Mohon tunggu...
Raden Muhammad Wisnu Permana
Raden Muhammad Wisnu Permana Mohon Tunggu... Akun resmi Raden Muhammad Wisnu Permana

Akun resmi Raden Muhammad Wisnu Permana

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Skripsian dan Kerja di Cafe atau Tempat Umum Bikin Gak Fokus

13 Juni 2021   12:25 Diperbarui: 13 Juni 2021   12:31 41 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Skripsian dan Kerja di Cafe atau Tempat Umum Bikin Gak Fokus
Ilustrasi Kerja di Tempat Umum (Foto : https://www.freeofficefinder.com/)

Sejak kuliah, saya tidak pernah menyengajakan untuk mengerjakan tugas kuliah maupun skripsian di cafe meskipun diajak teman-teman saya di cafe yang terkenal bisa dipakai untuk mengerjain skripsi di Kota Bandung karena semua yang berkunjung ke cafe tersebut adalah orang fokus di depan laptop alih-alih ngobrol gak jelas. Kalaupun diajak, saya biasanya cuma fokus download game, film, lagu, atau browsing aja karena tidak ada WiFi di rumah.

Bahkan, di perpustakaan kampus ataupun perpustakaan terbesar Jawa Barat milik  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat yang sering digunakan teman-teman saya buat skripsian, saya gak pernah skripsian di sana meskipun sudah bawa laptop dan alat tulis. Saya cuma pinjam buku aja buat referensi skripsi saya. Paling baca-baca koran dan majalah saja setelah pinjam buku, dan saya memutuskan untuk pulang karena saya tidak bisa fokus menulis di tempat tersebut. Tempat yang paling bikin saya fokus untuk menulis ya cuma di rumah.

Saat sudah bekerja, saya juga tidak pernah menyengajakan untuk mengerjakan pekerjaan saya di cafe atau co-working space meskipun diajak oleh teman-teman saya yang bekerja di industri kreatif, yang bisa mengerjakan pekerjaannya darimana saja asalkan ada laptop dan koneksi internet. Mungkin saya memang tipikal orang yang tidak bisa konsentrasi penuh kalau bekerja di tempat-tempat yang saya sebutkan tersebut.

Bahkan ketika masih bekerja di pekerjaan yang saya lakukan beberapa tahun yang lalu, yakni saat bekerja di sebuah kantor konsultan lingkungan hidup, saya cuma buka laptop di bandara dan kereta ketika dimintai oleh rekan kerja saya untuk mengirimkan email saja. Saya betul-betul tidak bisa mengetik laporan atau mengerjakan pekerjaan saya sama sekali di tempat seperti itu. 

Setelah selesai mengirim file yang diminta via email ya saya pakai laptopnya untuk nonton film dan anime saja. Itupun tetap tidak fokus untuk menangkap jalan cerita meskipun saya sudah pakai headphone sekalipun karena banyak orang yang lewat saat saya nonton. Padahal saya sudah memilih duduk di pojokan yang tidak ada orang sama sekali.

Saya jadi kagum dengan pekerja profesional yang saya lihat bisa bekerja di depan laptop saat menunggu pesawat di bandara atau menunggu kereta di stasiun. Bahkan ada yang bekerja dari dalam kereta api dengan duduk di cafetarianya seperti yang pernah saya lakukan ketika dimintai untuk mengirimkan file via email oleh rekan kerja saya. Bahkan selain sambil bekerja di depan laptop, para pekerja profesional tersebut bisa sambil teleponan dengan rekan kerjanya terkait pekerjaan sambil sesekali menyeruput kopi yang sudah ia beli sebelum memulai bekerja dan memeriksa koper bawaannya. Betul-betul multitasking banget.

Saat masih bekerja mobile bolak-balik Jakarta-Kalimantan untuk bekerja, saya hanya bisa fokus bekerja ketika berada di kantor atau ketika berada di kamar hotel saja. Di tempat umum seperti bandara atau stasiun, saya malah tidak bisa fokus. Sekalipun itu dilakukan di dalam Starbucks Coffee yang tersedia di bandara atau stasiun sekalipun. 

Kalau sekadar kirim file via email bisalah saya lakukan karena tidak usah berpikir keras. Tapi kalau sampai harus buat laporan yang membuat saya harus berpikir keras, saya tidak bisa. 

Bahkan, untuk menuliskan artikel yang kerap kali saya kirimkan ke Kompasiana atau media lain, saya tidak pernah menulisnya dari cafe atau tempat umum lainnya. Semua tulisan yang saya tuliskan di Kompasiana atau media lain semuanya saya tuliskan dari rumah.

Jadi, mau skripsian atau kerja dari cafe ya boleh-boleh saja kalau memang kalian bisa konsentrasi untuk berkarya dari sana. Penulis kelas dunia J.K. Rowling juga menuliskan cerita Harry Potter di sebuah coffee shop waktu lagi miskin-miskinnya. Ada juga penulis novel atau penulis komik yang harus mengurung diri di sebuah kamar hotel atau sebuah vila di pegunungan seperti yang sering ktia saksikan dalam film, tv series, manga, atau anime yang menceritakan kehidupan penulis profesional. Mungkin memang saya bukan tipe orang yang bisa kerja dari cafe atau tempat umum sih. Saya harus kerja atau nulis depan laptop di tempat yang sepi tanpa ada lalu lalang orang yang lewat gitu.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x