Mohon tunggu...
Wiwin Zein
Wiwin Zein Mohon Tunggu... Freelancer - Wisdom Lover

Tinggal di Cianjur

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Keuntungan dari Bertani Tak Cukup Menarik bagi Kaum Milenial?

7 November 2021   17:03 Diperbarui: 10 November 2021   18:11 393 39 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi petani padi di Indonesia. Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Beberapa saat yang lalu saya bertemu dengan salah seorang teman sekolah dulu. Dia tinggal di desa sebelah yang jaraknya tidak terlalu jauh. Kendati tempat tinggal kami hanya berjarak satu desa, tapi kami jarang bertemu karena kesibukan dan urusan masing-masing.

Dalam pertemuan itu kami ngobrol ke sana ke mari. Mulai dari membicarakan keadaan dan keberadaan teman-teman yang lain sampai membicarakan keluarga dan masalah pekerjaan.

Ketika membicarakan pekerjaan, dia seperti agak malu. Benar saja dia dengan terang-terangan mengaku merasa malu dengan teman-teman lain yang dia sebut "sukses" karena menjadi pegawai negeri sipil, guru, atau pekerjaan "enak" lainnya. Dia sendiri merasa minder karena "hanya" menjadi seorang petani.

Lebih dari itu dia merasa menjadi orang gagal. Cape-cape sekolah tapi akhirnya menjadi seorang petani juga seperti orang tuanya.

"Mengapa harus minder? Petani juga menghasilkan. Petani itu besar jasanya. Coba kalau tidak ada petani, yang lain mau makan apa?" Begitu saya katakan kepada sang teman.

"Ah jadi petani keuntungannya pas-pasan. Hanya cukup untuk makan saja." Jawab sang teman.

Saya tidak bicara apa-apa lagi. Dalam hati saya diam-diam membenarkan apa yang dikatakan teman saya itu. Sebab saya sendiri dulu sebelum berkeluarga pernah mengalami menjadi petani padi. Sedikit banyak saya tahu berapa besar hasil atau keuntungan dari bertani padi.

Saya terlahir dari keluarga petani. Oleh karena itu saya tidak asing dengan hal-hal atau masalah-masalah yang terkait dengan pertanian. Terutama dalam hal ini mengenai bertani padi.

Berdasarkan pengalaman saya dan orang tua dulu, saya tahu bahwa dari setiap sawah seluas 100 tumbak (1.400 m2), biasanya menghasilkan kurang lebih 8 kwintal padi atau gabah (basah). Itu untuk satu musim tanam selama tiga bulan.

Ilustrasi sawah sebagai lahan pertanian (sumber : kompas.com)
Ilustrasi sawah sebagai lahan pertanian (sumber : kompas.com)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ekonomi Selengkapnya
Lihat Ekonomi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan