kita hadapi setiap saat. Jujur, menjadi perawat tidak mudah. Kerja 24 jam merawat pasien dengan segala kurang dan lebih membuat kami belajar dari keseluruhan proses yang ada. Tidak ada yang kami harapkan selain meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Cukup sekian pengantar awal dari saya kepada Bapak. Pada kesempatan ini saya ingin melaporkan prihal pemukulan yang dilakukan oleh salah seorang ayah dari pasien yang sedang dalam perawatan oleh rekan sejawat kami. Kronologinya terlihat sederhana manakala ayah pasien bertanya ikhwal pelepasan infus terhadap pasien. Namun belum sempat memberikan jawaban, rekan sejawat kami malah diberikan pukulan, tamparan bertubi-tubi dan perbuatan tidak menyengkan lainnya.

Detik-detik pemukulan | Sumber : IG Perawat_peduli_palembang
Detik-detik pemukulan | Sumber : IG Perawat_peduli_palembang

Saksi yang ada di dalam ruangan tidak kuasa menahan amarah pelaku hingga perbuatan tidak menyenangkan itu berujung pada sikap tidak elegan dan terkesan brutal terhadap rekan sejawat kami. Video yang terekam menggambarkan bagaimana sikap pelaku yang tidak kooperatif dan tidak sesuai dengan norma-norma sosial yang ada. Efek psikologis tergambar saat rekan sejawat kami menangis ketakutan, saksi-saksi yang ada serta seorang petugas keamanan tidak mampu melerai dan menyadarkan pelaku.

Karena banyaknya orang yang perhatian, rekan sejawat kami akhirnya mampu dibawa ketempat yang aman untuk diberikan perlindungan oleh rekan lainnya. Tangisan yang ada membuat saya merasa iba, mengapa perlakuan itu masih muncul terhadap perawat yang secara nyata membantu, merawat dan memberikan pelayanan yang terbaik. Apakah mungkin amarah yang ada tidak mampu membedakan mana sandal dan kopiah ?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x