Mohon tunggu...
Chantika Permata
Chantika Permata Mohon Tunggu... karyawan swasta -

Mencoba berbagi melalu media yang bisa kita gunakan bersama!

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

[Infographic] Sekilas Tentang Pendidikan Indonesia

29 September 2015   11:11 Diperbarui: 1 Oktober 2015   11:37 842
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jakarta, INDONESIA - 28 September 2015: Saat ini, Indonesia berada dalam posisi ketiga sebagai sistem pendidikan terbesar di wilayah Asia dan posisi keempat di dunia. Berdasarkan data Kementerian dan Kebudayaan pada tahun 2012, Indonesia memiliki 276.511 sekolah di 17.504 pulau. Jumlah sekolah tersebut didominasi oleh sekolah dasar dalam usaha mewujudkan program pemerintah; Wajib Belajar 9 Tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakatnya yang kian tinggi, pemerintah memutuskan untuk mempromosikan investasi di sektor pendidikan termasuk dengan merevisi Undang-Undang No. 20/2003 yang mengizinkan kepemilikan penuh atas institusi pendidikan formal oleh pihak asing. Saat ini Indonesia memiliki 93% sekolah dasar negeri, 44% sekolah menengah negeri dan 33% perguruan tinggi negeri. Jumlah lembaga swasta diperkirakan meningkat demi memfasilitasi meningkatnya jumlah siswa.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyatakan bahwa Indonesia sedang menghadapi darurat dalam sistem pendidikan mengingat jumlah guru yang hanya berjumlah 2.704.275, sangat rendah dibandingkan dengan jumlah siswa, 52.819.238. Situasi ini diperparah krisis lain, yaitu nilai kompetensi guru yang masih di bawah rata-rata; kebanyakan guru  berada peringkat di 44,5 dari skor standar 70.

Namun pemerintah terbaru di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo siap menghadapi tantangan-tantangan ini seperti yang ditunjukkan dari keputusan untuk mengalokasikan 16% dari APBN (sekitar Rp408,5 triliun) untuk sektor pendidikan. Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga meluncurkan beberapa program tepat sasaran seperti reformasi karir guru dan sistem pembelajaran digital yang akan menjamin kualitas pendidikan di tiap daerah.

Sementara itu, survei pada tahun 2010-2013 menunjukkan bahwa kebangkitan kelas-menengah atas menunjukkan adanya peningkatan belanja pendidikan menjadi peringkat empat dalam kategori belanja konsumen di Indonesia.

Untuk membantu pemerintah menjawab tantangan-tantangan tersebut, GESS Internasional bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia memutuskan untuk menyediakan forum dan wadah bagi para investor, pelaku bisnis, tenaga ahli dan pemerintah, bertajuk Global Education Supplies and Solution (GESS Indonesia) di Jakarta Convention Center dari 30 September - 2 Oktober 2015. Pameran ini akan menghadirkan lebih dari 100 perusahaan internasional, seperti Armfield, Arotech International dan Edu presisi, yang akan menampilkan produk/jasa pendidikan yang dapat membantu meningkatkan kualitas edukasi Indonesia.

Selain itu, GESS Indonesia juga akan menyelenggarakan belasan seminar yang melibatkan tenaga ahli di bidang pendidikan, mengangkat topik seputar peningkatan dan perbaikan sistem pendidikan dipandu pembicara ternama seperti Prof. Dr. H. Arief Rachman M.Pd dan  David Hodgson dari Neuro Linguistic Programming (NLP).

***

Tentang GESS Indonesia

GESS adalah pemimpin dunia di bidang pameran dan konferensi pendidikan yang telah sukses menyelenggarakan pameran pendidikan di Mexico dan Dubai. GESS peduli dengan bidang pendidikan dengan memperlihatkan produk mereka untuk membantu beberapa Negara mengembangkan kualitas pendidikan salah satunya Indonesia.

Tentang Tarsus Group Company

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun